Mohon tunggu...
Sigit Eka Pribadi
Sigit Eka Pribadi Mohon Tunggu... Menulis untuk berbagi

Jadikan pekerjaan itu seni&hobi.

Selanjutnya

Tutup

Media Pilihan

Membedakan Berita yang Masih Opini dan Press Release Resmi

14 Agustus 2019   12:41 Diperbarui: 14 Agustus 2019   13:30 0 11 1 Mohon Tunggu...
Membedakan Berita yang Masih Opini dan Press Release Resmi
Ilustrasi membedakan opini dan berita | Romelteamedia.com

Perkembangan dunia maya atau internet yang membawa media online terus melesat seiring teknologi. Hal ini tidak dapat dipungkiri juga semakin mempercepat penyebaran informasi, baik berita maupun opini. Begitu juga media sosial yang turut andil berperan serta memperluas jaringan penyebaran informasi tersebut.

Apalagi dengan dihadapkan kondisi sebagian masyarakat Indonesia yang masih menyamakan dan mempercayai Informasi Berita yang masih berupa opini adalah merupakan sebuah berita yang resmi, meskipun Informasi Berita tersebut juga mengutip statemen dari tokoh yang berkompeten untuk menguatkan sebuah informasi tersebut menjadi aktual dan faktual serta dapat dipercaya.

Ditambah lagi bila dikaitkan dengan budaya literasi membaca sebagian masyarakat yang seringkali hanya baca judulnya saja atau baca setengah informasi berita langsung bereaksi dan berkomentar, padahal apa yang dibacanya tersebut masih merupakan opini atau malahan merupakan berita hoax.

Sampai dengan saat ini banyak berkembang dan bersliweran berbagai informasi yang menggiring masyarakat untuk turut memberikan opini publik dan kadang kala informasi tersebut meresahkan, dan bahkan informasi tersebut ternyata adalah hoax yang diolah sedemikian rupa agar dipercaya.

Ditambah juga hingga saat ini masyarakat agak sulit untuk memastikan informasi dan berita itu sebuah hoax atau bukan, karena kadang berita hoax pun dibuat seperti berita resmi dan mengutip sebagian statemen orang berkompeten untuk membuat berita tersebut seolah-olah benar.

Lalu bagaimana sih sebenarnya informasi berita di internet itu memang merupakan siaran pers berita resmi atau press release resmi?

Sebagai pembelajaran bersama sesuai pengalaman penulis sebagai pembuat Berita  Siaran pers atau Press release resmi disalah satu instansi berwenang semoga penjabaran sedikit tulisan ini dapat bermanfaat.

Berita resmi yang berkaitan langsung dengan instansi resmi seperti institusi pemerintah dan swasta akan dikeluarkan oleh instansi tersebut melalui link resmi masing-masing. Seperti misal link www.kemendagri.go.id, www.kpu.go.id, www.tniad.mil.id, www.lionair.com dan link resmi lainnya.

Seperti ketika melihat link www.go.id dan www.mil.id ini adalah institusi pemerintah dan militer maka apa yang diinformasikan dari link tersebut sudah pasti memenuhi syarat Siadibame atau 5w 1h dan terotentifikasi secara berjenjang sampai ke tingkat pimpinan dan kebenaran beritanya tidak perlu diragukan lagi, setelah itu baru tayang ke publik.

Dan dalam siaran pers tersebut pasti akan ada statemen orang yang berkompeten seperti pejabat yang terkait langsung dengan apa yang ingin di informasikan.

Nah, dalam hal ini biasanya guna menyebarluaskan informasi akan dishare kepada media online lainnya atau dikutip langsung untuk berita seperti kompas.com, detik.com, dan lain sebagainya.

Meskipun ada sedikit editing judul atau kalimat, namun secara esensi seluruhnya akan sama dengan apa yang dikeluarkan sesuai rilis resmi siaran pers instansi terkait tersebut dan menyertakan sumber resmi tersebut dibawah tulisan.

Memang juga setelah rilis resmi tersebut sudah tayang didunia maya, akan ada dampak lainnya, yaitu terjadinya pembentukan opini dari berita dan informasi tersebut, bahkan opini tersebut didorong sedemikian rupa menjadi sebuah berita, tentu saja sejauh berita opini tersebut mengedukasi masyarakat untuk turut serta berpendapat ini sah saja, namun disinilah masyrakat meski cermat dan bijak menyikapinya.

Karena kadangkala ada juga link-link media online demi menaikan oplah berita, pembaca ataupun menarik komersialitas menggoreng sedemikian rupa berita tersebut mengaitkan dengan isu lain agar menjadi perdebatan dan pertentangan. Bahkan malah ada yang melenceng jauh dari esensi dari rilis resmi yang diberitakan. Lalu turut tersebar di media sosial. Dan kebanyakan masyarakat percaya begitu saja

Oleh karena itu, meski kembali lagi, mengenai seluruh informasi berita itu, harus berpatokan pada link resmi institusi terkait yang memberitakan, dan selalu mengecek perkembangan terakhir di link tersebut. Kalau memang ada maka itulah berita resmi yang sebenarnya.

Akan tetapi kalau informasi yang terdapat di link media online lainnya tersebut tidak sejalan dan melebar dari apa yang dikeluarkan secara resmi dari link resmi tersebut, maka dapat dipastikan informasi tersebut masihlah berupa sebuah opini semata dan tidak pasti atau diragukan kebenarannya.

Nah, inilah kiranya sedikit wawasan yang dapat dibagikan guna membedakan apakah informasi berita itu masih merupakan opini atau informasi berita resmi. Semoga dapat bermanfaat.

Hanya berbagi.

Sigit.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x