Mohon tunggu...
Edukasi

Perhatian dalam Layanan Konsultasi

2 April 2019   01:40 Diperbarui: 2 April 2019   02:23 0 1 0 Mohon Tunggu...

Bagaimana perasaan kalian ketika kalian tidak diperhatikan oleh lawan bicara kalian? Sakit, tersinggung, atau merasa tidak nyaman, mungkin hal-hal tersebutlah yang kalian rasakan ketika tidak diperhatikan oleh lawan bicara kalian. Hal tersebut menunujukkan bahwa kita manusia pada dasarnya ingin selalu diperhatikan. 

Rasa ingin selalu diperhatikan juga dirasakan oleh klien yang sedang berkonsultasi kepada konselor. Malahan dalam proses konsultasi perhatian seorang konselor sangatlah penting bagi penyelesaian kasus yang dihadapai oleh konseli.

Mengapa bisa perhatian seorang konselor sangat berpengaruh terhadap penyelesaian kasus? Coba bayangkan jika seorang konseli sudah menceritakan masalahnya secara panjang namun tidak diperhatikan pasti konseli tersebut akan merasa bahwa dia tidak dihargai oleh konselor ataupun merasa bahwa masalah yang dihadapinya adalah hal yang sepele. Dari pemikiran konseli tersebut akhirnya konseli menjadi malas untuk melakukan konsultasi berikutnya yang bisa mengakibatkan tidak terselesaikannya masalah konseli.

Hal yang perlu diperhatikan konselor dalam memperhatikan kliennya dalah dalam berkomunikasi. Komunikasi yang memperhatikan bisa ditunjukkan melalui 3 perkara yang pertama yaitu ekspresi wajah, lalu posisi badan, dan yang ketiga adalah respon verbal.

Ekspresi wajah bisa menunjukkan apa saja yang ditangkap oleh konselor dari cerita konseli. Wajah merupakan tempat utama untuk menunjukkan emosi, merefleksikan sikap-sikap interpersonal, dan juga bisa memberikan penguatan terhadap ucapan dari konselor. Ekspresi wajah bisa diungkapkan melalui kontak mata, anggukan kepala, mengerutkan dahi, pandangan aneh, memanipulasi otot wajah untuk senyum, dll.

Posisi badan, posisi badan dari seorang konselor dapat menunjukkan kenyamanan atau ketidaknyamanan konselor terhadap topik yang dibahas maupun terhadap konseli. Posisi badan konselor juga dapat mempengaruhi kenyamanan dari seorang konseli. 

Dalam proses konsultasi jarak antara konselor dan konseli sebaiknya tidak berjauhan tetapi tetap memiliki batas. Hal tersebut bertujuan agar hubungan konselor dan konseli semakin dekat. Posisi badan konselor sebaiknya juga tidak menimbulkan rasa tertekannya konseli oleh konselor.

Respon verbal atau merespon dengan ucapan juga hal yang penting karena dengan ucapan seorang konselor akan langsung berpengaruh terhadap konseli. Jawaban konselor bisa menentukan respon konseli selanjutnya. 

Karena ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merespon secara verbal yaitu mengungkapkan pendapat dalam kontek masalah dengan tepat, tidak melenceng dari masalah utama konseli, serta tidak menyalahkan konseli atas pemaparan masalahnya.