Mohon tunggu...
Siti Hajaroh
Siti Hajaroh Mohon Tunggu... Lainnya - Hai

Studying and working.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Perjalanan Tumbuh

20 Oktober 2021   16:28 Diperbarui: 20 Oktober 2021   16:30 40 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Aku tumbuh diantara akar-akar terigu
Daunnya wajan panas
Hitam pekat di lorong abu

Di tiap jam pocong
Pasukan donat mati lompat diri
Bahkan kacang hijau masuk perangkap didihan bubur panas
Defeat!

Pintu-pintu ditelanjangi
Kunci di lempar
Cerobong asap memutari rumah ramah warga
Impas!

_____________


Puisi diatas adalah puisi yang menggambarkan tentang perjalanan tumbuh saya di masa kecil.Saya tumbuh dengan nyaman hingga saat ini karena kerja keras Ibu saya.Ibu saya adalah seorang penjual donat dan bubur kacang ijo di pasar pagi.Beliau rela bangun pagi-pagi buta dengan melawan rasa kantuk agar anak-anaknya tetap bisa bersekolah.
Baris 1 = adalah sebuah perumpamaan bahan utama donat adalah terigu
Baris ke 2 = adalah sebuah media untuk menggoreng donat yaitu wajan
Baris ke 3 = adalah sebuah media untuk meletakan wajan yaitu pawon ( pawon merupakan bahasa jawa yang artinya sebuah kompor zaman dahulu yang menggunakan kayu bakar)
Baris ke 4 = biasanya pocong di gambarkan muncul tengah malam.Dan ibu saya memulai memasak untuk dagangan paginya yaitu sekitar jam 1 pagi.
Baris ke 5 = adalah proses memasukan donat ke wajan dan itu diibaratkan seperti orang yang ingin mati lompat diri.Dia akan terjatuh ke bawah.
Baris ke 6 = karena Ibu saya bukan hanya menjual donat tapi juga bubur kacang hijau.Dan baris ke 6 ini adalah sebuah perumpamaan bagaimana proses memasak bubur kacang ijo.
Baris ke 7 = defeat artinya kalah,yang artinya Ibu saya menang dan  bisa menaklukan semua proses masaknya dari pagi buta.
Baris ke 8,9,10,11 = ketika dapur ibu saya sudah mengepul itu tandanya ibu saya sedang memasak dagangannya dan kenapa pintu-pintu ditelanjangi kemudian kunci dilempar yang artinya para pembeli sedang bersiap-siap membuka pintu rumah mereka sendiri dan akan membeli dagangan ibu saya di pasar.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan