Mohon tunggu...
Sisca Elizabeth
Sisca Elizabeth Mohon Tunggu... Administrasi - Mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis STIAMAK SURABAYA

Sesuatu yang besar akan menanti kamu di depan... tetap fokus dan percaya pada dirimu sendiri!!!

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Berkunjung ke Rumah Nenek di Kampung Halaman (Medan, Sumatera Utara)

19 Oktober 2020   00:37 Diperbarui: 16 Desember 2020   14:19 469
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Waktu itu awal bulan Desember 2016, aku tiba-tiba drop karena bulan Agustus 2016 lalu aku terkena types dan gejala dbd. Dan entah kenapa aku ingin sekali pulang ke kampung halaman dan ingin sekali bertemu Nenek disana, apalagi Mama juga sudah lama ga pernah pulang ke kampung halamannya.

Dan kita juga coba cari-cari tiket pesawat murah tapi kalau sudah bulan Desember pasti mahal semua tiketnya, tapi mau gimana lagi aku ingin sekali pulang ke kampung halaman.

Akhirnya kita menemukan tiket pesawat meskipun lumayan mahal, dan saat itu juga kita mulai prepare buat besok pulang ke kampung halaman. Besok paginya kita berangkat ke bandara dan aku tidak sabar ingin ketemu sama Nenek, dan juga Nenek tidak tahu kalau kita pulang ke kampung halaman diam-diam sekalian kita kasih surprise buat Nenek.

Saat kita sampai ke bandara kualanamu (medan) kita menunggu kakak buat anterin kita ke travel, akhirnya kita dapat travel buat ke kampung halaman. Perjalanan nya cukup jauh dan butuh waktu semalam sampai ke kampung halaman, rasanya capek banget karena disana jalannya kurang bagus namanya juga kampung pasti tidak enak.

Keesokan harinya kita sampai ke tujuan dengan selamat, tapi saat Nenek duduk didepan rumah Nenen merasa bingung kenapa tiba-tiba ada mobil berhenti di depan rumahnya. Aku dan Mama langsung turun dari mobil Nenek langusng kaget tiba-tiba ada kita, tiba-tiba Nenek langsung peluk dan cium aku rasanya rindu ini sudah kecapaian akhirnya kita bisa kumpul-kumpul lagi bersama keluarga.

Dan juga aku baru tahu kalau disana ternyata pasar cuma hari senin aja dan jauh lumayan jauh pasarnya, akhirnya kita hari senin belanja bareng cari baju natal dan sepatu buat natal adik-adik.

Kenapa cuma hari senin saja pasarnya? Terus mereka kalau belanja dimana? Bagaimana mereka kehidupannya kalau cuma hari senin saja pasarnya?

Ya tidak tahu juga sih kenapa Cuma hari senin saja, untungnya masih ada pasar keliling gitu jadi mereka tidak kekurangan bahan pokok buat sehari-hari. Dan saat malam natal kami ke gereja bersama-sama jarang-jarang kan kita semua gereja bersama, setelah kita gereja bareng waktunya biasalah kalau anak zaman now apa-apa foto dulu hehe. Habis selesai foto kita pulang dan makan malam bersama.

Besok pagi nya kita ke gereja lagi buat rayain hari natal bersama, seperti biasa kalau selesai gereja foto-foto lagi buat kenang-kenangan. Dan setelah dari gereja kita ada acara keluarga biasa kalau orang batak pasti ada aja acaranya, dan besoknya aku sama mama diajak sama Nenek ke sawah melewati sungai terus melewati lumpur-lumpur tapi tidak apa-apa sekalian aku menjelajahi persawahan.

Dan sesampainya sawah Nenek beberapa waktu aku tidak kuat karena belum terbiasa ke sawah, akhirnya aku balik bersama adiknya mama melewati seperti jalan yang tadi. Setelah satu minggu lebih aku di kampung halaman saatnya aku dan mama harus berpisah karena awal bulan aku sudah masuk sekolah, saat kita pamitan mereka semua sedih sekali karena kita cuma seminggu an di sini.

Dan kami berdua naik travel lagi dan juga membutuhkan waktu semalam lagi sampai di kota medan, saat di perjalanan kami mengalami macet yang benar-benar tidak bisa lewat. Ternyata di daerah Parapat ada tanah longsor untung nya tidak korban disana, jadinya kita lewat bergantian karena dibikin satu arah supaya bisa diatur. Dan kami juga takut kenapa?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun