Mohon tunggu...
Sigit Kamseno
Sigit Kamseno Mohon Tunggu...

"dari debur ombak lautan, dari jurang-jurang curam.. dari lereng bukit terjal... dari bayang danau nan teduh, dan dari sungai mengalir jauh... kita dapat melihat masa lalu..."

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Masya Allah, Saya Melihat UFO!

12 Maret 2014   16:19 Diperbarui: 24 Juni 2015   01:01 0 1 1 Mohon Tunggu...

Bismillah, saya menulis ini dengan hati yang berat, dengan menyadari resiko yang akan saya dapatkan dengan mempublish hal ini di media sosial dimana kita tidak saling kenal, baik itu komentar negatif bahkan tuduhan-tuduhan tak pantas. Apalagi apa yang saya ceritakan merupakan hal yang seringkali dianggap Hoax. Nafas saya sendiri merasa berat untuk menceritakan ini. Tapi saya betul-betul ingin berbagi. Saya hanya ingin rekan-rekan pembaca memahami, melihat lebih dulu track record tulisan-tulisan saya di Kompasiana, juga memahami apa yang ingin saya sampaikan. Saya berharap di antara rekan-rekan ada yang memiliki pengalaman serupa. Kejadian ini sudah lama, sejak saya masih SD. Terjadi pada sekira tengah malam di bulan Ramadhan. Waktu itu saya dan teman-teman sedang shalawatan di Mushalla dekat rumah. Seorang teman yang mau buang air kecil ke luar berteriak melihat benda asing yang terbang rendah. Kami, anak-anak SD yang berjumlah belasan itu, berlari ke luar mushalla dan takjub melihat sebuah benda bulat berwarna merah terbang lambat, turun dari ketinggian rendah ke kaki bukit di belakang kebun bambu. Bentuk benda itu seperti Lampu Utama Masjid Istiqlal yg besar itu. Bulat dan ada garis-garis seperti berlian. benda tersebut menyala redup berwarna merah. Terbang rendah pelan-pelan menuju ke kaki bukit. Ketinggiannya kira-kira setara dengan 5 kali menara listrik. Dari jarak sedemikian itu, benda tersebut tampak sebesar bulan. Benda asing itu terus terbang pelan dan turun ke belakang kebun bambu, di kaki bukit Gunung Putri, Bogor. Dan yang membuat kami tercengang, ketika turun landing, ia membumbungkan asap, asapnya besar sekali, dan tiba-tiba kebun bambu tersebut  menjadi sangat terang bercahaya kekuningan, sampai-sampai batang-batang pepohonan bambu terlihat tegas kehitaman dibalik cahaya benda asing tersebut yang turun jauh di kaki  bukit sana. Tak ada yang berani mendekat karena sudah tengah malam. dan tentu saja, anak kampung malam-malam tak ada yang membawa kamera. Hingga kini, jika saya pulang ke rumah dan mengobrol dengan teman-teman, kami masih bisa ingat dengan jelas benda misterius tersebut, dan masih menyimpan pertanyaan benda apa yang kami lihat sewaktu malam itu. Alam memang menyimpan misteri  yang mahaluas. Kita tidak tahu di alam semesta yang mahaluas ini, dalam dimensi ruang yang tak di ketahui batasnya, Tuhan Menciptakan misteri yang membuat dada terasa berat.. Semoga komentar hanya yang baik-baik.. amien..