Sigit Eka Pribadi.SE
Sigit Eka Pribadi.SE Administrasi

KAUR MEDIA CETAK PENDAM VI/MLW, HEAD ADMIN WEBSITE KODAM VI/MLW AND PRONAM RADIO DIRECTOR.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Menelisik Aslinya Tjiptadinata Effendi Sang Master Reiki

16 Maret 2019   07:05 Diperbarui: 17 Maret 2019   23:54 231 14 6
Menelisik Aslinya Tjiptadinata Effendi Sang Master Reiki
Tjiptadinata Effendi dan Istri - kompasiana.com/Tjiptadinata Effendi

Saya mohon izin ya Pak Tjipt, 

Mencoba menelisik siapakah aslinya Kompasianer "Tjiptadinata Effendi" ini menjadikan saya salut, bangga dan terharu akan perjuangannya yang hebat dalam merenda asa dan meretas masa depan hidup ini. Pengalaman hidup yang sangat Human Interest beliau juga dituangkan dalam buku-buku ajaibnya yang sarat makna dan inspirsai yang sangat bermanfaat bagi pembacanya, hingga saat inipun beliau masih aktif menyapa kompasianer dengan artikel- artikel hebatnya.


Sosok Tijptadinata Effendi putra kelahiran padang 21 Mei 1943 sekitar 76 tahun silam ini merupakan figur Suami dan ayah yang dibanggakan bagi istrinya Roselina dan kedua putra dan satu putrinya ini.

Perjalanan lika-liku hidupnya telah dilaluinya begitu sarat makna hidup dan inspirasi, beliau pernah menjadi guru, karyawan, dan pernah sukses menjadi pengusaha rempah-rempah hingga bisa berkunjung ke luar negeri akan usahanya tersebut.

Dalam salah satu bukunya beliau mengungkapkan pengalaman hidupnya saat mengalami koma berkali kali, karena kecelakaan, jatuh dan sakit bahkan hingga pernah menjalani operasi berkali-kali namun tak kunjung sembuh, sampai akhirnya Tuhan melimpahkan rahmat dan rezekinya saat melakukan penyembuhan dengan metode Reiki (penyembuhan alternatif energi)hingga dirinya sembuh total, sehingga atas rasa syukurnya pada Tuhan, beliau meneruskan perjalanan menemukan jalan Reiki ke berbagai negara sampai China dan Tibet.
 
Beliau pernah merencanakan konsep hidup masa depannya dan keluarga yaitu, tinggal diluar kota, jauh dari kebisingan memiliki rumah yang diliputi pohon buah yang dihiasi sungai mengalir, kolam memancing dilengkapi perahu sampan sehingga beliau membeli 40 hektar tanah yang letaknya berdampingan dengan anak sungai.

Namun Manusia punya rencana tapi Tuhan yang menentukan, apa yang sudah dikonsep tersebut tak seperti yang di impikan, karena harus berdomisili di Jakarta karena pekerjaannya bahkan sampai jarang pulang menengok tanah dan rumah impian tersebut karena harus sering ke luar negeri, namun beliau bersyukur karena itulah realita hidup yang telah diberikan pada beliau dan keluarganya.

Hingga akhirnya beliau memutuskan untuk meninggalkan seluruh pekerjaannya guna memperdalam Reiki dan mempersembahkannya serta membuktikan dirinya untuk mengabdi seutuhnya bagi perkembangan Reiki di Tanah Air.

Inilah buku-buku ajaib terbitan beliau yang antara lain adalah,

"Transformasi diri dalam mengarungi samudera kehidupan.
"Enlightmen mencapai pencerahan diri, kiat-kiat belajar kearifan hidup untuk mencapai pencerahan.
"Apkikasi Reiki dalam penyembuhan diri dan orang lain.
"Meditasi akhir untuk mencapai kesadaran diri, Never Ending Meditation.
"Aplikasi Reiki dalam mencapai tingkat Master, panduan praktis menggunakan pikiran dan hati.
Dan masih banyak lagi tulisan dan artikel karya beliau lainnya.

Beliau dan keluarga pernah bermukim di Jalan Duri Kencana Raya No 15 Jakarta dan terakhir sepengetahuan penulis beliau dan keluarga tinggal di 69 The Avenue.Mt.St,Thomas,N.S.W, Australia.

Tjiptadinata Effendi dan keluarga - Kompasiana.com/Tjiptadinata Effendi
Tjiptadinata Effendi dan keluarga - Kompasiana.com/Tjiptadinata Effendi
Itulah sosok seorang Kompasianer sang Master Reiki Tjiptadinata Effendi yang inspiratif dan hebat ini, semoga dapat menjadikan suatu pelajaran berharga bagi kita semua dengan berbagai pengalaman hidup yang telah dilaluinya hingga kini.

Teruslah berkarya bapak Tjipt, kami doakan semoga Sehat dan sukses selalu bapak Master Reiki Tjiptadinata Effendi dan keluarga, salam hormat selalu.
 
Mohon maaf kami haturkan, sekiranya apa yang saya ulas masih banyak kekurangan dan kesalahan, sekian dan terima kasih.

Salam 51 Warastra Pesan Cakti.
Sigit