Mohon tunggu...
Sisca Dewi
Sisca Dewi Mohon Tunggu... Karyawan Swasta

Enjoy this life with positive thinking

Selanjutnya

Tutup

Travel Pilihan

Pantai Puru Kambera yang Berbanding Terbalik dengan Pantai Walakiri

24 Mei 2019   06:48 Diperbarui: 24 Mei 2019   18:47 0 34 15 Mohon Tunggu...
Pantai Puru Kambera yang Berbanding Terbalik dengan Pantai Walakiri
Keindahan Pantai Puru Kambera yang difoto dari atas (dokpri)

Selepas sarapan di Hotel Padadita yang menunya lumayan bervariasi dan enak, kami pun bersiap-siap untuk perjalanan hari ke-4 di Sumba, 04 Mei 19. 

Sebenarnya di Sumba Timur kami memilih untuk menginap di Hotel Padadita dari awal, hanya karena tanggal 02 Mei 19 Hotel Padadita sudah penuh, maka tanggal 02 Mei 19 kami menginap di Hotel Tanto dan 2 hari berikutnya menginap di Hotel Padadita.

Menurut saya ke-2 hotel itu "OK", sama-sama bersih, sama-sama kamarnya ber AC & water heater. Yang membedakannya hanya Hotel Padadita ada pantai di belakangnya. Tempat untuk makan luas, ada pemandangan pantai yang bisa dilihat. 

Sedang tempat untuk makan di Hotel Tanto kecil, meja makannya di depan resepsionis. Dan plusnya di hotel Padadita kita bisa melihat sunrise di lantai 4 hotel.

Menikmati sunrise di lantai 4 hotel Padadita, Waingapu (dokpri)
Menikmati sunrise di lantai 4 hotel Padadita, Waingapu (dokpri)
Tempat wisata yang kami akan datangi hari ini adalah:

 BUKIT TANARARA

Pemandangan Bukit Tanarara yang difoto dari atas (dokpri)
Pemandangan Bukit Tanarara yang difoto dari atas (dokpri)

Sumba terkenal dengan banyaknya bukit-bukit yang indah dan instagramable. Salah satu Bukit yang wajib dikunjungi adalah BUKIT TANARARA. Bukit ini merupakan salah satu latar tempat film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak garapan sutradara Mouly Surya. 

Bukit Tanarara tersusun dari  deretan bukit-bukit yang dilapisi oleh hamparan rumput hijau. Sejauh mata memandang terlihat deretan bukit seperti saling sambung menyambung.  Lekukan bukit-bukit tersebut membuat kita takjub & terpesona. 

Panorama alam yang sangat menyegarkan mata. Tidak jauh dari tempat kami berdiri terlihat gerombolan kuda yang berkeliaran bebas dan asyik merumput.

Gerombolan kuda yang bebas merumput di Bukit Tanarara (dokpri)
Gerombolan kuda yang bebas merumput di Bukit Tanarara (dokpri)
Bukit Tanarara ini berada di Katiku Luku, Matawai La Pawu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Tempatnya sangat "asri" dan merupakan tempat yang sangat instagramable. Terdapat banyak spot foto dengan latar perbukitan dan hamparan rumput hijau yang sangat indah untuk diambil. Bagi pencinta fotographer, merupakan tempat yang wajib untuk didatangi.

Sisi lain Bukit Tanarara (dokpri)
Sisi lain Bukit Tanarara (dokpri)

Kita bisa melihat sunset dan sunrise di Bukit Tanarara ini. Menurut saya sebaiknya kita datang ke Bukit Tanarara pada saat sore hari. Kami sampai di Bukit Tanarara pada pagi hari, karena tempatnya terbuka sehingga teriknya mentari sangat menyengat. Untungnya kebantu dengan angin yang lumayan kencang sehingga tidak gerah.

Dokpri
Dokpri
PANTAI PURU KAMBERA

Pantai Puru Kambera yang difoto dari atas (dokpri)
Pantai Puru Kambera yang difoto dari atas (dokpri)
Pantai Puru Kambera merupakan pengganti tempat wisata Air Terjung Waimairang yang kami batalkan akibat medan yang berat pada saat ke Air Terjun Tanggedu. Pantai Puru Kambera terletak di Desa Mondu, Kecamatan Haharu, Kabupaten Sumba Timur, NTT

Pada saat menuju ke Pantai Puru Kambera kita akan melewati savana Puru Kambera yang menawan mata. Pada saat mengambil foto di savana Puru Kambera, latar laut bisa keambil juga karena memang tempatnya tidak terlalu jauh.

Pemandangan Savana Puru Kambera (dokpri)
Pemandangan Savana Puru Kambera (dokpri)
Pada saat tiba di Pantai Puru Kambera, hanya segelintir orang yang ada di pantai tersebut. Bisa dihitung dengan jari. Tidak ada pondok yang bisa dijadikan tempat berteduh di sana. Tidak ada tempat penjualan apapun di sana. 

Tidak ada ruang ganti. Benar-benar "steril" dari apa yang biasanya ada di pantai. Disepanjang pantai terlihat deretan pepohonan hijau yang bisa dijadikan tempat berteduh  sebagai pengganti pondok yang tidak terdapat di sana.

Pantainya berpasir putih halus dengan air laut yang berwarna biru dipadu dengan langit biru dan awan putih....sungguh membuat saya bersemangat :) Tanpa mengubris teriknya matahari, langkah kakiku langsung menuju ke bibir pantai untuk mencelupkan kaki di air. Ombaknya relatif tenang dan tidak terlalu besar.

Sangat saya rekomendasikan untuk pencinta wisata air. Tempatnya sepi, jauh dari keriuhan pengunjung  karena memang pengunjungnya bisa dihitung dengan tangan, cocok digunakan untuk bersantai membaca buku dan melepaskan diri dari kemumetan kota besar. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3