Mohon tunggu...
SISKA ARTATI
SISKA ARTATI Mohon Tunggu... Guru - Ibu rumah tangga, guru privat, dan penyuka buku

Bergabung sejak Oktober 2020. Antologi tahun 2023: πŸ’—Gerimis Cinta Merdeka πŸ’—Perubahan Itu Pasti, Kebajikan Harga Mati - Versi Buku Cetak πŸ’— Yang Terpilih Antologi tahun 2022: πŸ’—Kisah Inspiratif Melawan Keterbatasan Tanpa Batas. πŸ’— Buku Biru πŸ’—Pandemi vs Everybody πŸ’— Perubahan Itu Pasti, Kebajikan Harga Mati - Ebook Karya Antologi 2020-2021: πŸ’—Kutemukan CintaMU πŸ’— Aku Akademia, Aku Belajar, Aku Cerita πŸ’—150 Kompasianer Menulis Tjiptadinata Effendi πŸ’— Ruang Bernama Kenangan πŸ’— Biduk Asa Kayuh Cita πŸ’— 55 Cerita Islami Terbaik Untuk Anak. πŸ’—Syair Syiar Akademia. Penulis bisa ditemui di akun IG: @siskaartati

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Jenis Pekerjaan Baru di Era Industri 4.0

16 September 2023   05:16 Diperbarui: 16 September 2023   05:20 190
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber gambar: https://www.nasdaq.com/

Sebagai anggota masyarakat, kita merasakan perubahan kehidupan yang sangat pesat dari masa ke masa. Pula merasakan perubahan teknologi yang digunakan dalam menunjang aktivitas sehari-hari.

Contohnya yang kini berada dalam genggaman kita, yaitu gawai adalah perangkat umum dan biasa digunakan untuk kegiatan harian. Mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa, tak lepas darinya.

Sebuah piranti yang tidak hanya digunakan sebagai alat komunikasi seperti telepon, tetapi lengkap dengan segala fitur dan aplikasi yang tersemat untuk memudahkan kegiatan kita yang bergelut dengan Β berbagai profesi yang dijalani.

Pernahkah kita membayangkan sebelumnya bahwa melalui gawai atau laptop, kita bisa bercakap-cakap tak hanya mendengarkan suara, tetapi juga saling melihat wajah? Ya, melalui fitur video call, kita bisa saling bertatap muka di layar gadget dengan lawan bicara.

Sedangkan pada masa sebelumnya, telepon adalah barang mewah yang hanya bisa kita gunakan di kantor atau warung telekomunikasi. Bahkan di antara kita pernah mengalami masa adanya telepon umum dengan menggunakan koin atau kartu telepon sebagai biaya percakapan sesuai tarif per menit.

Begitu pula dengan rapat-rapat yang kita hadiri. Tak perlu harus keluar rumah, duduk bersama di kantor, atau melakukan perjalanan ke luar kota atau luar negeri. Melalui aplikasi seperti Zoom atau Google Meet, kita bisa melaksanakan rapat bersama dengan ditunjang koneksi nirkabel hingga ke wilayah belahan dunia manapun. Cukup dilakukan dari Β rumah atau kantor di mana kita berada saat itu. Ya, kita menikmati kemajuan teknologi yang berkembang pesat.

***

Semasa kita kanak, ketika ditanya tentang cita-cita, apa jawaban Anda? Ingin jadi Dokter, Perawat, Tentara, Polisi, Pilot, dan Guru, adalah jawaban umum yang biasa terdengar. Bisa jadi jawaban kita sama, meski pekerjaan atau profesi yang saat ini ditekuni berbeda dengan apa yang pernah tercetus dari pikiran masa kanak.

Bagaimana dengan jawaban anak-anak zaman now saat ditanya tentang cita-cita atau pekerjaan di masa mendatang? Rerata yang saya temui menjawab: menjadi youtuber atau gamer. Anak remaja lainnya menjawab ingin menjadi animator atau pembuat aplikasi tertentu.

Tak bisa kita elakkan lagi, bahwa perkembangan zaman yang semakin pesat dengan adanya revolusi industri dan adanya perubahan yang terjadi secara global, maka kita harus mengikuti perkembangan teknologi. Segala hal berkembang secara cepat dan pesat, begitu pula dengan dunia kerja saat ini maupun masa mendatang.
Jawaban mereka tidak salah, mengingat masa tumbuh kembang anak-anak seiring dengan pesatnya teknologi yang ada dihadapan dan bahkan dalam genggaman. Bisa terwakili melalui gadget yang menyediakan fitur-fitur serba instan saat disentuh pada layar, pula perangkat lainnya yang mendukung kegiatan di sekolah ataupun di rumah. Seperti proyektor, televisi, laptop, gawai, rice cooker multifungsi dan lain sebagainya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun