Mohon tunggu...
SISKA ARTATI
SISKA ARTATI Mohon Tunggu... Guru - Ibu rumah tangga, guru privat, dan penyuka buku

Bergabung sejak Oktober 2020. Antologi tahun 2023: 💗Gerimis Cinta Merdeka 💗Perubahan Itu Pasti, Kebajikan Harga Mati - Versi Buku Cetak 💗 Yang Terpilih Antologi tahun 2022: 💗Kisah Inspiratif Melawan Keterbatasan Tanpa Batas. 💗 Buku Biru 💗Pandemi vs Everybody 💗 Perubahan Itu Pasti, Kebajikan Harga Mati - Ebook Karya Antologi 2020-2021: 💗Kutemukan CintaMU 💗 Aku Akademia, Aku Belajar, Aku Cerita 💗150 Kompasianer Menulis Tjiptadinata Effendi 💗 Ruang Bernama Kenangan 💗 Biduk Asa Kayuh Cita 💗 55 Cerita Islami Terbaik Untuk Anak. 💗Syair Syiar Akademia. Penulis bisa ditemui di akun IG: @siskaartati

Selanjutnya

Tutup

Hobby Artikel Utama

Suamiku, Kudukung Hobimu dengan Syarat dan Ketentuan Berlaku

18 September 2022   09:50 Diperbarui: 21 September 2022   02:18 445
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Cemburu pada burung? Lha iyes, laaaaah! Belum tentu suami mau bercengkrama lama-lama dengan saya, mending nonton pertandingam bola di layar televisi. Giliran kecapekan, baru deh butuh jemari saya yang lincah untuk memijat badannya. Uhuy! 

Saat seperti itu, barulah saya bisa bercengkrama diringi dengan curhat manja, supaya beliau membiayai hobi saya, beli buku!

***

Ilustrasi gambar: https://moladin.com/blog/5-vespa-classic-termahal/amp/
Ilustrasi gambar: https://moladin.com/blog/5-vespa-classic-termahal/amp/

Di suatu masa dalam perjalanan pernikahan kami, suami hobi berkendara vespa. Bahkan punya sahabat yang berkomunitas dengan para traveler pengguna vespa.

Sependek ingatan saya, beliau pernah membeli kendaraan ini, meski sudah memiliki kendaarn roda dua lainnya. Saya sempat protes dan mengajukan alasan, agar suami tidak perlu membelinya, entah baru ataupun bekas.

Secara logika, kami sudah punya kendaraan roda dua, ngapain sih harus nambah beli vespa? Wong saya gak bisa berkendara juga selian diantar jemput oleh beliau atau ART.

Lagian, biayanya kan bisa disalurkan buat tabungan atau beli baju baru buat saya, gitu.

Tapi begitulah, nek lagi gandrung, kebeli juga tuh vespanya. Saya toh sudah memberikan alasan logis, meski tak masuk di rasa klangenan suami, toh.

Pada akhirnya, vespa yang hanya digunakan sesekali saja, perawatan dengan biaya yang besar, tak kurang dari dua tahun kemudian terjual ke kawan sesama komunitas pencinta vespa. Alhamdulillah, saya malah lega. Biaya bisa dipake buat kuliah lagi.

Nah, kan! Apa kata istri, gak ada salahnya manut gitu, lho dengan saran, syarat dan ketentuan dari belahan jiwa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun