Mohon tunggu...
Sihar Emry
Sihar Emry Mohon Tunggu... Wiraswasta - Kompasianer

Alumnus Program Wajib Belajar 9 Tahun

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

[RTC] Rahasia Tanah

10 November 2021   18:25 Diperbarui: 10 November 2021   18:31 148 5 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Rahasia Tanah | dokpri

Suara kentungan bersahutan begitu Edison memejamkan mata. Dia tersentak. Matanya membelalak. Mimpikah? Suara tetap riuh. Dia mengarahkan wajah ke jendela yang ditutup gorden berwarna magenta. Selimut tersingkap. Edison duduk. Sepasang kakinya mencari sandal di tepi ranjang.

Hanya temaram di luar. Edison yang sudah berdiri tegak di depan jendela tak melihat apa-apa selain malam. Namun, suara kentungan masih bikin pekak telinga. Dia lantas menuju pintu kamar tidur meninggalkan Friska istrinya yang pulas. Menuruni tangga terus ke pintu depan.

Dia mengambil kunci dari gantungan berbahan jati. Angin sehabis hujan menempel di wajah begitu dia keluar menuju gerbang. Gerbang lempengan baja bermotif daun dia geser selebar muat badan. Di depan rumah dia menoleh kiri-kanan mencari asal kentungan yang semakin bising. Telinganya menangkap arah suara kentungan dari selatan.

***

Suara kentungan semakin riuh. Bercampur jerit panik warga kampung.

"Banjir..."

"Bangun, bangun..."

"Bandang..."

"Tuhan..."

Kata-kata muntah dari mulut-mulut warga. Semua berteriak sembari berlari. Bapak-ibu menggendong anak-anak. Muda-mudi menuntun orang-orang renta. Anjing-anjing berlarian menggonggong mencari tuan-tuannya. Babi-babi yang tertahan di dalam kandang menguik-nguik. Pun kerbau-kerbau. Menguak-nguak. Ayam-ayam berkeok.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan