Mohon tunggu...
Sigit Eka Pribadi
Sigit Eka Pribadi Mohon Tunggu... Administrasi - #Juara Best In Specific Interest Kompasiana Award 2023#Nominee Best In Specific Interest Kompasiana Award 2022#Kompasianer Terpopuler 2020#

#Juara Best In Specific Interest Kompasiana Award 2023#Nominee Best In Specific Interest Kompasiana Award 2022#Kompasianer Terpopuler 2020#Menulis sesuai suara hati#Kebebasan berpendapat dijamin Konstitusi#

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Frasa "Agama" Bakal Dihapus, Diganti "Akhlak dan Budaya", Duhai Kemendikbud, Mas Nadiem?

8 Maret 2021   09:56 Diperbarui: 8 Maret 2021   10:43 8081
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Nama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang juga pendiri Gojek, Nadiem Makarim masuk dalam daftar 100 orang berpengaruh di masa depan atau 'TIME 100 Next'. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020-2035 yang telah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Kemendikbud RI) sepertinya perlu di revisi atau setidaknya perlu dikaji lagi lebih mendalam.

Sebab, dalam Road Map Pendidikan tersebut, ternyata frasa "Agama" akan dihapus dan akan digantikan dengan frasa "Akhlak dan Budaya".

Bahkan, terkait apa yang telah diluncurkan oleh Kemendikbud ini memicu reaksi kritik keras dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah beserta Ormas lainya dan berbagai pihak berkompeten lainya hingga pihak lintas agama, yang menyatakan keterkejutannya melihat perencanaan peta jalan pendidikan nasional yang telah diluncurkan tersebut.

Beritanya di sini: Mui Terkejut, Peta Jalan Pendidikan Nasional hapus Frasa Agama

Ya Tuhan, ini berarti nama Mata Pelajaran Pendidikan "Agama", berganti jadi Mata Pelajaran Pendidikan Akhlak dan budaya, loh kenapa sih, bagaimana ini Kemendikbud, bagaimana ini Mas Nadiem, kok bisa begitu sih.

Apakah harus frasa "Agama" dihapus, seurgen atau sepenting apa sih kok mesti harus diganti dengan frasa "Akhlak dan Budaya"?

Hellow, tolong hal ini dijelaskan, apa ada eh ada apa dong, kenapa dong, apa jangan-jangan ada apa apanya nih, ada maksud tertentu nih, jangan-jangan sengaja nih, tuhkan jadi prasangka dan berpersepsi, ini nih yang jadinya rawan, muncul multitafsir.

Ya bagaimana tidak ditentang, karena jelas saja penghapusan hilangnya frasa "Agama" jadi polemik dan memang sangatlah patut dipertanyakan, apa latar belakang alasan mendasarnya, kenapa kok harus dihapus

Duhai Mas Nadiem, Duhai Kemendikbud, apa jadinya bila tidak ada lagi yang namanya mata pelajaran Pendidikan Agama, kenapa harus diganti nama jadi mata pelajaran Akhlak dan Budaya, apa jadinya spiritual dan moral generasi bangsa ini ke depan.

Jadi, dalam hal ini penulis sepakat dengan berbagai pendapat yang menyatakan bahwa penghapusan frasa Agama dalam Roadmap Pendidikan Nasional tersebut merupakan bentuk melawan Konstitusi atau inkonstitusional.

Bahwa penghapusan frasa "Agama" dalam peta jalan Pendidikan Nasional tahun 2020-2035 sangat jelas bertentangan dengan 31 UUD 1945 ayat 5, yang berbunyi: "Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia".

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun