Mohon tunggu...
Sigit Eka Pribadi
Sigit Eka Pribadi Mohon Tunggu... Menulis untuk berbagi

Jadikan pekerjaan itu seni&hobi.

Selanjutnya

Tutup

Karir Pilihan

Pentingnya Membangun Hubungan dan Interaksi yang Baik Antar Karyawan

24 Agustus 2019   02:25 Diperbarui: 24 Agustus 2019   02:34 0 15 3 Mohon Tunggu...
Pentingnya Membangun Hubungan dan Interaksi yang Baik Antar Karyawan
Ilustrasi Hubungan dan interaksi karyawan | Sleekr.com

Dalam lingkungan dunia kerja, tentunya akan ada saling keterkaitan diantara rekan kerja. Sehingga seorang karyawan juga harus dapat menjalin hubungan dan interaksi yang baik di Kantor.

Dalam berhubungan dan berinteraksi juga diperlukan keluwesan dalam bergaul dan berkomunikasi. Selain itu juga harus bisa menyesuaikan diri dimanapun lingkup interaksi berada, sehingga interaksi tidak hanya didalam lingkup kantor saja tapi juga harus terjalin baik diluar lingkup kantor.

Kemampuan dalam berhubungan dan  berinteraksi juga menjadi salah satu faktor yang sangat berpengaruh dalam setiap karier karyawan di kantor.

Akan tetapi dalam hal hubungan dan interaksi dengan rekan kerja dikantor seringkali berbenturan dengan tipikal yang dimiliki oleh rekan kerja dikantor yang agak sulit untuk mendukung jalinan interaksi tersebut.

Beberapa tipikal rekan kerja seperti, tipikal si pendiam, tipikal si tulalit, tipikal si jutek, tipikal si iri hati dan bahkan si tipikal trouble maker.

Beberapa tipikal ini seringkali menjadi masalah yang mendasar dalam menjalin hubungan dan interaksi didalam hubungan rekan kerja dan mengenai pekerjaan.

Selain itu, terkait beberapa tipikal rekan kerja seperti diatas menjadi faktor yang dapat mempengaruhi mental dan pikiran serta secara umum kinerja pada seorang karyawan di dalam bekerja

Dan tentunya perlu ada cara bagaimana mengatasi bila didalam lingkup kerja harus berhadapan dengan beberapa tipikal seperti tipikal rekan kerja tersebut.

Nah, sedikit tulisan ini semoga bisa menjadi manfaat untuk mengatasi berbagai tipikal rekan kerja yang mempengaruhi hubungan dan interaksi dalam lingkup kerja dan dalam bidang pekerjaan.

Secara umum menjalin hubungan dan interaksi dengan berbagai tipikal rekan kerja, diperlukan memahami satu titik krusialnya yaitu pandai pandai menemukan"titik sela atau titik celah" dan mengedepankan "prinsip silaturahmi" diantara rekan kerja tersebut.

Lalu bagaimanakah caranya?

Pertama, bagaimana menjalin hubungan dan interaksi dengan rekan kerja yang bertipikal si pendiam?

Tipikal si pendiam ini memang irit sekali untuk bicara, dalam memberikan responpun seringkali hanya menggunakan bahasa tubuh saja, seperti misal ketika anda bertanya tentang hal ringan saja.

Biasanya, si pendiam ini hanya menggerakan anggota tubuhnya seperti menggeleng tanda tidak tau, mengangguk tanda iya, mengernyit tanda seperti berpikir, menggerakkan tangannya seperti menunjuk, menolak dan gerakan tubuh lainnya tanpa bersuara.

Sehingga hal ini membuat seseorang yang berhubungan dan berinteraksi dengan si pendiam ini membuat komunikasi jadi kurang nyaman dan jadi gagal paham.

Nah, menghadapi si pendiam ini mesti sabar, harus punya trik untuk mengajaknya bisa bicara dan komunikatif, memang biasanya bila berhadapan langsung akan sulit mengajaknya komunikasi.

Maka cobalah sebelum berurusan dengan si pendiam ini terlebih dahulu teleponlah dia. Meskipun dalam satu lingkup kantor dan satu ruangan cara ini boleh dicoba.

Tentunya dengan meneleponnya maka si pendiam ini akan meresponnya dengan mengangkat telpon, nah disitulah bangunlah komunikasi yang ingin disampaikan baik mengenai pekerjaan ataupun hal lainnya.

Setelah telepon usai maka temuilah si tipikal pendiam ini lalu bahaslah apa yang dibicarakan tadi ditelepon. Berdasarkan pengalaman penulis cara yang penulis sampaikan ini cukup efektif untuk membangun komunikasi dengan si tipikal pendiam.

Kedua, bagaimana menjalin hubungan dan interaksi dengan rekan kerja yang bertipikal tulalit?

Rekan kerja yang bertipikal tulalit bukan berarti dia adalah seorang yang bodoh, biasanya ketulalitannya didasari karena kurang fokus dan daya tangkap yang gagal paham.

Jadi membangun hubungan dan interaksi dalam berkomunikasi dengan si tulalit ini musti telaten, jangan pernah kapok untuk selalu mengulang ulang apa yang ingin di komunikasikan sampai dia paham.

Meskipun daya tangkapnya lamban si tulalit ini akan terus berupaya memahami apa yang dikomunikasikan padanya, kalau perlu bila tulalitnya agak parah boleh sesekali apa yang anda ingin komunikasikan anda tuliskan dikertas dengan ceklist lalu setelah itu komunikasikan lagi apa yang dituliskannya melalui ceklist yang ada dikertas tersebut.

Lama kelamaan si tulalit ini akhirnya akan paham juga dengan apa yang ingin anda komunikasikan padanya. Sehingga hubungan dan interaksipun tetap terjalin dengan baik.

Ketiga, bagaimana menjalin hubungan dan interaksi dengan rekan kerja yang bertipikal si jutek?

Tipikal si jutek ini, pada umumnya memiliki karakter yang arogan, sombong, mudah tersinggung, pemarah atau emosional, mau menang sendiri, penyinyiran ataupun suka meremehkan dan kadang bersikap layaknya bos. Sehingga bila berhadapan dengannya untuk menjalin dan membangun hubungan dan interaksi dibutuhkan keberanian sikap.

Biasanya si tipikal jutek ini akan ketus dan memasang wajah cemberut setiap diajak berkomunikasi, intonasi komunikasinya juga akan selalu dengan suara beroktaf tinggi, sedikit saja ada komunikasi yang tak berkenan menurutnya akan menyulut emosinya dan akhirnya marah.

Tak hanya itu karakter lain yang melekat pada  si jutek ini yaitu suka penyinyiran, meremehkan dan menang sendiri membuat hubungan dan interaksi dalam membangun komunikasi jadi begitu sulit.

Oleh karena itu untuk berhubungan dan berintetaksi menjalin komunikasi dengan si tipikal jutek ini, harus pandai pandai mengalah dan mengambil hatinya.

Maka sebelum berhubungan dengan si jutek ini, pastikan terlebih dahulu sikap berani maju dengan menerima setiap apapun resiko yang terjadi bila berhadapan dengannya.

Lalu, secara perlahan bangun komunikasi dengan rendah hati, meskipun si jutek akan selalu ketus menjawab tetapkan diri dengan ramah untuk terus berkomunikasi, apapun perkataan yang dapat menyakiti perasaan diri harus di kebelakangkan.

Tetap berkomitmen penuh menguatkan mental dengan sikap sabar, rendah hati dan ramah saja, dan diiyakan saja apa yang menjadi reaktifnya itu patokannya.

Maka berdasarkan pengalaman penulis, bila dihadapi dengan segenap kesabaran, lama kelamaan seiring waktu berjalan si jutek ini akan luluh juga.

Dan akan dapat diajak berkomunikasi juga, meskipun biasanya si jutek ini akan terus seperti itu bila diajak berhubungan dan berinteraksi.

Namun pada akhirnya si jutek ini tetap akan memberi respon komunikasi dan bahkan akan semakin membaik bila kita dapat selalu memahaminya. Jadi tidak perlu segan, sungkan atau takut untuk membangun komunikasi dengan si jutek ini.

Keempat, bagaimana menjalin hubungan dan interaksi dengan rekan kerja yang bertipikal iri hati?

Berdasarkan pengalaman banyak karyawan, nyaris di setiap kantor ada saja rekan kerja yang bersikap tidak simpatik dan tidak menyenangkan.

Di antara sikap yang tidak simpati tersebut diantaranya adalah sikap sirik ataupun iri hati.
Sebenarnya sikap iri hati itu adalah hal yang logis dan cukup manusiawi.

Biasanya, si tipikal iri hati ini karakternya destruktif dan mencakup juga seluruh karakter yang ada pada tipikal sijutek, yang membedakannya adalah perlakuan terhadap orang yang dianggap sebagai pesaingnya. Bahkan seringkali menganggap pesaingnya sebagai musuh.

Sehingga tak pelak seringkali menumbuhkan sikap sentimen terhadap seseorang yang menyainginya. Tak jarang sering melakukan tindakan seperti misalnya memfitnah dan menyebarkan kabar buruk tentang orang yang menjadi pesaingnya.

Dan setiap bertatap muka si jutek ini akan selalu memasang dan berekspresi dengan wajah masam. Sehingga perlu diingat, bila kita malah menciptakan genderang permusuhan dengan si iri hati ini maka dia akan semakin tidak menyukai anda.

Oleh karena itu, berdasarkan pengalaman penulis, yang terpenting dalam membangun hubungan dan interaksi dengan si iri hati ini, jangan terpancing dengan metoda yang dibuatnya pada anda.

Tetaplah berpikiran positif dan intelek bahwa orang yang iri pada anda sesungguhnya memperhatikan anda, tetap fokuskan perhatian untuk menjalin komunikasi.

Berikan kesan bahwa anda tidak terpengaruh oleh sikapnya. Kebelakangkan saja segala perilakunya yang memancing emosi. Biasanya si iri hati ini seringkali mengkait-kaitkan masalah pekerjaan dengan hal-hal yang tidak relevan.

Untuk ini berdasarkan pengalaman penulis untuk berhubungan dan berinteraksi dengan si iri hati ini maka penulis menyarankan agar selalu menjaga jarak komunikasi dengannya, maksudnya tetap membangun komunikasi dengannya tapi yang benar benar perlu saja.

Sehingga antara anda dan si iri hati seolah olah tidak terjadi apa apa, tetap mengalah dan sopan saja, karena membangun hubungan dan interaksi pada si iri hati ini cukup berbeda dengan tipikal lainnya, dibutuhkan kecermatan.

Berkomunikasilah dengannya dengan fleksibel dan bersikap bijak, kemudian juga  harus cermat dan pandai membaca situasi kapan anda harus mendekatinya dan kapan anda harus menjaga jarak dengannya dalam membangun hubungan dan interaksi.

Namun pada prinsipnya jika anda tetap bisa menjalin komunikasi seperti yang penulis sarankan, maka hubungan dan interaksi dengannya tetap akan terjalin dengan baik.

Kelima, bagaimana menjalin hubungan dan interaksi dengan rekan kerja yang bertipikal trouble maker?

Menjalin hubungan dan interaksi dalam komunikasi dengan si trouble maker ini tidak jauh beda dengan tipikal si iri hati, hanya saja yang sedikit membedakannya adalah dia selalu menjadi si pembuat masalah dan tipikal ini merupakan tipikal yang cukup berbahaya dan patut diwaspadai.

Biasanya secara mendasar si tipikal trouble maker ini karakternya lebih destruktif atau lebih merusak daripada si iri hati, dan akan selalu berusaha mencari masalah.

Sehingga tak pelak seringkali menumbuhkan sikap mengganggu dan tidak nyaman terhadap orang lain. Tak jarang sering melakukan tindakan yang sama seperti si tipikal iri hati namun daya rusaknya terhadap orang lain sangat lebih destruktif.

Oleh karena itu, berdasarkan pengalaman penulis, yang terpenting dalam membangun hubungan dan interaksi dengan si trouble maker ini, kuatkan tekad terhadap metoda yang dibuatnya pada anda.

Tetap membangun komunikasi yang memang berhubungan dengan keperluan dalam pekerjaan saja dan secukupnya saja yang pentung komunikasi tetap berjalan.

Boleh baca artikel ini sebagai referensi tambahan tentang si trouble maker: 

https://www.kompasiana.com/sigit19781986/5d3bf9f7097f36427b7cf2a2/mengatasi-si-trouble-maker-yang-merusak-team-work

Nah, itulah sekiranya mengenai bagaimana pentingnya membangun hubungan dan interaksi yang baik diantara rekan kerja dikantor. Meskipun berbagai tipikal rekan kerja sangat mempengaruhi jalinan komunikasi.

Namun bila anda selalu mempunyai prinsip yang kuat dan mendasar yaitu menjalin silaturahmi, maka hubungan dan interaksi dalam membangun komunikasi antara rekan kerja bertipikal apapun akan tetap terbangun dengan baik.

Maka bila semua itu berjalan dengan baik niscaya sebuah perusahaan atau instansi manapun akan memperhatikan masa depan jenjang karier yang terbaik bagi anda.

Semoga bermanfaat.
Hanya berbagi.

Sigit.




KONTEN MENARIK LAINNYA
x