Mohon tunggu...
Sigit Eka Pribadi
Sigit Eka Pribadi Mohon Tunggu... #Jadikan pekerjaan itu seni dan hobi#Email: vicksigit@gmail.com#Dulu sempat membidangi Humas dan Media#Sekarang Membidangi Seni dan Hiburan#

#Menulis sesuai suara hati,kadang sangat kritis,tapi humanis,berdasar fakta dan realita#Kebebasan berpendapat dijamin Konstitusi#Jangan pernah membungkam#

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan Pilihan

Menggugat Para Koruptor Pengkhianat Rakyat dan Kewajaran Menuntut Tanggung Jawab Pemerintah

11 Januari 2020   17:21 Diperbarui: 11 Januari 2020   17:25 242 21 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menggugat Para Koruptor Pengkhianat Rakyat dan Kewajaran Menuntut Tanggung Jawab Pemerintah
Ilustrasi gambar| Diedit dari gambar milik Solider.id

Berbagai skandal terjadi di sejumlah BUMN, ataupun di sejumlah instansi pemerintahan baik pusat dan daerah, sedikit demi sedikit mulai terkuak, oknum oknum yang terlibat didalamnya mulai diusut. Satu inti akar masalah yang menjadi penyebabnya adalah korupsi.

Para oknum pengelola dana jutaan umat dan notabene mengemban amanah rakyat baik di BUMN dan pemerintahan dengan begitu serakahnya menipu rakyat, menghalalkan segala cara, mempraktikan berbagai kedoknya mengkhianati kepercayaan rakyat, menyalah gunakan kepercayaan rakyat, mengembat dana umat.

Mereka para koruptor dan keluarganya dengan santainya dan jumawa hidup bermewah mewah tanpa malu sedikitpun merampok dana umat hanya untuk memperkaya diri sendiri dan keluarga.

Apalagi rakyat sekarang ini sedang dalam kondisi ekonomi sulit, seperak dua perak sangat berharga menopang beban hidup rakyat.

Kalau begini terus keadaannya, dihadapkan realita maraknya korupsi, bagaimana masayarakat mau percaya dengan birokrat dan birokrasi pemerintahan.

Bullshit, begitulah kira kira reaksi rakyat yang sudah semakin reaktif dan sensitif karena selalu saja terkhianati dengan korupsi dinegara ini.

Wajar kalau sekarang ini kebanyakan dari rakyat bersikap skeptis dan destruktif kepada pemerintah, karena sudah muak dengan berbagai penyelewengan dan korupsi yang terjadi di negeri ini.

Bahkan terkadang suguhan drama drama dengan skenario untuk menutupi kebusukan kebusukan korupsi dilakukan agar para koruptor tetap bisa menghirup udara bebas dan tetap menikmati hidup bergelimang harta dari hasil korupsi.

Rakyat selalu jadi tumbal, karena hanya jadi obyek yang selalu dikorbankan dari berbagai tujuan kepentingan kepentingan.

Kenyataannya sekarang ini, dengan fakta banyaknya kasus korupsi yang menjerat para pejabat birokrat mulai dari pejabat publik, pejabat pemerintahan, politisi dan kalangan lainnya maka dapat disimpulkan, bahwa saat ini banyak dari para punggawa pemerintah tersebut tengah mengalami fase degradasi moral. Perilaku korupsi yang eksis merajalela seolah telah menjadi bagian dari roda kehidupan mereka.

Fakta yang menyakitkan, ketika ratusan pejabat seperti gubernur, walikota, bupati, anggota dewan dan pejabat lainnya berhasil dijaring oleh KPK karena korupsi, ada yang masih proses dan ada juga yang akhirnya masuk bui.

Bayangkan saja jabatan-jabatan penting yang diemban dalam rangka menjalankan amanah rakyat di dalam pemerintahan ternyata disalah gunakan untuk perbuatan korupsi. Para pejabat yang seharusnya bertugas menjalankan amanah rakyat malah berkhianat kepada rakyat.

Membangun kembali kepercayaan rakyat bukanlah perkara mudah, maka pemerintah harus dapat memakluminya, bila sekarang ini kepercayaan masyarakat terhadap birokrat dan birokrasi ataupun secara umumnya seluruh lini pemerintahan menjadi luntur.

Tragis sekali, inilah yang sangat memprihatinkan ditengah kondisi bangsa yang sedang dalam kondisi prihatin, justru maraknya perilaku korupsi menambah keprihatinan dan menjadi beban yang sangat berat sebagai persoalan bangsa.

Ibarat kata korupsi layaknya kanker yang mendarah daging yang menjadi ukuran terhadap standar moral dan intelektual para pejabat birokrat saat ini.

Maraknya perilaku korupsi di kalangan para pejabat birokrat, semakin menunjukkan bahwa tingkat kesadaran untuk mengelola dana publik secara transparan dan akuntabel belum beres dan tidak berjalan dengan semestinya.

Dampak dari korupsi berakibat sangat fatal bagi kehidupan bangsa, baik aspek kehidupan sosial, politik, birokrasi, ekonomi, dan individu.

Para koruptor inilah sejatinya yang menjadi beban terberat bangsa yang sesungguhnya, bukannya malah sebaliknya, justru rakyat yang dituding dan disudutkan menjadi beban bagi negara.

Maka sangatlah wajar kalau rakyat bersuara lantang, dan keras berkomentar dalam menggugat para koruptor pengkhianat rakyat untuk mempertanggung jawabkan segala perbuatannya dan menuntut pemerintah untuk bertanggung jawab menuntaskan semuanya dengan transparan dan mengedepankan aturan yang berlaku, bukan atas nama kepentingan politis.

Kepercayaan rakyat wajib di jaga sebaik baiknya, pemerintah bertanggung jawab sepenuhnya mengemban amanah kepercayaan itu dan wajib bertanggung jawab bagaimana mengembalikan amanah dan kepercayaan rakyat itu terhadap pemerintah.

Kalau rakyat selalu saja dihadapkan dengan kenyataan selalu dkhianati, tentu saja pada puncaknya bisa menjadi pergolakan, dan apa jadinya bangsa dan negara ini. Ketika rakyat justru berseteru dan berkonflik dengan pemerintahnya sendiri.

Tentu saja ini tidak diinginkan bila pada akhirnya rakyat malah merevolusi pemerintah karena para punggawa didalamnya banyak yang bermental bobrok.

Oleh karena itu, pemerintah mesti bertanggung jawab mengembalikan kepercayaan dan amanah rakyat itu, rakyat tak butuh sandiwara, drama ataupun opera sabun murahan.

Tapi, rakyat hanya menginginkan bagaimana pemerintah mengentaskan berbagai persoalan di negeri ini dan bisa hidup tenang dan sejahtera karena pemerintahnya sangat berpihak kepada rakyatnya.

Selama kritik dan saran tidak diharamkan konstitusi siapapun boleh menyampaikan dan menyuarakan aspirasinya sesuai hati dan nurani. Semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Salam.

Sigit Eka Pribadi.

VIDEO PILIHAN