Mohon tunggu...
S. Eleftheria
S. Eleftheria Mohon Tunggu... Lainnya - Mengabadikan pikiran melalui goresan pena

Shyants Eleftheria adalah nama pena dari seorang yang hanya ingin dikenal lewat tulisannya saja. Perempuan kelahiran 9 Mei di salah satu kota kecil di Sumatera bagian Selatan ini mempunyai gelar Sarjana Teknik Kimia dari Universitas di Yogyakarta. Sedari kecil dia sudah mulai menunjukkan minatnya pada dunia literasi dan menyukai tema apa pun yang dianggapnya menarik untuk ditulis.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Agar Tak Jadi Korban Gaslighting, Kenali Ciri Pelaku Gaslighting Ini!

6 September 2021   23:05 Diperbarui: 20 September 2021   18:18 483 7 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Agar Tak Jadi Korban Gaslighting, Kenali Ciri Pelaku Gaslighting Ini!
Ilustrasi murung setelah mendapat perlakukan gaslightning. Sumber: Shutterstock via Kompas.com

Pernahkah seorang teman memojokkanmu saat berdebat dan membuatmu seakan-akan bersalah sehingga kamu menjadi ragu terhadap dirimu sendiri? Jika pernah, bisa jadi temanmu itu melakukan gaslighting terhadapmu dan kamu adalah korban gaslightingnya.

Apa itu gaslighting?

Istilah gaslighting mulai dikenal pada tahun 1940, kala sutradara Inggris, Thorold Dickinson, merilis film berjudul “Gaslight”. Film bergenre psikologi thriller ini mengisahkan seorang wanita yang menjadi korban manipulasi psikologis suaminya: Sang Suami mencuci otak sang Istri sehingga perlahan  istrinya mulai kehilangan jati diri dan menjadi gila.

Berdasarkan kisah tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa gaslighting merupakan perilaku menguasai atau mengontrol orang lain melalui manipulasi psikologis pelaku sehingga membuat korbannya tidak berdaya. 

Gaslighting jelas merupakan salah satu bentuk kekerasan emosional yang menyebabkan korban merasa rendah diri, cemas, disorientasi, takut, dan akhirnya merasa kalah.

Bahkan, pada tahap ekstrim korban akan mengalami depresi hingga mentalnya jatuh. Manipulasi psikologis melalui gaslighting pada awalnya tampak sebagai masalah kecil. Namun, jika terjadi terus-menerus, perilaku tersebut dapat menyebabkan korban mengalami stres psikologis dan trauma emosional.

Pada kasus ringan, biasanya pelaku gaslighting ini akan melontarkan kalimat-kalimat sederhana yang sering kali tidak kamu sadari.

Ah, gue, kan, cuma becanda, doang. Kamu terlalu sensitif dan lebay, deh.

“Mungkin seperti itu di pikiranmu, padahal aku tidak berbicara seperti itu, lho.”

“Masalahnya ada di kamu, bukan di aku.”

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan