Mohon tunggu...
Simon Sutono
Simon Sutono Mohon Tunggu... Guru - Impian bekaskan jejak untuk sua Sang Pemberi Asa

Nada impian Rajut kata bermakna Mengasah rasa

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Ricuh (1)

2 Maret 2021   04:37 Diperbarui: 4 Maret 2021   09:40 150
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Ricuh! Pertandingan futsal di halaman sekolah berujung protes.

"Sekarang kita kembali ke aturan." Jimmy sang Ketua OSIS mencoba tenang. Dia dirubungi para pemain futsal dan supporter dengan beragam sikap.

"Ini namanya tidak fair. Masa kelas kita sudah mimpin 2 - 0 didiskualifikas," ujar salah satu supporter yang diamini yang lain.

"Ketua OSIS apaan ini."

"Huuu.. pecat.. pecat!"

Suasana mulai memanas. Muka Jimmy memerah. Rahangnya mengeras menahan emosi.

"Siapa yang bilang pecat-pecat?" Jimmy mengedarkan pandangannya. "Kalian tahu tidak aturan mainnya apa?"' lanjutnya berang.

"Sekarang begini, saya minta perwakilan 2 orang dari tim untuk ikut saya ke ruang OSIS. Roy, panggilkan Pak Husni ke ruang OSIS."

Yang dipanggil Roy segera beranjak sementara Jimmy mulai meninggalkan lapang. Ketika sadar tidak ada yang mengikutinya ia berbalik, "Ayo, mau dibereskan tidak masalahnya?"

Kerumunan siswa pun bubar seiring kepergian Jimmy dan perwakilan kelas.

*****

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun