Mohon tunggu...
Sihol Hasugian
Sihol Hasugian Mohon Tunggu... Pembelajar Administrasi Publik; Sport Enthusiast.

Barcelonista, Gooners. Membaca dan menulis adalah sarana berbagi

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

RUU Minuman Berakhohol Bukan Solusi Kejahatan

30 November 2020   21:18 Diperbarui: 30 November 2020   21:32 13 0 0 Mohon Tunggu...

Baru-baru ini DPR membahas RUU Larangan Minuman Berakohol, beragam tanggapan kontra pun mencuat ke publik. Terutama substansi pada RUU tersebut yang berpotensi memunculkan masalah baru. Produk kebijakan ini diyakini perumus untuk melindungi segenap masyarakat dari dampak negatif dan menciptakan ketertiban dari para peminum alkohol. Kriminolog Andrianus Meliala  mengatakan bahwa tidak ada kaitan langsung antara minum alkohol dengan perilaku kejahatan. Hal senada pun disampaikan oleh Kriminolog UI, Josias Simon, yang menyampaikan bahwa, tidak ada basis data tentang tindak kejahatan terkait konsumsi minuman berakohol, pun korelasi antara kejahatan dan konsumsi minol.

Substansi pada RUU inipun dapat menimbulkan masalah baru di masyarakat. Misalnya bab 3 pasal 8 yang mengecualikan pada kepentingan terbatas, seperti kegiataan adat, keagamaan, medis, dan lainnya. Pengecualian ini malah dapat menimbulkan terjadinya konflik lain. Misalnya untuk kepentingan adat, yang tak menutup kemungkinan membuka celah peredaran di masyarakat. Atau adanya kecemburuan sosial dari masyarakat. Hal ini pun seolah-olah menandakan DPR tak serius dengan tujuan awal pembentukan produk kebijakan ini.

Selain tidak serius, pembahasan RUU ini juga seolah menafikan RUU yang memang mendesak untuk disahkan, seperti RUU penghapusan kekerasan seksual. Apalagi, larangan minuman berakohol telah diatur dalam beberapa regulasis. Misalnya diatur dalam KUHP pasal 300 dan 492. Selain itu, Peraturan Menteri Perdagangan No. 25 Tahun 2019 juga telah mengatur larangan tersebut. Yang perlu didorong sekarang adalah, peningkatan proses pengendalian, pengaturan, pengawasan secara ketat, dan konsistensi penegakan hukum oleh pemerintah bukan membentuk produk kebijakan baru yang malah menimbulkan konflik lain.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x