Mohon tunggu...
Sigit
Sigit Mohon Tunggu... Mimpi-mimpi yang menjadi kenyataan

Dibalik kesuksesan seorang anak ada doa ibu yang selalu menyertainya, kasih sayangnya takan pernah luntur, dan takan tergantikan.

Selanjutnya

Tutup

Birokrasi Pilihan

Analisa Lift Jatuh di Blok M "Manusia yang Salah"

20 April 2017   07:08 Diperbarui: 20 April 2017   09:43 2578 8 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Analisa Lift Jatuh di Blok M "Manusia yang Salah"
Sumber Gambar|Daily Express

Insiden lift jatuh sering kali terjadi, terakhir di pusat perbelanjaan Blok M Square Jakarta Selatan, Jumat, (17/03/2017). Insiden mengerikan ini tentu sangat kita sayangkan, menginggat baru beberapa bulan yang lalu juga terjadi insiden yang menelan korban jiwa. Kejadian itu menambah daftar panjang kasus jatuhnya alat angkut yang digunakan hampir ditiap gedung yang ada.

Kejadian awal terjadi di RS Fatmawati terjadi pada Ahad, (19/06/2016), pukul 11.45 WIB. Lift  jatuh dari lantai empat ke lantai satu di Gedung Instalasi Rawat Inap Teratai. Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun satu orang dilaporkan mengalami luka retak di bagian kaki. Dugaan sementara, lift pengunjung itu jatuh karena sistem brake yang bermasalah.

Sebelumnya insiden yang sama terjadi di Gedung Nestle, Perkantoran Hijau Arkadia, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Kamis (10/12) memakan 2 orang korban. Masalahnya lantaran kabel berdiameter rope governor 8 MM diganti 6 MM, hal tersebut  yang menyebkan rem tidak bekerja. 

Menyusul insiden di awal tahun 2017, terjadi di gedung BRI II, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat. Korban mengalami luka di bagian kepala akibat kejatuhan bagian atap lift. "Pernyataan dari pihak BRI II, tidak ada insiden terjatuh, yang ada mengalami overshoot." (Sumber Kompas)  Atas kejadian tersebut, pihak BRI sampai mendatangkan ahli dari Jepang untuk melakukan investigasi terkait insiden yang terjadi dan melakukan safety audit untuk seluruh lift yang ada di gedung itu. 

Rentetan kejadian yang memilukan walaupun tidak sampai merengut korban jiwa setidaknya menjadi pelajaran bagi setiap pengguna, terlebih pengelola gedung untuk selalu melakukan Maintenance baik yang bersifat Daily, Weekly, monthly sampai tindakan preventif. Hal ini sangat perlu dilakukan, bukan hanya untuk gedung perkantoran, pusat belanja, tapi juga untuk semua gedung yang menggunakan lift sebagai alat angkut manusia.

Foto|Petunjuk keselamatan & Penggunaan lift (dokumentasi pribadi)
Foto|Petunjuk keselamatan & Penggunaan lift (dokumentasi pribadi)
Sekarang saya sering was-was ketika hendak menggunakan lift disebuah gedung. Phobia ketika berada di dalam sendirian, apalagi ada suara yang ditimbulkan saat bergerak. Petunjuk keamanan yang dipasang baik diluar maupun didalam seolah hanya menjadi hiasan, tatkala mengingat kejadian demi kejadian yang terus berulang. Terkadang timbul pertanyaan di kepala, apakah saat terjadi kecelakaan memang manusianya yang salah? 

Dari sumber berita kompas yang tayang tanggal (07/04/2017)  Setelah penyidik mendapatkan hasil dari laboratorium forensik dan keterangan saksi ahli yang menyelidiki kasus jatuhnya lift di Blok M Square, "penyidik menyimpulkan penyebab lift itu anjlok bukan karena kerusakan, melainkan karena kelebihan beban." Sebagai informasi tambahan tiga hari sebelum kejadian, lift sudah dilakukan maintenance oleh pihak pengelola gedung.

Tidakah terlalu dini, pihak kepolisian menyimpulkan bahwa manusia yang salah dalam insiden yang terjadi. Adakah faktor lain, misalkan dari komponen lift yang memang sudah aus dan harus di ganti, atau memang selama ini sering ada kelalaian dalam melakukan maintenancenya. Terlalu gampang menurut saya menyimpulkan tidak ada kesalahan pada pihak pengelola gedung terkait insiden yang terjadi.

Melakukan analisa kejadian yang menelan korban, pasti akan ada yang dikorbankan. Pertama barang mati (lift) yang ujung-ujungnya disalahkan ketika manusianya tak lagi mengakui kesalahan yang di buat, dalam hal ini pihak pengelola gedung. Kedua adalah Manusianya, (Penumpang) ketika aturan yang dibuat dilanggar, kemudian terjadi kecelakaan, maka pantaslah mereka dijadikan biang masalah dengan argumen yang bisa diterima serta masuk akal. 

Beberapa media yang memberitakan soal lift jatuh di Blok M square, memiliki informasi yang berbeda-beda. Mengenai kapasitas maksimal, dan aktual jumlah orang saat kejadian. Selain itu, apa yang disampaikan saksi yang di wewancarai dengan berita yang di tulis beberapa media juga tidak sama. Jadi, sebagai pengkomsumsi berita, mana yang harus kita percayai saat ini?

Ada 2 versi berita yang beredar waktu kejadian, yang pertama jumlah penumpang saat kejadian 25 orang. Namun menurut keterangan hasil penyelidikan polisi, ada 31 orang pada kejadian di hari tersebut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x