Mohon tunggu...
Shulhan Rumaru
Shulhan Rumaru Mohon Tunggu... Penikmat Aksara

Penikmat Aksara

Selanjutnya

Tutup

Kandidat Artikel Utama

Kalau Masih Cerewet, Fadli Zon Bisa Rugikan Prabowo

11 Februari 2019   21:48 Diperbarui: 12 Februari 2019   09:21 0 7 4 Mohon Tunggu...
Kalau Masih Cerewet, Fadli Zon Bisa Rugikan Prabowo
Sumber Foto: Istimewa

Memasuki debat kedua Capres-Cawapres pada 17 Februari mendatang, ternyata masih banyak blunder yang dilakukan oleh tim pemenangan masing-masing kandidat

Dalam hal ini, saya ingin menyoroti sikap Fadli Zon yang belakangan kian santer dibicarakan publik lantaran sejumlah kontroversi yang dibuatnya, mulai dari puisi "doa yang ditukar" hingga pernyataan menohok yang menolak penganugerahan Medali Kemerdekaan Pers untuk Jokowi.

Mengapa sikap Fadli yang saya sorot, sebab sampai saat ini banyak pernyataan dia di media yang kontraproduktif dan tidak menonjolkan apa kelebihan Prabowo dibanding Jokowi. Jujur saja, saya tidak ingin debat kedua dan seterusnya antiklimaks karena pertarungan Pilpres hanya membahas hal-hal remeh-temeh yang jauh dari substansi kandidasi yaitu adu gagasan akan perubahan bangsa ini ke depannya.

Sebagian kecil teman saya malah terjangkit letupan-letupan retorika Fadli hingga mereka jadi senang mengumbar pesimisme, getol menebar postingan propaganda dan rajin beragitasi atas perkara baik yang dicapai bangsa ini. 

Padahal, kalau Fadli mengiring pendukung Prabowo untuk fokus pada keunggulan Prabowo dan Sandi, maka bisa jadi mampu menjadi sumbangsih yang cukup baik bagi elektabilitas paslon 02. Ya, walaupun, kadang dengan verbal aggressiveness bisa juga membaca keberuntungan seperti yang dialami Trump dalam Pilpres Amerika.

Intinya, disadari atau pun tidak, kalau Fadli masih "cerewet" dengan kinerja pemerintah semata (dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua DPRRI), tapi lupa mengimbanginya dengan menjaga citra Prabowo yang selama ini terkesan "sering menjadi korban" atas salah strategi para timsesnya, maka ini jelas bisa merugikan Prabowo.

Ada tiga hal yang saya pikir kurang diperhatikan Fadli, demi menjaga citra Prabowo: Pertama, kampanye yang dilayangkan Fadli dkk masih sebatas "artificial message", ya seperti hanya membahas program di permukaan atau ribut-ribut perkara unsubstantial

Kedua, seharusnya Fadli Zon berani menjajakan program-program Prabowo yang punya nilai keberbedaan yang menonjol (contracting) dari Jokowi. Ketiga, terlalu sering bermain di arena dialektika relasional yang akhirnya membiaskan kampanye itu sendiri.

Meminjam pandangan Leslie Baxter (1988) bahwa inti dari dialektika relasional adalah simpul kontradiksi dalam hubungan antarpribadi (baca: Heryanto, 2019). Pola komunikasi dicirikan oleh ketegangan-ketegangan atau konflik antar individu. Konflik muncul ketika seseorang mencoba memaksakan keinginannya kepada yang lain. 

Maksudnya, setiap orang lebih condong mencari pembenaran, bukan kebenaran. Sehingga, narasi yang dibangun terkadang amat subjektif dan tidak jelas. Pokoknya, pemerintah salah, selalau salah, namun lupa menyuguhkan solusi yang bisa mendatangkan positioning yang tepat.

Oleh karena itu, di kubu oposisi, jika ingin manuver sebelum debat kedua ini, maka alangkah baiknya menghindari ucapan dan sikap yang merugikan Prabowo seperti yang dilakukan Fadli Zon. Sadar maupun tidak, faktor "cerewet" dan ganjen media dari Fadli ini, bisa menjadi boomerang bagi Prabowo. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x