SINTA PRIMA DANI
SINTA PRIMA DANI Penulis

Pekerja Sosial

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

KPM PKH di Perak Jombang Berhenti Mengontrak Rumah

16 Mei 2019   15:03 Diperbarui: 16 Mei 2019   15:23 8 1 1
KPM PKH di Perak Jombang Berhenti Mengontrak Rumah
Binti Rukhoiyah (KPM PKH) bersama Iflahatul Mashitoh, S.Pd. (Pendamping PKH) | dokpri

Ibu Binti Rukhoiyah menjadi peserta PKH mulai tahun 2009 hingga kini tahun 2019, awal beliau menerima bantuan sosial PKH masih menanggung 5 anak sekolah. Pendapatan yang relative kecil dari sang suami yang bepekerjaan sebagai kuli bangunan mengharuskan Ibu Binti Rukhoiyah harus giat lagi mengatur roda perekonomian keluarganya. Sejak menikah hingga di akhir tahun 2018 Ibu Binti Rukhoiyah beserta suami dan keluarga mengontrak di sebuah rumah kecil di dusun Ngemplak desa Pagerwojo dan bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

 Merasa tidak cukup dengan pendapatan yang diperolehnya baik dari suami maupun dirinya sendiri, mengakibatkan ibu Binti Khoiriyah dan keluarga berpindah pindah kontrakan untuk meminimalisasi kebutuhan rumah tangganya. Ibu Binti Khoiriyah sangat terbantu dengan adanya bantuan sosial PKH yang diterimanya untuk memnuhi tambahan biaya anak -- anak sekolahnya.

Beberapa tahun setelah menjadi penerima bantuan sosial PKH hasil kerja keras ibu Binti Rukhoiyah dan suami perlahan bisa mengumpulkan uang untuk membuka usaha di bidang kuliner di sekitar tempat tinggalnya, mereka berdua bisa menyisihkan sebagian hasil kerjanya karena merasa sudah terbantu dengan adanya bantuan PKH untuk mencukupi kebutuhan anak -- anaknya.

Warung makanan dengan menu utama rawon ini ternyata menjadi favorit bagi warga sekitar desa Pagerwojo, penjualan selalu mengalami peningkatan dan akhirnya ibu Siti Rukhoiyah bisa membangun warung makan dan rumah pribadi secara terpisah. Berkat usahanya yang semakin berkembang, ibu Binti Rukhoiyah bisa membeli sebidang tanah dan dibangunnya sebuah rumah berlantai dua sehingga ibu Binti Rukhoiyah sudah berhenti mengontrak dan menempati rumah pribadi miliknya. 

Kini suami ibu Siti Rukhoiyah tidak lagi aktif bekerja sebagai kuli bangunan namun turut membantu mengembangkan usaha warung makanannya bersama dengan sang istri. Ibu Binti Rukhoiyah menuturkan dirinya tidak mau disebut sebagai keluarga miskin yang bergantung terus menerus dengan bantuan dari pemerintah, beliau mempunyai tekad yang sangat tinggi untuk segera memutuskan diri dari bantuan yang diberikan kepadanya melalui kerja keras agar mandiri dan sejahtera.