Mohon tunggu...
Silma Sabila
Silma Sabila Mohon Tunggu... Mahasiswa - Akun Tugas

Mahasiswa President University

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Putri Pariwisata Mahasiswa President University

27 Oktober 2021   16:58 Diperbarui: 27 Oktober 2021   17:05 436
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto: Hartono Hosea

Siapa yang tidak mengenal wanita cantik satu ini ? Ya, wanita tersebut merupakan Putri Pariwisata asal Nusa Tenggara Barat (NTT) yang tak lain dan tak bukan adalah Clarita Mawarni Salem atau akrab dipanggil dengan Mawar Salem ini merupakan model yang sangat berbakat yang pada tanggal 6 September 2019 lalu mendapat gelar Putri Pariwisata Indonesia mengungguli 4 finalis lainnya yang berasal dari Maluku, DKI Jakarta 4, Jawa Timur, dan Riau. Sebelum menjadi perwaklikan NTT untuk Putri Pariwisata Indonesia, Mawar Salem merupakan perwakilan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) di ajang Putri Pariwisata Nusa Tenggara Timur (NTT) 2019. 

Wanita cantik tersebut pernah menempuh pendidikannya di TK Marsudirini Perawang pada tahun 2006-2007, lalu melanjutkan ke jenjang sekolah dasar (SD) di SDS Marsudirini Perawang 2007-2013 hingga ke jenjang sekolah menengah pertama pun di bawah yayasan yang sama yakni SMPS Marsudirini Perawang (2013-2015). Namun karena alasan yang tidak disebutkan, dia pindah ke SMPK St. Anthonius Putri (2015-2016), lalu untuk jentang sekolah atas, dia memilih sekolah menengah atas (SMA) yakni SMAK Fides Quaerens Intellectum. Sekarang ia menempuh pendidikannya di salah satu universitas swasta terbaik dan bergengsi di Indonesia yakni President University atau Universitas Presiden dengan jurusan Ilmu Komunikasi (Communication Studies) dan konsentrasi pendidikan Public Relations (PR). Wanita tersebut merupakan anak ketiga dari empat bersaudara, dan merupakan salah satunya anak perempuan di keluarganya (Putri tunggal).

Meskipun pekerjaannya sebagai model yang tentunya menggunakan alat tata rias atau biasa disebut make-up, Mawar sendiri yang tanpa menggunakan make-up alias bareface pun sudah sangat cantik. Wanita tersebut sebelumnya pernah melanjutkan jenjang pendidikannya di Universitas Nusa Cendana lalu pindah ke President University. 

Perjuangannya sebagai model tidak semudah yang kita bayangkan. Mungkin saja kita mengira kalau wajar saja dia menjadi model dan menjuarai Putri Pariwisata Indonesia karena parasnya yang menawan, wajahnya yang cantik, atau bahkan berasal dari keluarga yang berkecukupan tinggi. Banyak sekali tantangan yang dihadapi wanita tersebut untuk mengikuti ajang modelling yang membawanya ke prestasi Putri Pariwisata Indonesia yakni ayahnya, Germanius Pae yang tidak mendukungnya untuk mengikuti ajang tersebut hingga alasan ekonomi. Ayahnya sempat tidak mendukungnya karena masalah finansial dan juga saat itu kakaknya sedang menempuh pendidikannya di salah satu universitas di Kota Kupang. Karena perkara dua masalah tersebut, Mawar pantang menyerah dan tidak putus asa. Dia memulai semua usahanya dengan tenaga dan usahanya sendiri seperti mencari uang sendiri, hingga meminta bantuan kepada teman dan keluarganya. Baginya, orang yang paling berjasa yang telah mengantarkannya ke gerbang kesuksesan hingga saat ini adalah orangtuanya, kakak-kakak kandungnya, kakak sepupunya, dan  juga mentornya, Jimi Besin.

Tak hanya cantik dan berbakat, wanita kelahiran Perawang, 13 Desember 2001  ini juga religius dan sangat percaya bahwa Tuhan akan senantiasa membantunya kapanpun dan dimanapun baik saat suka maupun duka. Saat memiliki masalah kejiwaan atau sekarang biasa disebut dengan mental health, dia setiap malam ke gereja untuk memohon dan berdoa kepada Tuhan agar masalah mentalnya seperti mood nya yang sedang down akibat banyaknya masalah pribadi dan keluarga dibantu oleh Tuhan Yang Maha Esa. Baginya, jangan meremehkan doa, karena kekuatan doa itulah yang dampaknya paling besar yang mengantarkannya ke kesuksesan yang ia miliki hingga saat ini. 

Saat dirinya terpilih sebagai Putri Pariwisata Indonesia, wanita cantik dan rendah hati ini sangat senang sekali karena dia merupakan kontestan termuda di ajang tersebut pada saat itu yakni 18 tahun saat ajang tersebut berlangsung. Dia juga mengaku sempat merasa seperti sangat beruntung dan bersyukur karena dia sempat mengira dirinya tidak akan menjadi juara dalam ajang tersebut karena melihat kontestan yang memiliki kemampuan public speaking yang lebih bagus daripada dirinya.

Misinya setelah terpilih menjadi Putri Pariwisata Indonesia adalah membangun komunitas-komunitas orang muda di Nusa Tenggara Timur. Komunitas tersebut nantinya akan dijadikan wadah untuk diskusi serta promosi Pariwisata lanjutnya. Selain wadah diskusi, komunitas tersebut nantinya akan jadi pelopor bakti sosial seperti kebersihan di destinasi-destinasi wisata. Tujuannya untuk semakin menyadarkan orang muda akan pentingnya menjaga lingkungan hidup pungkasnya. 

Strategi kampanye wanita asal NTT tersebut ialah dengan menggunakan konsep digital tourism yakni dengan diadakannya sosialisasi menggunakan media sosial. Lalu dia juga akan mengadakan pentas seni sederhana yang melibatkan orang muda. Lewat pentas seni ini, akan dipamerkan keunikan budaya Indonesia. 

Tantangan yang ia hadapi tidak hanya sebelum ia mengikuti ajang Putri Pariwisata, namun setelah mengikuti dan menjuarai ajang tersebut, masih ada beberapa tantangan yang dihadapinya seperti seputar kekeliruan seputar polemik Danau Kelimutu berasal dari Labuan Bajo. Saat ia menjelaskan hanya sedikit waktu yang diberikan yakni hanya 30 detik, sangat cepat sekali dan ditambah saat dia menjawab pertanyaan tersebut, dia mengalami sedikit demam panggung. Di tengah waktu yang hampir mau habis, wanita tersebut tidak sempat menyebut ‘selain’ dan orang mengira di pulau Komodo itu ada juga danau tiga warna. Jadi itu memang kekeliruan pungkasnya. Akibat kejadian tersebut, dia meminta maaf kepada seluruh masyarakat NTT dan warga Ende yang sakit hati dengan jawabannya. Dia mengakui bahwa dirinya salah.

Selain memiliki prestasi Putri Pariwisata Indonesia 2019, dan Putri Pariwisata NTT 2019, wanita tersebut juga memiliki banyak prestasi lainnya seperti pada saat ajang Putri Pariwisata Indonesia, dia juga menjuarai Putri Pariwisata kategori Favorit, dan juga kategori Intelegensia. Di luar ajang tersebut, dia memiliki prestasi seperti Duta Anak Kabupaten TTU Tahun 2018, Miss Tourism Metropolitan International 20/21, dan juga untuk tingkat universitas yakni Student Ambassador of President University. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ruang Kelas Selengkapnya
Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun