Mohon tunggu...
Ganda Situmorang
Ganda Situmorang Mohon Tunggu... Konsultan

Tenaga Ahli Pencegahan Korupsi STRANAS PK - KPK.

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Pilihan

Neraca Hutan Buat Apa?

6 Mei 2019   18:37 Diperbarui: 6 Mei 2019   19:00 0 1 1 Mohon Tunggu...

Neraca Hutan Buat Apa?

Oleh: Ganda Situmorang

Hingga hari ini, kualitas Neraca Sumberdaya Hutan kita masih belum mumpuni, dan belum bisa dipakai sebagai sumber data tunggal untuk menyusun dan mengambil kebijakan strategis nasional. Kondisi ini bisa dilihat dengan jelas melalui refleksi program-program strategis pemerintah yang berbasis sumberdaya hutan dan kehutanan dalam 5 tahun terakhir.

Satu contoh kebijakan strategis yaitu program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA). Dari target yang dicanangkan oleh Presiden seluas 4.2 juta hektar tahun 2014, ternyata realisasinya sangat jauh dibawah target yaitu dibawah satu juta hektar saja. Demikian juga halnya dengan kebijakan strategis pemerintah yang lain yaitu Perhutanan Sosial (PS). 

Dari target awal seluas 12.7 juta hektar untuk diberikan hak pengelolaan sumberdaya hutan dalam bentuk Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM), ternyata realisasinya sangat jauh di bawah angka tersebut dan bahkan hanya menghasilkan indikasi alokasi kawasan bagi program Perhutanan Sosial.

Persoalan lain yang sangat terkait dengan kualitas Neraca SDH adalah tumpang tindih tata ruang dan izin pemanfaatan kawasan. Peta tematik baik kawasan maupun izin yang digunakan oleh antar sektor ternyata belum memiliki satu standar acuan, satu data base dan satu portal. 

Jika Neraca SDH bisa menyediakan data spasial dan numerik yang kredibel, akuntabel dan reliabel maka permasalahan tumpang tindih izin di dalam kawasan tidak akan semeriah yang sedang terjadi sekarang ini. Satu provinsi di kawasan timur Indonesia memiliki rekapitulasi luas izin usaha pertambangan lebih besar dari luas administrasi provinsi itu sendiri!

Efek tular dari tumpang tindih izin ini berimbas ke iklim biaya usaha dan investasi yang tinggi berupa pungutan liar, tidak optimalnya penerimaan negara, realisasi dari komitmen penanaman modal yang rendah karena terkendala oleh permasalahan status clean and clear kawasan/lahan dan menjadi celah terjadinya praktik korupsi.

Instrumen Pajak Oksigen (Oxygen Tax)

Neraca SDH yang handal juga bisa berguna sebagai instrumen diplomasi baik geopolitik maupun perdagangan komoditas di pasar internasional. Satu contoh yang sedang hangat adalah isu produk sawit Indonesia yang dituduh oleh Uni Eropah sebagai penyebab utama deforestasi dan merusak lingkungan. Dengan metodologi penghitungan secara ilmiah, data time series deforestasi yang terkini baik berupa spasial dan numerik seharusnya menjadi salah satu fitur dari Neraca SDH sehingga menjadi satu instrumen handal bagi diplomasi dagang sawit Indonesia.

Neraca SDH juga bisa berfungsi sebagai instrumen diplomasi bahwa jasa lingkungan dari kawasan hutan harus dipahami dan disepakati bersama sebagai salah satu produk yang tidak terhitung (intangible benefits) dari sumberdaya hutan tetapi dinikmati bukan hanya oleh Indonesia saja tetapi oleh dunia, hutan sebagai paru-paru dunia (pengasil oksigen). Kiranya masih segar dalam ingatan kejadian luar biasa kebakaran hutan di Sumatera dan kalimantan beberapa tahun yang lalu dimana asapnya sampai ke negara tetangga Singapura dan Malaysia dan memberikan efek negatif terhadap perekonomian negeri jiran tersebut. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2