Mohon tunggu...
Sihar Emry
Sihar Emry Mohon Tunggu... Wiraswasta - Wiraswasta

dari 0 menuju 0

Selanjutnya

Tutup

Wisata Pilihan

Jelajah Keindahan Letusan Supervolkano

26 September 2021   22:33 Diperbarui: 26 September 2021   22:35 97 2 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Jelajah Keindahan Letusan Supervolkano
(Danau Toba/sumber: kompas.com)

Keterpikatan hati saya pada Danau Toba baru muncul tahun 2006. Sebelumnya, danau ini adalah tempat membosankan. Bukan karena tak indah, tapi karena keterbatasan pengetahuan. Saya hanya tahu wisata Danau Toba sebatas Parapat, Batu Gantung, dan Tomok. Apalagi saya menganggap Danau Toba sekadar danau dengan legenda asal muasal bertokoh utama seorang perempuan jelmaan ikan mas.

Perjalanan saya tahun 2006 terjadi saat terlibat sebagai kru dalam pementasan monolog sebuah kelompok teater asal Bandung di Medan, Pematang Siantar, dan Samosir. Pementasan di Samosir digelar di Tuktuk Siadong, sebuah desa dengan lanskap semenanjung, 10 kilometer dari Tomok, yang menjadi kampung turis asing.

Keesokan hari setelah pementasan terakhir tim produksi keliling Pulau Samosir menggunakan 5 unit motor sewaan. Kami menyinggahi batu hobon dan aek rangat. Batu hobon yang berbentuk bongkahan batu berdiameter 1 meter diyakini sebagai peti penyimpanan pusaka Saribu Raja, cucu Si Raja Batak dari anak pertama, Guru Tatea Bulan.

Situs batu hobon berada 1 area dengan gunung Pusuk Buhit dan desa Sianjur Mulamula. Pusuk Buhit diyakini sebagai tempat diturunkannya Si Raja Batak yang kemudian menetap di Sianjur Mulamula dan dari sini keturunannya yang menyandang marga-marga tersebar ke seluruh dunia.

Dari batu hobon kami ke aek rangat, area pemandian air hangat yang dilengkapi kolam-kolam tertata buatan warga. Sumber air hangat yang mengandung belerang di lokasi ini berasal dari lereng putih keabu-abuan di kaki Pusuk Buhit. Tak perlu membayar menikmati aek rangat. Penghasilan pengelola berasal dari makanan dan minuman yang mereka jajakan.

Sehari mengelilingi Samosir membuka mata bahwa tiap sudut Danau Toba menyajikan keindahan. Perjalanan yang membuat saya memandang Danau Toba dengan kacamata berbeda termasuk saat kemudian kembali menjejakan kaki di Parapat atau Tomok yang memiliki pertunjukan tortor boneka kayu Sigale-gale.

Perjalanan tahun 2006 itu memunculkan keinginan untuk selalu kembali. Namun, perjalanan berikutnya baru terwujud tahun 2008 saat saya mengikuti tour sebuah komunitas pencinta Danau Toba yang pegiatnya terdiri dari aktivis lingkungan, arkeolog, budayawan, jurnalis, rohaniawan, dan seniman.

Selama 3 hari kami menyusuri Danau Toba menggunakan kapal motor. Keberangkatan diawali dari Tigaraja dan singgah di beberapa titik. Titik persinggahan pertama adalah air terjun Situmurun. Air terjun setinggi 70 meter ini merupakan satu-satunya air terjun di kawasan Danau Toba yang jatuh langsung ke danau.

Dari air terjun yang masuk wilayah Kabupaten Toba tim bergerak menuju menyusuri tepian Pulau Samosir dan melintasi Pulau Sibandang menuju Bakkara, lembah di barat daya Danau Toba, asal pahlawan nasional Raja Sisingamangaraja XII. Di sini tim mengunjungi situs aek sipangolu.

Aek Sipangolu yang berarti air kehidupan oleh warga setempat diyakini sebagai mata air yang memancar dari bekas tapak kaki gajah Sisingamangaraja XII. Sisingamangaraja XII menancapkan tongkatnya di sana saat berdoa memohon diberikan air. Begitu sang raja menarik tongkatnya air pun memancar hingga saat ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...
Lihat Konten Wisata Selengkapnya
Lihat Wisata Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan