Mohon tunggu...
Sihar Emry
Sihar Emry Mohon Tunggu... Wiraswasta

dari 0 menuju 0

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Jelajah per Jelajah

13 Mei 2021   11:18 Diperbarui: 14 Mei 2021   09:31 63 4 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Jelajah per Jelajah
jelajah per jelajah

A sampai Z dikuasainya dalam satu jam pelajaran. Begitu guru selesai menyebut satu demi satu huruf di papan tulis, dia sudah menghafalkan dalam pikiran. Saat guru meminta menyebut huruf-huruf yang ditunjuk secara acak, hanya dia yang fasih menjawab. Teman-temannya sesama murid menatapnya tak berkedip.

Perintah guru untuk menuliskan huruf demi huruf di buku catatan dia patuhi dengan menuliskan dalam bentuk yang sama persis seperti di papan tulis. Cepat pula dia menyambung huruf per huruf menjadi suku kata, merangkai dua-tiga suku kata menjadi kata, dan melafalkan kata per kata sebuah kalimat.

Penguasannya atas huruf berbanding lurus dengan penguasaannya atas angka. Dia serap cara menambah, mengurang, mengali, membagi tanpa kesulitan berarti. Dia mengenali bangun datar dan bangun ruang, memahami cara mencari keliling, luas, dan isi tanpa perlu diterangkan berulang.

Meski cepat menguasai materi, tak pernah dia jemu menunggu teman-temannya mengerti. Dia tetap duduk tenang mengikuti proses belajar, tekun mendengarkan penjelasan demi penjelasan guru dan menyalin di buku catatan, mengerjakan soal-soal latihan, membantu teman yang kesulitan memahami.

Perpustakaan sekolah menjadi tempatnya menghabiskan jam istirahat. Pulang sekolah, usai makan siang dan mengerjakan tugas, taman bacaan tak jauh dari rumah menjadi tujuan. Dia di sana hingga sore tiba. Malam sebelum tidur dia bercakap-cakap dengan sepasang manusia -- Lelaki dan Perempuan --  yang menjadi orangtuanya perihal apa-apa yang dia baca di perpustakaan dan taman bacaan.

Lelaki dan Perempuan yang dipanggilnya bapak dan ibu bukan orangtua biologisnya. Dia mendatangi rumah mereka pada suatu malam bertabur bintang. Berdiri di depan pintu, mengetuk, dan tersenyum begitu Lelaki membukakan pintu. Dia masuk tak peduli tatapan heran Lelaki dan Perempuan yang muncul dari kamar.

"Nak, kamu siapa?," tanya Lelaki sopan.

Dia berhenti dan menjawab, "Mengapa Bapak menanyakan itu kepada anak sendiri?"

Lelaki dan Perempuan saling pandang.

"Kamu kesasar? Kamu tinggal dimana, Sayang?," Perempuan berjongkok. Wajah Perempuan dan wajahnya saling berhadapan.

"Betapa ganjil pertanyaan Ibu. Bukankah ini rumah tempat kita tinggal?"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x