Sigit Budi
Sigit Budi wiraswasta

Ordinary father of 3 kids, kopi "addict"

Selanjutnya

Tutup

Muda Artikel Utama

Hoaks dan "Hate Speech" dari Kacamata Miss Internet 2017

27 November 2017   23:20 Diperbarui: 28 November 2017   10:29 2189 7 3
Hoaks dan "Hate Speech" dari Kacamata Miss Internet 2017
Marsya Gusman Miss Internet 2017. Dok Marsya

Marsya Gusman didaulat oleh Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) sebagai "Duta Literasi Digital" dengan gelar " Miss Internet 2017". Setelah pertemuan saya dengan Marsya saat sebagai pembicara pada workshop produksi video konten kreatif di komunitas GenKTP, saya tertarik untuk menggali wawasannya soal internet positif dan literasi digital.

Setelah mendapatkan kontak Marsya, saya menghubunginya lewat aplikasi WA. Lalu kami sepakat untuk wawancara lewat WA dengan 10 pertanyaan dan tambahan tips. Marsya bersedia dan mengirimkan jawabannya via voice message. Keponakan mantan Bintang Film Yessy Gusman menjawab dengan lancar 10 pertanyaan saya. Berikut penuturan Marsya yang saya transkip ke format teks untuk 5 jawaban yang saya pilih berkait internet positif

Tanya:Motif pribadi tertarik untuk ikut ajang Miss Internet?

Marsya Gusman:
Saya sebelumnya pernah bekerja di salah satu perusahaan digital di Australia dan Indonesia, dari situ timbullah kecintaan saya terhadap dunia digital. Suatu hari sedang jalan-jalan Indonesia di event Indonesia Internet Exchange, Pameran ISP seluruh Indonesia, di Balai Kartini Jakarta. Saat ada audisi "Miss Internet", saya pikir mumpung masih muda, ya ikut saja. Mereka mencari yang memang sudah paham tentang dunia internet. Berawal dari iseng-iseng itu untuk cari pengalaman, ternyata hadiahnya lumayan untuk modal usaha lagi. Alhamdulillah menang dan setahun ini saya bersama Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) mempromosikan literasi digital di Indonesia.

Marsya sebagai Duta Literasi Digital
Marsya sebagai Duta Literasi Digital
Tanya:Pendapat tentang maraknya hate speech dan intolerance di media sosial dan internet?

Marsya Gusman:
Sebenarnya muncul karena ada pihak-pihak merasa timbul kesempatan dengan maraknya internet. Entah mereka menyebarkan propaganda jadi lebih cepat dengan internet atau ada kepentingan tertentu yang ingin didapat oleh pihak tersebut. Sayangnya belum semua masyarakat Indonesia bisa menerima informasi tersebut, masih menerima mentah-mentah. 

Terutama di daerah-daerah yang masih baru akses internetnya. Mereka percaya saja apa yang ada di situ (internet), akhirnya timbullah beberapa orang merasa dirinya lebih baik dari yang lain hingga hilang toleransi di Indonesia. Tidak menghargai perbedaan, pendapat orang lain, padahal internet bisa menjadi tempat kebebasan berpendapat (freedom of speech). Karena tidak bisa menghargai pendapat orang lain, timbulah perdebatan-perdebatan dan "cyber bullying" tapi juga harus dikurangi orang-orang yang membuat propaganda tersebut.

Dok. Marsya
Dok. Marsya

Tanya: Solusi untuk mengatasi konten internet negatif di kalangan Millenialis dan Gen Z?

Marsya Gusman:
Kita sendiri harus membuat konten-konten positif agar pengakses konten negatif tahu ada konten positif yang segar layak diakses. Selama ini orang Indonesia terbiasa dengan konten "Bad news is good news" Akhirnya berita-berita dibuat jelek karena mereka tahu orang Indonesia bakal suka hal-hal seperti itu. Bagaimana cara agar "good news" itu tidak kalah aktraktif dengan "bad news" Sekarang sudah banyak kreator konten positif di internet, seperti Cameo Production, Calon Sarjana (YouTube), artis cilik Naura juga aktif dengan konten positif.

Cara terpenting, kita yang baik-baik, yang suka menginspirasi positif tidak hanya menjadi user tapi juga berkarya di situ. Kalau kita mulai dari diri kita untuk mulai hal-hal baik tentu akan menular energi positif bagi pengguna internet lainnya.

Tanya: Harapan Anda 5 tahun ke depan tentang kondisi pengguna internet?

Marsya Gusman:
Kita bisa terus bisa berinovasi dalam segi-segi start up, bisnis online yang keren-keren. Tapi juga dalam hal literasi pemahaman kita semakin baik tentang dunia internet. Walaupun ada hoaks di internet pengguna yang baik tidak terbawa. Kita bisa lebih produktif menggunakan internet untuk berkarya, apalagi sekarang akses pendidikan di internet sudah banyak, ada ebook, forum, jurnal akademik. Kalau orang Indonesia banyak mengakses internet untuk pendidikan, bukan gaya-gayaan Indonesia akan menjadi negara maju. Kita miliki akses sama dengan lain, internet sebaiknya digunakan untuk hal-hal baik dan itu harus mulai dari sekarang.

Tanya: Apa langkah pribadi untuk sosialisasi internet di kalangan keluarga dan teman-teman?

Marsya Gusman:
Berbicara bukan sebagai yang menggurui tapi sebagai teman, teman itu kita ingin sesuatu yang lebih baik untuk mereka. Untuk keluarga cara bicara kepada yang lebih tua juga tidak bisa menggurui kita lihat dari perspektif kita. Alhamdulilah orang-orang di sekitar saya adalah bukan orang yang langsung... ohh Marsya ini lebih muda saya nggak mau dengerin. Mereka juga mau belajar, mereka juga paham kalau dulu paradigmanya anak kecil semakin dewasa semakin pintar seiring pertumbuhan. Sekarang orang dewasa pun juga paham anak kecil banyak lebih pintar dari orang dewasa, bahkan lebih tahu duluan yang membedakan kedewasaannya. Anak-anak perlu bimbingan orang tua agar informasi yang diakses anak-anak dapat dikontrol.

Dok. Marsya
Dok. Marsya

Tips Berinternet positif dari Marsya Gusman:

1. Filtering
Kritis dalam menerima informasi, apakah berita ini akan berdampak baik apa tidak bagi sekitar. Kroscek kebenarannya, berpikir sebelum sharing.

2. Security
Internet itu tempat berbagai macam konten. Sekali kita meng-upload, itu bisa ada dimana-mana. Maka alangkah baiknya kita tidak menyebarkan informasi atau data yang di rasa privasi. Agar tidak di gunakan oleh pihak pihak yg tidak benar. Apalagi dengan maraknya cyber crime selama ini. Bisa jadi nanti disalahgunakan.

3. Produktif
Gunakan internet untuk berkarya, menimba ilmu, menambah teman, membangun usaha, menginspirasi, dsb. Karena walau banyak dampak positif, sejatinya internet bisa menghasilkan banyak hal yang baik jika kita mau memaksimalkan penggunaanya untuk hal yang positif.