Gaya Hidup Pilihan

Distan Aceh Tengah "Uji Keterampilan" Petani Kopi

11 Oktober 2018   23:44 Diperbarui: 12 Oktober 2018   20:39 639 0 0
Distan Aceh Tengah "Uji Keterampilan" Petani Kopi
Arsip pribadi

Salah satu metode untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan keterampilan  petani  kopi, Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tengah menyelenggarakan lomba beberapa aktivitas  yang biasa dilakoni oleh petani di lahan kebun usaha taninya, baik pekerjaan itu layak bagi seorang  wanita atau memang  job husus bagi kaum lelaki.

Di dataran tinggi gayo semua kebun kopi adalah milik rakyat ( non prusahaan)  yang luasnya sangat pariatif, namun pola pemeliharan dan sistem budidaya rata-rata  menggunakan tenaga kerja yang ada dalam rumah tangga.

Selain pengalaman yang turun temurun petani juga bergabung dalam kelompoknya untuk mendapatkan pembinaan  dari para penyuluh pertanian , penyuluh swadaya dan penyuluh internal cotrol system dari mitra-mitra petani  yang menjalin kerja sama pemasaran.

Uji kemampuan bidang  keterampilan  bagi kelompok wanita tani adalah lomba memanen kopi secara baik dan benar  dan lomba memisahkan biji green  bean  yaitu penanganan  biji kopi yang siap untuk dieskport.

Sedangkan lomba untuk petani kopi  kaum peria  khusus  bidang tekhnis pemeliharaan  cabang  atau pemangkasan,  peserta hanya  satu orang dari masing-masing kecamatan dalam daerah kabupaten Aceh Tengah.

Kepala Dinas Pertanian Aceh Tengah dalam sambutan pembukaan  acara ini mengaamanatkan  kepada peserta bahwa ajang perlombaan ini bertujuan untuk meningkatkan fola keterampilan bidang pemeliharaan dan perlakuan panen pasca panen yang tepat.

Konon lagi  Aceh Tengah sudah dikenal  sebagai produsen kopi sampai ke manca negara, Kampung kopi yang  ikut dibina pemerintah  provinsi Aceh sudah dikenal dan dikunjungi  oleh Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) se Indonesia.

Sudah tak pantas lagi kita tidak mengerti tentang mutu kopi yang baik dan disukai oleh pembeli (konsumen). Pemanenan  buah yang  belum mask optimum akan mempengaruhi mutu biji kopi terutama ketika dipulper biji  kesat tanpa lendir  dan keras mengakibatkan kepingan biji pecah dan cacat. Dalam juknis penilaian   oleh Tim  Penilai apabila  mencapai 20 %  hasil panen buah yang muda  maka peserta tidak memenuhi syarat untuk dinilai.

Lomba  Tehknik Pemangkasan Kopi

Tidak terlepas dari fola pembelajaran yang disesuaikan kondisi lapangan,  lomba pemangkasan juga diberi rambu-rambu  pembatasan pemangkasan  yang tergolong  pangkas "RINGAN",  sebab tanaman kopi dalam keadaan awal musim panen sehingga  harus diutamakan penyelamatan buah  yang  hampir panen.

Namun kenapa harus ada peroses pemangkasan  ketika pohon masih  sedang berbuah ?  Nah inilah yang harus dipahami oleh seorang  petani yang ingin  produksivitas kebunnya  dinamis  dengan membuang cabang sial dan memelihara cabang keberuntungan.       

Lomba  Memanen Kopi  yang tepat dan cepat

Sesuai budaya  dataran tinggi gayo kendatipun pekerjaan ini juga bagian dari pekerjaan seorang lelaki, namun lebih  sesuai diarahkan sebagai pekerjaan kaum ibu, mungkin karena tidak memerlukan kekuatan otot. Khas budaya daerah, seorang ibu yang bekerja di lahan usaha tani lebih ethis menggunakan "KELUBUNG UPUH PADANG" ( Menutup  kepala dengan kain panjang)  dari pada menggunakan topi  atau sejenisnya. 

  • Lomba  Sortasi Biji green bean  ( DEPE TANGAN)
  • Pakaian direkomendasikan sama dengan peserta  pemanenan kopi,  yaitu  teradisi petani Gayo Takengon yang suka dengan canda tawa kedik mulawi  sambil bekerja . Melalui  lomba pemisahan biji kopi yang bermutu dengan yang rusak, diharapkan mampu menambah  keterampilan, kesabaran  dan kesadaran petani untuk melakukan pemanenan secara tepat dan benar.  Sebab disini akan dilihat  jumlah kerusakan akibat panen dan pasca panen yang tidak tepat.

Tiga Jenis perlombaan diatas  sangat antosias diikuti  petani  dari empat  belas kecamatan  sudah ikut ambil bagian  dan mendaptarkan diri kepada penyelenggara  tingkat kabupaten, sedangkan  untuk lomba kebun terbaik tahun ini baru dilakukan khusus  kelompok tani yang berada di sekitar kampung kopi kecamatan Bies, sebagai cikal bakal berdirinya berigade pemangkasan kopi atas inisiatif dan kemauan petani sendiri, demikian dijelaskan kepala bidang penyuluhan Aceh Tengah SULWAN AMRI, SP kepada  sejumlah undangan yang hadir.

Para peserta lomba dari semua cabang  masih penasaran, siapa sang juara pada perlombaan ini?  Panitia dan dewan juri  baru akan  membacakan keputusan pemenang   pada acara LOMBA ASAH TERAMPIL (LAT) tingkat kabupaten  yang diselenggarakan beberapa hari lagi, demikian disampaikan  MULIADI,SP  ketua panitia penyelenggara )*

   )* PENYULUH PERTANIAN ACEH