Berliana Siregar
Berliana Siregar

Penenun kata sebagai inspirasi. Berharap menjadi setitik cerah diantara buram wajah negeriku tercinta.

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Pilihan

Keluarga Semakin Hangat dengan Perubahan Iklim

13 Maret 2018   14:14 Diperbarui: 13 Maret 2018   14:30 435 0 0

Minimalis Saja

Keluargaku minimalis saja. Tak muluk-muluk. Hidup di pinggiran dan membangun mimpi sederhana.

Kawan sejawat mengobral cerita tentang kompetisi internasional anaknya. Aku hanya ingin anakku menjelajah hutan kecil.

Berburu kupu-kupu. Menjerat burung dan kadal. Untuk hal menjerat aku selalu bilang.

"Hewan tersebut harus dilepaskan bebas".

Anak tetangga masuk olimpiade  IPA tentang Iklim dan Pemanasan Global. Pidato ciamik di depan sekolah bergengsi dengan juri dari akademisi tinggi.

Aku melepas anakku berlumpur ria di tengah hutan kecil yang sebentar lagi akan habis.

Menghitung pohon besar yang tumbang satu persatu. Mencermati suara deru mesin gergaji dan robohnya pohon durian berbatang besar. Kehijauan yang dulu menggelombang kini kerontang dengan pohon sawit meninggi.

Momen kasih sayang dalam sebentuk coklat hanya milik mereka. 

Momen kasih sayang kutepikan dengan cerita kritis tentang hilangnya cerita kancil dan harimau.

"Kenapa nggak ada lagi cerita Kancil dan Harimau, omak?" Anakku bertubuh coklat protes.

"Hutan telah habis. Ladang berganti perumahan. Kita sangat rakus"

"Karenanya berlombalah dengan waktu. Kaki kecil harus menapak semak duri."

"Liukkanlah tubuh mungil  kaliandi antara rimbun semak liar yang sebentar lagi akan lenyap dari bumi."

Anak sulungku menuntut komputer dan play station. "Kalau sudah punya labtop di rumah, aku pasti betah,"janjinya dengan mata binarnya. Aku hanya tertawa mengelak.  Kukatakan padanya.

"Bermainlah dengan teman sebaya. Puaskanlah harimu, Nak dengan berlari,tertawa dan bahagia dengan teman-temanmu."

Kasih sayang bukan hanya sekedar ungkapan,"I love you!Aku sayang kamu!"apalah beratnya mengatakan tiga kata itu. Pergumulan yang lebih berat tentang bagaimana  menyeimbangkan bermain di luar dan di dalam rumah.

 Saya adalah ibu yang percaya bahwa anak dan bermain adalah satu energi besar yang saling terkait. Selalu mengusahakan  anak-anak  banyak bergumul dengan alam. 

Disamping bebas waktu bermain dengan teman sebaya, saya mengajak mereka berkunjung ke alam. Melihat hewan, mencium aroma sungai, air biru, memanjat pohon, menunggang kuda. Berinteraksi dengan seluruh isi bumi. Seraya belajar tentang siklus hidup.

JArang mengajak mereka ke mall. Kehangatan keluarga akan semakin bekualitas jika menghabiskan hari di alam terbuka. Kehidupan nyata. Kehidupan riil.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4