Mohon tunggu...
Sigit Eka Pribadi
Sigit Eka Pribadi Mohon Tunggu... #Jadikan pekerjaan itu seni dan hobi#Dulu sempat membidangi Humas dan Media#Sekarang Membidangi Seni dan Hiburan#

#Menulis sesuai suara hati,kadang kritis,tapi humanis,berdasar fakta dan realita#Kebebasan berpendapat dijamin Konstitusi#Jangan membungkam#

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Pilihan

Jangan Terjerat Puber Kedua yang "Beti-beti" dengan Nafsu Birahi

20 Desember 2020   18:04 Diperbarui: 20 Desember 2020   18:15 936 48 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Jangan Terjerat Puber Kedua yang "Beti-beti" dengan Nafsu Birahi
Ilustrasi gambar via Theasianparent.com

Ya, puber kedua memang bisa jadi momok dalam kehidupan bahtera rumah tangga, sebab kalau puber kedua ini jadi kebablasan dan tidak segera di atasi, maka hubungan rumah tangga bisa jadi hancur berantakan.

Menurut berbagai literasi yang jadi referensi dari penulis, puber kedua ini dapat dialami oleh pria dan wanita dengan kisaran usia 35 tahun sampai dengan 40 tahun keatas.

Dari berbagai referensi tersebut, puber kedua dinyatakan sebagai perimenopause yaitu masa-masa ketika kehidupan seseorang kembali melewati periode dorongan gairah yang menggebu-gebu, pada usia sekitar 35-40 tahun.

Nah, kalau mencermati adanya dorongan gairah yang menggebu-gebu tersebut, maka artinya puber kedua ini juga bisa berkaitan dengan dorongan nafsu yang bertumpu pada hasrat, gairah dan birahi seksualitas.

Di sinilah yang sejatinya boleh atau bisa dinyatakan juga, bahwa ternyata puber kedua ini adalah termasuk juga kedalam situasi yang "beti-beti" atau beda tipis saja dengan nafsu birahi.

Dan bisa berarti juga, puber kedua ini kalau kita kebablasan dan masuk terlalu jauh di dalamnya dengan terjerat menurutinya, kita bisa bablas dengan nafsu birahi ini, maka kita bisa lepas kontrol mengikutinya dengan melampiaskannya kepada orang lain.

Nah, inilah yang pada akhirnya kalau ada yang tidak kuat mengatasi godaan nafsu birahi tersebut dan terjerat masuk di dalamnya, maka inilah juga yang dapat menimbulkan perselingkuhan serta membuat berantakan kehidupan rumah tangga.

Ya, jujur dan tidak munafik, penulis pun juga ada pernah merasakan gejala-gejala ataupun rasa "beti-beti" yang cukup intens memasuki masa puber kedua ini.

Untungnya dalam hal ini, penulis bisa mengatasinya dan bersyukut tetap mampu menjunjung tinggi komitmen berumah tangga, dengan tidak membuka ruang sedikitpun terhadap godaan ataupun pengaruhnya yang merasuki ruang pikiran dan hati penulis, dan semoga saja komitmen ini tetap teguh hingga kedepannya.

Secara gambaran umumnya menurut yang penulis alami, ketika mulai merasakan gejala "beti-beti" puber kedua dengan nafsu birahi ini, maka apa yang menjadi penyebabnya di antaranya adalah seperti;

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x