Mohon tunggu...
Sigit Eka Pribadi
Sigit Eka Pribadi Mohon Tunggu... Menulis untuk berbagi

Jadikan pekerjaan itu seni&hobi.

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Pilpres 2024: Anies Diuntungkan "Daya Pikat" Jabatan Gubernur DKI Jakarta

10 Januari 2020   19:27 Diperbarui: 10 Januari 2020   19:30 88 14 3 Mohon Tunggu...
Pilpres 2024: Anies Diuntungkan "Daya Pikat" Jabatan Gubernur DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan | Dokumen diambil dari Seword.com / Diedit menggunakan aplikasi android


Popularitas Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan ternyata semakin menonjol. Terlepas dari popularitas tersebut berasal dari kritikan ataupun dukungan kepada Anies.

Yang jelas Anies semakin trending saja dibicarakan oleh publik, baik melalui pemberitaan Media, Medsos atau dalam realitanya di kehidupan nyata.

Jabatan yang diembannya sebagai Gubernur DKI Jakarta, ternyata memiliki daya pikat tersendiri, istilahnya boleh dibilang jabatan Gubernur DKI Jakarta adalah Gubernur rasa Presiden.

Berbagai isu-isu belakangan ini mulai dari anggaran sampai banjir malah membuat Anies semakin menjadi pusat perhatian dan mendongkrak popularitas Anies.

Meski masih terlalu dini bila berbicara mengenai perhelatan Pemilu Pilpres 2024 mendatang, pengaruh dari popularitasnya ini, cukup memberi potensi ataupun peluang Anies untuk dapat bersaing dengan para kandidat-Kandidat lainnya nanti, dan cukup membuka peluang Anies untuk maju di bursa Pilpres 2024 mendatang.

Bahkan Anies justru dapat dikatakan agak lebih beruntung, karena Anies dapat saja memanfaatkan akhir jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta untuk maju kembali sebagai petahana pada Pilgub DKI Jakarta pada tahun 2022 nanti.

Seperti tadi yang sudah di ungkapkan sebelumnya, pengaruh daya pikat jabatan Gubernur DKI Jakarta yang layaknya rasa Presiden ini, bisa memberi efek elektabilitas dan popularitas yang cukup signifikan.

Tidak dimungkiri sejumlah parpol yang sedari awal memang sudah menganak emaskan Anies untuk mengusung Anies jadi bakal kader Capres ternyata juga semakin memperkuat posisi elektabilitas Anies, bisa dilihat bagaimana Partai Nasional Demokrat (NasDem) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah mulai mencuri star, untuk mempersiapkan Anies.

Seperti diketahui usai Pilpres 2019, NasDem langsung tancap gas mendekati Anies, dan secara fakta, dapat terbukti dalam pertemuan antara Anies dengan Ketua NasDem, Surya Paloh.

Sehingga berlatar dari berbagai Analisis ini, maka untuk sementara ini popularitas dan daya pikat Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta masih mengungguli popularitas sejumlah kepala daerah lain yang juga sering disebut-sebut berpotensi untuk turut bersaing di dalam bursa Pilpres 2024, seperti Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan rata rata masa jabatan mereka juga akan berakhir pada 2022 dan 2023.

Tak ketinggalan juga, diantara sejumlah nama Menteri di kabinet Presiden RI Jokowi beberapa kali turut disebut sebut juga untuk masuk dalam bursa Pilpres 2024, seperti Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani ataupun juga isu terkini ternyata santer terdengar bahwa Mendagri RI Jenderal Purn. Tito Karnavian turut disebut sebut juga.

Maka, dalam perjalanan panggung politik untuk menuju tahun Politik 2024 mendatang, para kandidat yang masuk bursa Pilpres 2024 mesti sudah mulai bergerak untuk mengimbangi popularitas Anies.

Sehingga untuk menyaingi popularitas Anies, maka trik trik jitu aktivitas di panggung politik dari para kandidat yang digadang gadang masuk dalam bursa Pilpres 2024 harusnya sudah bisa dimulai, untuk mendongkrak popularitas masing masing.

Jika tidak ada aral yang melintang secara normalnya, Presiden Jokowi sudah harus turun tahta pada tahun 2024 mendatang, dan akan digantikan oleh Presiden yang berikutnya.

Maka, tinggal bagaimana sejumlah Parpol dan para politisi memainkan panggung politiknya masing masing dalam mengusung bakal calon presiden masing masing.

Siapakah yang bakal memenangkan kompetisi politik dalam Pilpres 2024 dan  menggantikan Presiden Jokowi, apakah Anies, Ridwan Kamil, Ganjar, Sri Mulyani atau malah ada kuda hitam yang tidak disangka sangka.

Semuanya masih memiliki potensi dan peluangnya masing masing, maka kita tinggal melihat saja bagaimana perjalanannya kedepan.

Namun yang jelas ini hanyalah sekedar analisis dan prediksi saja, bisa saja benar seperti yang diperkirakan atau bisa saja tidak sesuai dengan yang diprediksikan.

Semoga bermanfaat.

Sigit Eka Pribadi.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x