Mohon tunggu...
Sigit Eka Pribadi
Sigit Eka Pribadi Mohon Tunggu... Menulis untuk berbagi

Jadikan pekerjaan itu seni&hobi.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Menatap Cakrawala dari Buritan Kapal di Tengah Lautan

9 April 2019   21:32 Diperbarui: 9 April 2019   21:54 0 8 4 Mohon Tunggu...
Puisi | Menatap Cakrawala dari Buritan Kapal di Tengah Lautan
Batas cakrawala, pixabay.com


Di buritan kapal ditengah lautan.
Kutatap nun jauh disana.
Batas cakrawala antara lautan dan langit.
Kalau sudah begini aku jadi merindukan daratan.

Di buritan kapal ditengah lautan.
Hanya ada ombak lautan dan air yang beriak.
Karena laju kapal serta desing mesin-mesin kapal.
Dan sesekali bunyi terompet kapal.
Kalau sudah begini aku jadi merindukan daratan.

Di buritan kapal ditengah lautan.
Siang dan malampun silih berganti.
Melintasi sang batas cakrawala.
Matahari bak ditelan lautan.
Namun esoknya seperti timbul dari dalam lautan.
Kalau sudah begini aku jadi merindukan daratan.

Di buritan kapal ditengah lautan.
Mengarungi malam dilautan tak sama seperti saat siang dilautan.
Karena batas cakrawala hampir tak terlihat.
Walaupun di iringi cahaya rembulan.
Kalau sudah begini aku jadi merindukan daratan.

Siapapun jua tak akan mampu mengapai batas sang cakrawala. Karena 
makin didekati sang cakrawala akan semakin menjauh.
Karena Manusia selalu banyak keinginan.
Tak puas dengan satu keinginan.
Kalau sudah begini syukurilah atas segala nikmat Ilahi

***** *

Dari pelaut di buritan kapal.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x