Mohon tunggu...
Sarah Nurmuminah
Sarah Nurmuminah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Prodi Komunikasi

Universitas Siber Asia

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Literasi Media sebagai Konflik Manajemen Netizen Indonesia

27 Juli 2021   06:01 Diperbarui: 27 Juli 2021   06:13 62 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Literasi Media sebagai Konflik Manajemen Netizen Indonesia
Kasus Cyberbullying. Sumber: Rappler

Literasi media adalah kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan memproduksi pesan-pesan komunikasi massa dan media sosial. Tujuan literasi media adalah untuk menciptakan kecakapan, untuk meningkatkan dan memperbaiki kehidupan individu dengan berbagai macam informasi, serta menjadikan seseorang lebih berfikir kritis dan mampu mengembangkan penilaian tentang isi media.

Menurut Komblurn (Risman 2015:393) konflik menjadi fenomena yang menjadi bagian dari manusia yang bersosial dan Konflik tidak bisa dihindari dari proses interaksi sosial terutama dalam masyarakat di Indonesia. Dalam melakukan pencegahan konflik, maka langkah yang harus segera diambil adalah melakukan penilaian objektif terhadap penyebab konflik. Dan segera melakukan manajemen konflik terhadap masalah yang terjadi.

Myfield (2008) menyebutkan bahwa media sosial dapat mempermudah penggunanya untuk mengirim dan memproduksi pesan melalui jejaring sosial, media daring, dan forum dunia maya. Media sosial pada dasarnya membuka ruang kemudahan bagi seseorang untuk berinteraksi secara cepat tanpa jarak dan waktu. Keleluasaan mengeluarkan pendapat dalam media online terkadang berimplikasi menimbulkan kesalahpahaman antara anggota yang berkunjung menyebabkan konflik seperti ujaran kebencian disebarkan, fakta dibolak-balikan dan peperangan teks dalam ruang virtual. 

Peperangan di media sosial tidak membutuhkan tempat, tidak mengenal waktu, dan bahkan tidak mengenal dengan baik siapa pihak yang saling berperang.

Baru-baru ini terjadi konflik insiden yang melibatkan tim bulutangkis Indonesia di All England 2021. Netizen Indonesia beramai-ramai melayangkan protes ke sejumlah akun terkait akun Instagram dan Twitter Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF). Kekecewaan mereka atas mengapa skuad 'Merah Putih' di paksa mundur dari turnamen paling bergengsi di dunia. Netizen rata-rata memprotes akan ketidakadilan yang dirasakan Jonathan Cristie cs. 

Tidak hanya akun media sosial BWF yang menjadi sasaran Netizen Indonesia juga menyambangi akun Instagram resmi All England dan serangan kepada para pebulutangkis asing. Hingga akhirnya, komentar Netizen Indonesia yang bertubi-tubi membuat akun Allenglandofficial hilang dari Instagram. 

Hilangnya akun centang biru tersebut kemungkinan besar karena report massal yang dilakukan Netizen Indonesia hingga akhirnya pihak Instagram menghapus akun tersebut. Bidang hubungan Internasional PBSI menyebutkan dalam Twitternya dipaksa mundurnya Indonesia dari All England tidak ada kaitannya dengan pemain luar. Oleh karena itu ia berharap Netizen Indonesia bisa menanggapi dengan bijak dan tunjukan bahwa kita adalah Negara yang besar dan beradab.

Sumber: VICE
Sumber: VICE

Tidak hanya itu Netizen Indonesia kembali mendapat sorotan, usai menyerbu kolom komentar pasangan gay yang menikah di Thailand. Tidak hanya menghujat, bahkan ada yang mengancam mati pasangan sejenis tersebut. Penyerangan terhadap unggahan Facebook pasangan gay Thailand itu, mayoritas Netizen menyebutkan pernikahan mereka "dilarang oleh Tuhan". 

Suriya Koedsang salah satu mempelai kemudian menempuh jalur hukum lantaran sudah ada ancaman mati terhadap suami, orangtua, hingga fotografer pernikahan mereka. Pengacara Ronnarong Kaewpetch menyampaikan, setiap orang Indonesia yang sudah memberikan komentar negatif kepada pasangan gey itu dilarang ke Thailand.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN