Mohon tunggu...
Sigit Eka Pribadi
Sigit Eka Pribadi Mohon Tunggu... Administrasi - #Jadikan pekerjaan itu seni dan hobi#Dulu membidangi Humas dan Media#Sekarang Membidangi Seni dan Hiburan#

#Menulis sesuai suara hati,kadang kritis,tapi humanis,berdasar fakta dan realita#Kebebasan berpendapat dijamin Konstitusi#Jangan membungkam#

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Cerita Fabel | Katak, Kecebong, dan Kadal Gurun

7 Januari 2021   21:50 Diperbarui: 7 Januari 2021   21:56 681 14 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Cerita Fabel | Katak, Kecebong, dan Kadal Gurun
Ilustrasi gambar olah kolase ; foto kadal gurun diambil dari detik.com sedangkan foto katak diambil dari hewanpedia.com

Tokoh binatang, tempat dan narasi cerita dalam cerita fabel katak, kecebong dan kadal gurun ini hanyalah fiksi belaka, yang terpenting adalah, melalui cerita fabel ini, penulis hanya ingin menitip pesan kebaikan.

Seperti biasanya, cuaca di padang gurun kahala begitu kering dan panas mendidih, suhu udaranya pun bisa mencapai di atas 40 derajat selsius.

Meskipun jarak sang surya sekitar 150 juta kilometer dari padang gurun, tapi pijaran cahaya apinya tetap terasa sangat begitu galak, seperti selalu bermurka-murka ingin membakar apa saja yang ada di padang gurun.

Namun, cuaca yang terasa panas nan mendidih tersebut, tidaklah dapat menderakan bangsa kadal gurun yang mendiami sarangnya di balik lubang-lubang jebakan mangsa yang telah diciptakan dengan kedalaman yang bermeter-meter.

Mungkin kedalaman lubang tersebut ada sekitar 5 meter, sehingga mangsa yang bernasib sial masuk ke dalam lubang tersebut, tidak akan bisa keluar selamanya.

Bangsa kadal gurun ini kulitnya beruam-ruas sangat tebal dan berwarna cokelat pasir yang berhiaskan benjolan-benjolan tajam nan keras yang berfungsi sebagai senjata untuk mempertahankan dirinya, sehingga membuatnya takmempan dari sengatan cuaca gurun.

Sementara itu, takjauh dari situ, para kecebong sedang bersuka ria di padang oase yang indah, berhiaskan sabana subur menghijau dengan barisan pepohonan yang rimbun, serta dikelilingi danau dangkal berair bening dari sumber mata air abadi.

Dengan didampingi para katak yang merupakan para tetua bijak mereka, para kecebong asyik masyhuk bercumbu ceria di danau berair bening itu dan sesekali mereka berjumpalitan di antara pancaran sumber mata air abadi yang berbau belerang itu.

Setiap hari siang dan malam para tetua mereka mengiringi dan merayu dengan nyanyian pemanggil hujan, berpadu suara di antara sopran dan mezzo sopran, tidak ketinggalan juga di antaranya ada suara bariton dan tenor.

Meskipun hujan tidak kunjung menghunjam membilas padang gurun, tapi takmembuat para tetua mereka terhenti mengumandangkan lagu kebangsaan pemanggil hujan baik itu siang maupun malam.

Suasana alam yang tercipta di padang oase tersebut, memang layaknya dilingkupi kubah tabir surya raksasa, sehingga yang tercipta didalamnya adalah semilir dan kesejukan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x