Mohon tunggu...
Sinta Ramadhania
Sinta Ramadhania Mohon Tunggu... Setitik tulisan kecil dari mahasiswa yang baru belajar menulis

Part time a student, State Servant, and Science Tutors

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

Gaharu (Aquilaria Spp) Punya Jasa Lingkungan, Apa Saja?

2 April 2020   22:53 Diperbarui: 2 April 2020   23:06 6 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Gaharu (Aquilaria Spp) Punya Jasa Lingkungan, Apa Saja?
bp3kkecamatancipeucang.blogspot.com/

Gaharu digunakan masyarakat di Timur Tengah sebagai bahan wewangian. Di Cina, dimanfaatkan sebagai obat sakit perut, gangguan ginjal, hepatitis, asma, kanker, tumor, dan stres. Selain itu, gaharu digunakan sebagai bahan baku industri parfum, kosmetika, dan pengawet berbagai jenis aksesoris. 

Aromanya yang harum menyebabkan gubal gaharu diperdagangkan sebagai komoditi elit untuk keperluan industri parfum, tasbih, pembakar jenazah bagi umat hindu, kosmetik, hio, setanggi (dupa), dan obat-obatan (Semiadi, Wiriadinata, & Darnaedi, 2010).

dokpri
dokpri
dokpri
dokpri
dokpri
dokpri
Aktivitas pengubahan barang mentah menjadi barang setengah jadi dilakukan pada proses pengambilan gaharu, yaitu dari bentuk pohon gaharu menjadi kayu yang sudah di curving dan bisa langsung diolah oleh pembeli (Herda & Setyawan, 2017). 

Berdasarkan aspek keamanan lingkungan dan keragaman hayati, pengembangan gaharu di sekitar hutan juga akan membantu pengamanan keragaman hayati dan kelestarian hutan karena memiliki morfologi yang sangat mendukung perannya sebagai penjaga lingkungan, yaitu meningkatkan kapasitas absorbsi dan retensi air tanah, menguatkan tanah, sehingga tidak mudah longsor serta menyerap CO2 dan menghasilkan O2 yang sangat penting dalam mendukung kehidupan.

REFERENSI

Herda, S., & Setyawan, A. (2017). Manajemen Rantai Pasok Kayu Gaharu Di Kalimantan Barat. Jurnal Manajemen Dayasaing, 18(2), 92. https://doi.org/10.23917/dayasaing.v18i2.4506

Semiadi, G., Wiriadinata, E. B., & Darnaedi, D. (2010). Rantai pasokan produk tumbuhan gaharu (Aquilaria spp.) asal Merauke, Papua. Buletin Plasma Nutfah, 16(2), 150--159.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x