Mohon tunggu...
SirriSaqti
SirriSaqti Mohon Tunggu... Musisi - Poin Tiga imaji: Aksara-Warna-Melodi

terus berusaha mencari cara agar hidup menjadi berguna bagi sesama.~

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Sore di Bukit Alana

13 Februari 2021   01:24 Diperbarui: 13 Februari 2021   09:52 273
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gunung Salak sore hari. Dokpri

Dari ketinggian Bukit Alana, terpesona aku kala menatap kemegahan Gunung Salak yang berdiri tegak seperti tombak raksasa dalam genggaman tangan kekar Sang Maharaja.
Berdiri tegar di antara gelegar halilintar serta arak-arakan awan hitam yang menggumpal membawa hujan.

Sore itu aku berteduh di bawah pohon besar, duduk di atas tumpukan batu-batu dengan kau bersandar di bahuku.

lantas aku bertanya:

"berapakah usianya?"

aku bertanya kepada air sungai yang mengalir dari hulu, barangkali ia tahu berapa usia gunung itu.

"mungkin seribu tahun!"

aku bertanya kepada air sungai, namun kekasihku yang menjawabnya.

"tidak mungkin! Gunung Salak sudah ada bahkan sebelum kita ada di dunia"
aku menyanggah, merasa tidak puas dengan jawabannya.

"mungkin seusia cinta kita"
kau menjawab lagi dengan nada pasti.

"memangnya berapa usia cinta kita?"
aku kembali bertanya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun