Ganda Situmorang
Ganda Situmorang Ecosociopreneur

Ecosociopreneur, Aktif di Media Center JKW4P Cemara 19.

Selanjutnya

Tutup

Wisata

Keterlibatan Masyarakat dalam Pariwisata Danau Toba; Sebagai Penonton atau Pemain?

13 Oktober 2017   16:44 Diperbarui: 13 Oktober 2017   17:06 863 0 0
Keterlibatan Masyarakat dalam Pariwisata Danau Toba; Sebagai Penonton atau Pemain?
Dokumen pribadi

Antusiasme masyarakat terhadap Program Rejim Jokowi KSPN Danau Toba bermakna positif namun harus dibarengi dengan pengenalan dan pemahaman yang benar akan industri pariwisata.

Jangan sampai masyarakat lokal mengira wisatawan yang datang bagi bagi duit gratis seperti halnya Orang Batak rantau kalau pulang kampung. Kepala Desa dan perangkatnya memiliki peran penting sebagai ujung tombak pemerintahan tingkat paling bawah, sebaiknya diberikan porsi khusus dalam peningkatan kapasitas industri Pariwisata. Misalnya alih-alih Bupati dan DPRD yang berangkat ke luar negeri dalam rangka studi banding atau apapun judulnya, justru sebaiknya anggaran tersebut diutamakan untuk studi banding seluruh perangkat desa Kawasan Danau Toba.

Peningkatan kapasitas masyarakat lokal harus mendapat perhatian khusus mulai sejak penyusunan rencana induk pengembangan pariwisata daerah dan keberpihakan kepada masyarakat lokal melalui regulasi.

Keterlibatan Masyarakat.

Penyusunan peraturan yang mewajibkan pembelian barang dan jasa yang tersedia dari masyarakat setempat untuk memenuhi kebutuhan perusahaan di wilayah KSPN Danau Toba. Ini juga akan memberi jaminan pada pasar yang pasti untuk hasil aktivitas bisnis masyarakat dengan harga terjangkau dan kualitas yang baik.

Mekanisme ini juga memudahkan produsen untuk menjual lebih langsung kepada konsumen, memotong rantai pasokan sehingga memastikan harga yang lebih baik dan adil untuk mereka. Hal ini dimaksudkan untuk membantu menciptakan ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat.

Penyerapan tenaga kerja lokal ke dalam kegiatan usaha Pariwisata Danau Toba yang mengutamakan sumber daya manusia masyarakat sekitar sangat penting. Penyediaan pekerjaan yang memadai dari berbagai sektor bisnis seperti akomodasi, hotel, restoran, cafe, spa, transportasi lokal, keamanan dan lainnya akan sangat membantu masyarakat setempat, terutama perempuan dan pemuda dalam usaha mereka untuk mendapatkan penghasilan tetap dan mengurangi tingkat pengangguran yang tinggi di bidang demografis mereka. Strategi peningkatan kapasitas dan peran masyarakat dalam pengembangan dan pelaksanaan proyek KSPN Danau Toba harus didasarkan pada prinsip-prinsip:

* Konsultasi dan keterlibatan masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan yang berdampak pada kehidupan dan kegiatan mereka. Kegiatan ini mesti dilakukan bersama dengan pemerintah daerah.

* Memprioritaskan penduduk desa dan daerah sekitarnya untuk terlibat dalam berbagai kegiatan bisnis dan program pariwisata di seluruh wilayah.

* Kesetaraan dalam kesempatan bagi masyarakat (muda dan tua, laki-laki-perempuan) untuk berpartisipasi dalam program pengembangan masyarakat.

* Kesetaraan dalam menyediakan kesempatan kerja.

* Membangun kemitraan bisnis karena tidak semua orang dapat direkrut, namun orang dapat membentuk hubungan bisnis untuk memasok barang dan jasa ke fasilitas - fasilitas pariwisata berdasarkan kebijakan preferensi daerah setempat untuk membeli produk lokal dengan harga yang kompetitif, kualitas dan ketersediaan yang sesuai. Pemerintah dan perusahaan dengan demikian harus berusaha meningkatkan kapasitas penyedia layanan lokal melalui konsultasi, pendampingan dan usaha patungan yang sesuai.

* Memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui pendampingan, pengorganisasian, pendidikan dan pelatihan kejuruan, beasiswa, jalur magang, praktik langsung, dll.

* Membangun komunikasi, transparansi dan dialog terbuka dan saling menghormati dengan pemangku kepentingan lainnya.

Sektor pertanian

Salah satu objek kegiatan pembangunan yang harus dilakukan di kawasan Danau Toba adalah membangun Home Stay dengan kepadatan sedang, dengan menampilkan ciri khas asli lokal dikelilingi oleh kebun organik yang dikelola secara lokal. Kebun organik di sekitar Home Stay akan ditanam dengan tanaman tradisional dan diperkaya dengan berbagai jenis tanaman lokal maupun tanaman baru yang diminati secara lokal. 

Penggunaan sistem air limbah yang tepat yang terhubung ke rumah akan membantu penghijauan di kawasan ini dengan menciptakan pasokan air sepanjang tahun. Selain memasok kebutuhan pembangunan, produksinya juga bisa dimanfaatkan oleh anggota masyarakat setempat untuk memperbaiki status gizi mereka sendiri. Dalam pengelolaan kebun organik, hotel dan restoran harus bekerja sama dengan kelompok petani penyewa dari desa. 

Tujuannya adalah untuk meningkatkan volume, variasi dan kualitas produk Pertanian yang dapat berkontribusi terhadap pendapatan mereka. Pemberdayaan petani melalui kelompok koperasi harus dibangun dengan perusahaan, serta pelatihan dan transfer pengetahuan dalam hortikultura, sehingga bisa menjadi petani yang lebih terampil, menghasilkan produk pertanian bernilai sepanjang tahun serta meningkatkan kenyamanan dan keamanan semua pemangku kepentingan.

Fokus dari hubungan kerja adalah untuk memungkinkan kelanjutan kepemilikan lahan pertanian tradisional yang terintegrasi dengan perkembangan akomodasi baru dan bekerja sama untuk saling menguntungkan dari lanskap yang terawat, menarik dan produktif. Perusahaan dan kelompok berkebun akan bekerja sama untuk meningkatkan jumlah pohon buah-buahan dan tanaman sayuran yang bisa diproduksi secara berkelanjutan dan tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya seperti pestisida.  

Belanja barang dan jasa dari masyarakat setempat.

Kebijakan pembelian ini adalah strategi inti dalam membangun barang dan layanan dengan harga stabil, berkualitas dan bersaing dan menyesuaikannya dengan kebutuhan bisnis ekowisata. Perusahaan diharuskan untuk mencari dan mengembangkan kemitraan pasokan lokal di mana ketersediaan, kualitas yang memadai dan harga kompetitif yang sebanding mungkin dilakukan. Hubungan bisnis jangka panjang mengembangkan kapasitas dan berdasarkan saling menguntungkan dan stabilitas merupakan inti dari model ini.

Kerjasama melalui kebijakan pembelian antara perusahaan dan masyarakat tidak hanya memberi kesempatan kepada masyarakat lokal untuk berpartisipasi dalam bisnis ekowisata di daerah tersebut, namun juga memberi kesempatan bagi mereka untuk memiliki bisnis mereka sendiri dengan skema saling menguntungkan bersama perusahaan. 

Selain membawa penghasilan lebih baik, orang juga berkesempatan menerima mentoring dan pengalaman dalam menjalankan bisnis oleh perusahaan seperti manajemen kewirausahaan, pengendalian kualitas dan kepastian pasar. Manfaat bagi perusahaan adalah jaminan kualitas, umpan balik positif ke dalam proses produksi atau pelatihan untuk menyesuaikan output dengan kebutuhan aktual bisnis dan kemampuan untuk membentuk kontrak harga dan penawaran yang stabil dengan kelompok tani.

(Penulis adalah Alumnus Fahutan IPB, Konsultan Eko Wisata, Ecosociopreneur, Aktif di Media Center JKW4P Cemara 19)