Ganda Situmorang
Ganda Situmorang Ecosociopreneur

Ecosociopreneur, Aktif di Media Center JKW4P Cemara 19.

Selanjutnya

Tutup

Regional Pilihan

Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Danau Toba; Peluang dan Tantangan

10 Oktober 2017   17:18 Diperbarui: 11 Oktober 2017   10:32 1264 2 0
Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Danau Toba; Peluang dan Tantangan
Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Danau Toba (KSPN Danau Toba) - Dokumentasi Pribadi

Kepulauan Indonesia tidak bisa disangkal memiliki pulau-pulau terindah di dunia. Masih banyak lokasi tersembunyi yang bisa dikembangkan dan begitu banyak tempat indah, penuh keindahan alam dan budaya lokal yang sangat menarik. Daerah yang ditunjuk oleh Pemerintah Indonesia sebagai prioritas KSPN adalah beberapa tempat paling indah dan ikonik di dunia termasuk Danau Toba, Borobudur, Mandalika dan Labuan Bajo. 

Karena lokasi ini memiliki kepentingan nasional, mereka akan menerima dana infrastruktur nasional yang menyediakan jalan, air, bandara, dan sebagainya sehingga meningkatkan nilai lahan lebih tinggi. Melalui sejumlah strategi utama, nilai lahan tersebut akan semakin meningkat dan kemudian mendorong orang lokal mengkapitalisasi hak properti dan pengembangan untuk pengusaha hotel, resor dan vila di setiap lokasi. 

Segudang bisnis sektor pariwisata akan datang untuk berpartisipasi, menghasilkan aliran pendapatan dari biaya, lisensi dan usaha patungan dalam segala hal mulai dari Home Stay, Restoran, Cafe, Agen perjalanan, industri rumah tangga, pasar seni dan kerajinan khas, Agro Wisata hingga rental sepeda, motor dan mobil dan lain lain. Pemerintah Indonesia telah melihat bahwa KSPN sebagai tempat ideal untuk dana hibah institusi internasional seperti Bank Dunia memungkinkan pengembang Eco-Tourism untuk membantu mengembangkan bisnis sektor pariwisata lokal dengan dana pihak ketiga.

Selain itu, penciptaan Zona Ekonomi Khusus (KEK) melalui Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT) memungkinkan manfaat intensif fiskal dan regulasi dan menciptakan model legislatif yang dapat direplikasi dengan cepat ke seluruh Indonesia. Ukuran dan cakupan KSPN Danau Toba menjadikannya pertaruhan maju tidaknya kawasan sebagai "All in One Eco Solutions" yang melindungi lingkungan, mempromosikan pembangunan daerah berkelanjutan berskala besar dan menciptakan tingkat pengembalian yang tinggi bagi para pelaku bisnis sektor Eco Wisata.

Mengapa KSPN Danau Toba?

Ada kebutuhan mendesak akan transformasi berkelanjutan karena perubahan iklim global di Kawasan Danau Toba. Konsep KSPN adalah ibarat "All in One Eco Solutions" dalam hal pembangunan dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Kawasan Danau Toba khususnya sebagai lokasi pariwisata paling ikonik di dunia. Konsep KSPN Danau Toba lahir dari kebutuhan akan pembangunan yang berkelanjutan. Dengan menipisnya sumber daya alam, penurunan kualitas lingkungan dan rendahnya tingkat perekonomian kawasan, dibutuhkan pendekatan baru yang menjaga dan memperbaiki lingkungan sambil mempromosikan kesejahteraan masyarakat lokal dan pembangunan ekonomi.

1. All in One Eco Solutions.

Ada kebutuhan mendesak akan transformasi berkelanjutan karena perubahan iklim global. Konsep KSPN adalah All in One Eco Solutions dalam hal pembangunan berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Pembentukan kawasan ini akan menguntungkan berbagai pemangku kepentingan di Indonesia.

2. Wisatawan Domestik.

Pasar Indonesia Indonesia adalah negara terpadat keempat di dunia, dengan populasi hampir 250 juta. Indonesia adalah salah satu negara yang paling menarik dalam hal perlindungan potensial dari resesi internasional. Pertama, Bonus Demografi, Indonesia memiliki salah satu kelas menengah domestik yang tumbuh dengan pesat di dunia dan segmen konsumen kaya dengan permintaan tinggi akan barang dan jasa baru yang sebelumnya tidak banyak bepergian ke negaranya sendiri atau disebut wisatawan domestik. Boston Consulting Group memproyeksikan kelas menengah Indonesia - yang saat ini mencapai 74 juta - mencapai 141 juta orang pada tahun 2020. Kenaikan di kelas menengah ini memberikan penyangga domestik terhadap hilangnya perdagangan internasional.

3. Lokasi ikonik dunia.

Selain itu, Indonesia adalah salah satu tujuan kepulauan tropis terbesar di dunia dan berpotensi menghadirkan pemandangan alam dan pantai eksotis yang tak tertandingi di seluruh dunia. Indonesia terdiri dari lebih dari 17.500 pulau; 6.000 dihuni; 1.000 di antaranya dihuni secara permanen. Pulau-pulau besar terdiri dari dataran pantai dengan interior pegunungan.

4. Wisatawan Asing.

Lebih dari 90% wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia mengunjungi Bali dan pulau tetangga Lombok. Dewan Pariwisata Dunia memperkirakan proyeksi bahwa industri pariwisata di Indonesia akan tumbuh menjadi 12 juta pengunjung wisatawan asing pada tahun 2020. Menurut Organisasi Pariwisata Dunia, Eco-Wisata dianggap sebagai pasar dengan pertumbuhan tercepat di industri pariwisata dan pariwisata berkelanjutan bisa tumbuh menjadi 25% dari pasar travel dunia.

Tantangan

Peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat lokal adalah ukuran utama keberhasilan konsep KSPN. Hal tersebut bisa dicapai melalui keterlibatan dan peran aktif masyarakat lokal dalam segala bisnis sektor Pariwisata. 

Peningkatan kapasitas masyarakat lokal harus mendapat perhatian khusus mulai sejak penyusunan rencana induk pengembangan pariwisata daerah dan keberpihakan kepada masyarakat lokal melalui regulasi. Sehingga diharapkan masyarakat tidak tertinggal sebagai penonton dan objek melainkan terlibat aktif sebagai pelaku bisnis sektor - sektor Pariwisata dan tetap menjadi tuan tanah di negeri sendiri.

Penulis adalah Alumnus Fakultas Kehutanan IPB, Konsultan Eko Wisata, Ecosociopreneur, aktif di Media Center JKW4P Cemara 19.