Mohon tunggu...
Siti Syalwa
Siti Syalwa Mohon Tunggu... Lainnya - melangkah

dunia adalah tempat berkeluh kesah

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Bercerita Naskah "Mega-mega" Karya Arifin C Noer

8 Maret 2021   10:00 Diperbarui: 8 Maret 2021   10:38 535 1 0 Mohon Tunggu...

Hallo, selamat membaca. Hari ini aku akan bercerita tentang naskah Mega-mega karya Arifin C. Noer

Mega-Mega merupakan naskah drama karya Arifin C. Noer, yang dimuat dalam majalah sastra Horison pada tahun 1999.

Dalam Mega-mega terdapat tokoh Mae, Mae merupakan sosok perempuan tua yang menganggap dirinya Ibu bagi semua tokoh. Mae sangat mengkhawatirkan anak-anaknya. Mae bahkan menyangkan pekerjaan Retno sebagai pekerja seks komersial. Mendengar Retno yang mahir menyanyikan tembang Jawa, Mae menginginkan Retno menjadi pengamen saja itu lebih baik bagi Mae juga bagi Retno. Tapi bagi Retno, mengamen dan melacur sama saja. sama-sama edan.

Berbeda dengan Panut, tokoh yang paling tidak beruntung karena pekerjaannya sebagai pencopet selalu gagal. Bahkan ketika ia menjadi maling pun, ia kembali gagal. Suatu hari ia datang menghampiri Mae yang sedang duduk bersantai, ia datang berlaga seperti orang bisu. Katanya, ia ingin mengemis dengan cara seperti ini. Mae menyayangkan keputusan yang diambil Panut, karena menurut Mae, Panut masih muda dan ia masih bisa bekerja, misalnya nguli. Tapi Panut menolak dan membuat Mae membandingkan Panut dengan Tukijan.

Tukijan salah satu tokoh anak Mae yang paling rajin. Ia suka bekerja di pasar membantu banyak orang agar mendapatkan uang. Dan tadi pagi ia berpamitan kepada Mae untuk pergi ke Sumatera. Mendengar kabar itu, Panut tidak percaya, karena tadi ia masih melihat Tukijan melamun di samping bioskop indra. 

Tiba-tiba tokoh Hamung muncul sambil ngedumel tentang Tukijan. Hamung, tokoh dengan kaki pincang sebelah, ia berniat pergi ke Sumatera bersama Tukijan. Tapi ketika melihat Tukijan belum pergi, ia pun merasa kesal dan menunda kepergiannya. Mendengar kabar itu Retno merasa ada yang aneh mengapa Tukijan tidak jadi pergi. Mae pun bersedih. Dari kejahuan terderangan teriakan Koyal "Hoi!! aku dapat lotre".

Koyal merupakan tokoh yang dapat bermain suling dengan sumbang dan ia ingin sekali mendapat uang banyak dari hasil lotrenya. sampai suatu hari semua larut dengan kemenangan lotre Koyal. Koyal mengajak teman-temannya berfoya-foya. Mereka makan makanan di restoran. Membeli pakaian di toko Kim Sin. Bertamasya ke Tawangmangu. Menungganggi awan. Bahkan mampu membeli Keraton Mataram. Lotre Koyal benar-benar menciptakan khalayan-khalayan pada semua tokoh, kecuali Tukijan.

Hingga akhirnya Koyal tidak terkendali, Tukijan pun menampar pipi Koyal. Sebabnya bukan karena Lotre tapi karena betis mulus Retno dipegang oleh Koyal di depan mata Tukijan. Tukijan pun menyobak lotre Koyal di depan matanya, Tukijan berharap ia kembali sadar. Tapi Hamung menyayangkan tindakan Tukijan. Mae pun merelai pertengkaran mereka dengan membicarakan kepergian mereka semua. Koyal menangis dan pergi dari hadapan Mae. Panut pergi bekerja. Hamung dan Tukijan berkemas. Retno pun berpamitan.

Melengking peluit kereta api. Hamung telah pergi, disusul Tukijan dan Retno. Mae hanya memandang kosong sekeliling. Kekhawatiran Mae menjadi kenyataan, mereka semua pergi dan Mae kembali menjadi manusia yang sangat kesepian.

Itulah sedikit cerita dari naskah Mega-mega karya Arifin C Noer. Lebih seru lagi kalau kamu juga ikut membaca. 

Terima kasih sudah membaca. Kritik dan saran ada di kolom komentar. Nantikan cerita naskah-naskah berikutnya. Sampai bertemu kembali. 

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN