Mohon tunggu...
Siti Zamzawiyah
Siti Zamzawiyah Mohon Tunggu... Mahasiswa S1 Agribisnis UNS

Mahasiwa S1 Agribisnis UNS

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Melalui Perantara Bingkisan Kado, Senyum Manis Kembali Merekah di Bibir Seorang Ibu

31 Desember 2020   23:59 Diperbarui: 1 Januari 2021   00:06 85 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Melalui Perantara Bingkisan Kado, Senyum Manis Kembali Merekah di Bibir Seorang Ibu
Senyum Seorang Ibu (Dokpri)

"Ribuan kilo jalan yang kau tempuh

Lewati rintang untuk aku anakmu

Ibuku sayang masih terus berjalan

Walau tapak kaki

Penuh darah penuh nanah"

-Iwan Fals-

Lagu yang begitu indah nan menyentuh bagi setiap insan yang mendengarnya. Lagu yang begitu serat akan makna mendalam tentang menawannya perjuangan seorang Ibu. Sosok yang begitu besar perjuangannya dalam berkorban untuk menyukseskan anaknya, bahkan ketika segala keterbatasan tengah menjadi penghalang. Semangat yang begitu membara terbalutkan keikhlasan dalam jiwanya, sehingga mengantarkan langkah seorang Ibu yang begitu sabar dalam membimbing anak yang terombang-ambing akan buramnya pengetahuan dan pengalaman. Jasanya yang begitu besar, memegang peran penting dalam menentukan ujung tombak suatu keberhasilan anaknya. Peran yang akan menjadi penentu awal bagi arah dan langkah seorang anak untuk melesat ke depannya. Dan semua itu sudah cukup menjadi alasan mengapa Ibu menjadi sosok pertama yang harus dihargai dan dihormati.

            Ibu menjadi sosok yang begitu spesial bagiku. Ibu yang begitu menawan dalam perannya merangkap sebagai Ibu sekaligus Ayah bagiku. Ibu yang begitu kuat dan tangguh dalam mengarungi kerasnya samudera kehidupan. Sosok yang selalu membuatku tak sanggup menahan air mata tertahan lebih lama karena terbayang akan pengorbanannya yang begitu besar dalam berjuang. Bahkan untuk diibaratkan dengan hitungan angka pun, jasa seorang Ibu tak mampu untuk dituliskan. Maka tak terlalu berlebihan ketika sosok tersebut memang harus selalu kita muliakan kedudukannya. Bahkan tak jarang selalu terbesit suatu niat untuk memperlakukan spesial terhadapnya. Tak terkecuali dengan memberi bingkisan cinta di hari spesialnya, Hari Ibu, sebagai sedikit ungkapan akan pengorbanannya.

            Hari Ibu menjadi salah satu hari yang selalu kunantikan. Hari di mana aku mampu untuk mengungkapkan rasa terima kasihku akan sosok Ibu. Bukan berarti di hari-hari biasa aku tidak berterima kasih, namun entah karena apa pada saat itu ego selalu tinggi untuk mengungkapkan rasa tersebut. Oleh karenanya, ingin sekali rasanya di hari spesial tersebut aku mampu membuat senyuman Ibu yang manis kembali terlukiskan di bibirnya.

            Tak begitu pandai memang kalau untuk memperlakukan Ibu dengan spesial bernuansa romantis. Karena pada akhirnya yang mampu kupersembahkan hanyalah bingkisan kecil terbalutkan doa. Persembahan yang kuharapkan mampu mewakilkan sedikit ungkapan yang selalu tak mampu kusampaiakan. Mungkin terlalu kecil untuk menyebut bingkisan itu sebagai persembahan spesial, bahkan kalau dibandingkan dengan kebanyakan orang. Namun tentunya hal itu bukan menjadi alasan untuk menyurutkanku dalam memberikan persembahan spesialku kepada Ibu. Dengan berbekalkan uang seadanya, bingkisan yang telah lama kuinginkan pun akhirnya dapat dibeli. Suatu kepuasan tersendiri ketika niat tersebut akhirnya teralisasikan dengan pengorbanan menahan jajan selama beberapa bulan.

            Dengan segala ketulusan dan kerendahan hati seorang anak, akhirnya bingkisan tersebut kuberikan ke Ibu. Respon yang begitu mengharukan terjadi begitu cepatnya. Tetes air mata begitu liarnya menetes tanpa menunggu aba-aba dari pemiliknya. Haru sekaligus bahagia melihat senyum merekah terlukis di bibir Ibu. Kerutan di wajah yang semakin tergambar seolah-olah memudar pelan tergantikan dengan pancaran kebahagiaan. Begitu pula air mata yang sering kusaksikan karena beratnya beban yang dipikul, akhirnya kini berganti dengan tetesan air mata kebahagiaan. Lega rasanya mampu menjadikan momen langka itu terpotretkan di hari itu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x