Mohon tunggu...
simon zai
simon zai Mohon Tunggu... pelajar/mahasiswa -

Menemukan Cahaya kebenaran didalam diri pribadi untuk melayani dan menyinari sesama

Selanjutnya

Tutup

Money

Nelayan, Riwayatmu Kini

10 September 2015   16:40 Diperbarui: 11 September 2015   10:50 163
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ekonomi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Caruizp

Nenek moyangku seorang pelaut gemar mengarung luas samudra, menerjang ombak tiada takut menempuh badai sudah biasa.

Sebuah lagu yang mungkin kita semua mengenalnya, lagu yang menggambarkan sebuah perjuangan meniti kehidupan dimasa lampau. Dari lagu ini tergambarkan bahwa pada umumnya manusia yang tinggal dibumi Indonesia tidak pernah lepas dari lautan. Nelayan merupakan identitas masyarakat indonesia. Dari nelayan itulah telah lahir sosok sosok seorang pemimpin di masa lampau yang kian membawa Bumi Nusantara ini mendunia. Sebut saja Maha Patih Gajah Mada dari Majapahit yang terkenal dengan sumpah palapa-nya. Dari epilogi kisah Mahapatih kerajaan Majapahit tersebut menggambarkan sebuah nilai kebersamaan, nilai perjuangan dan nilai kemerdekaan selalu dipegang teguh dalam perjalanannya. Gajah Mada telah mengarungi lebih dari 10x belantara nusantara yang pada akhirnya telah bersatu padu. Dalam perjalanannyapun banyak sekali menemui hambatan, kelaparan, penolakan dan juga ancaman dari bangsa-bangsa luar. Dengan tekadnya yang begitu tulus yang disertai dengan mimpi besarnya untuk menyatukan nusantara,  pada akhirnya Patih Gadjah Mada dapat mempersatukan Nusantara. Perbuatan Sang Patih itu tidak semata-mata sebuah ambisi besar, namun tekadnya adalah sebuah persembahan hidup bagi Sang Raja Majapahit yaitu hayam Wuruk. Nusantara adalah Sebuah persembahan mulia dari seorang abdi raja untuk negerinya.

Banyak kisah ispirasi yang lahir dilautan menggambarkan bahwa betapa besarnya perjuangan seseorang dalam menyambung nyawa mereka yang selalu berkutat dengan badai dan ombak, melawan rasa sakit dan melawan rasa takut. Dengan membawa tekad yang bulat dan niatan yang tulus untuk menghidupi keluarga, mereka rela untuk terjun kelautan menerjang ombak untuk mencari ikan. Bukan hanya pesakitan yang ia dapatkan, namun nyawa-pun ia persembahkan untuk mengais kehidupan.

Dalam film Andrea Gail mengisahkan sekelompok nelayan yang berjuang sampai menemui ajal untuk menemukan kedamaian dan petunjuk dari sang maha pencipta, ia hanya berharap agar dunia ini damai dan keluarganya diselamatkan.

Seperti yang telah dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat, John F Kennedy, yang pada mulanya hidup dilautan, sebagai seorang nahkoda kapal dan pada akhirnya menjadi seorang Presiden Amerika Serikat yang sangat fenomenal. Perjuangannya bagaikan mimpi yang tidak pernah beliau bayangkan.

Bangsa Indonesia sangat kental dengan kehidupan nelayan, dengan bentang lautan yang sangat luas, dan biota alam yang melimpah. Tak dapat dipungkiri bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki kekayaan Lautan yang melimpah. Sangat dimungkinkan bahwa seorang nelayan dapat hidup sejahtera dilautan.

Dengan adanya kekayaan Alam lautan yang melimpah, bangsa ini seakan terlena dengan kekayaannya, bak semut yang mati dikolam susu. Bangsa ini seakan terhanyut dalam manisnya lautan. Tak dapat dipungkir bahwa sekarang profesi sebagai nelayan tidak dapat mencukup hajati hidup keluarga. Profesi nelayan bukanlah profesi yang favorit bagi kalangan menengah kebawah. Pada zaman dahulu seorang nelayan dalam sehari mendapatkan satu karung ikan dapat menghidupi dirinya dan keluarga selama satu minggu, baik akan itu dijual ataupun dikonsumsi  sendiri. Namun kini pencarian ikan yang serupa tidak cukup untuk makan sehari. Hal ini terkait erat dengan kondisi cuaca yang kian tidak menentu, pergerakan pasar ikan yang selalu dimonopoli oleh pembisnis-pembisnis besar hingga pada nilai tukar ikan yang cenderung kecil dan kurangnya perhatian nelayan dari masyarakat luas atau bahkan pemerintah. 

Profesi Nelayan yang sekarang tidak menguntungkan bagi masyarakat kecil, kini banyak masyarakat yang dulunya seorang nelayan beralih profesi ke aktivitas yang lain. Berdasarkan data statistik september tahun 2015, yang semula 1,6 juta rumah tangga nelayan, kini menjadi 800ribu rumah tangga nelayan. Berdasarkan fakta tersebut, menggambarkan bahwa begitu memprihatinkannya kehidupan negeri maritim ini. bagaimana mungkin negeri yang memiliki luas lautan 3.5juta Km2 dan lebih dari 54.716 Km garis pantai ini memiliki rumah tangga nelayan hanya sebesar 800ribu jiwa. Apakah bangsa yang sebesar ini tidak begitu menarik bagi warga yang jumlahnya mencapai  250 juta jiwa?

Ataukah karena gaya hidup masyarakat sekarang beralih menjadi masyarakat madani secara mutlak dengan meninggalkan kebiasaan yang dulu menjadi identitas masyarakat Indonesia pada umumnya? Ataukah ada faktor lain yang mengakibatkan turunnya jumlah nelayan di Indonesia kini?

Ini merupakan sebuah refleksi semua insan ada di bumi Nusantara ini, bahwa nelayan dan lautan adalah Identitas bangsa ini. berjuta-juta kekayaan alam yang menghiasi lautan dapat memberikan kehidupan yang indah bagi bangsa ini di masa-masa mendatang.

Kemudian apa yang selayaknya kita perbuat agar bangsa ini tidak meninggalkan aktivitas berlaut yang dulunya melekat pada bangsa ini. dalam hal ini tidak hanya pemerintah saja yang harus berperan dalam meningkatkan aktivitas berlaut dan menghimpun kesejahteraan agar kian berjaya dilautan. Ini merupakan tugas mulia bagi Bangsa Indonesia. Mulai dari membangkitkan rasa cinta kita terhadap tanah air kita, menghargai nilai-nilai sejarah perjalanan hidup masyarakat Nusantara pada umumnya hingga pada tindakan nyata untuk memberdayakan dan mengembangkan potensi laut Indonesia agar selalu berjaya dimata dunia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun