Gayahidup

Arisan "Zaman Now"

15 November 2017   13:11 Diperbarui: 15 November 2017   13:31 171 0 0

Hal pertama yang terlintas dalam pikiran saya saat mendengar kata Arisan adalah sekelompok ibu-ibu rempong yang hobi menggosip berkumpul untuk saling pamer kekayaan dan kepemilikan masing-masing. Walaupun itu bukan definisi arisan yang sebenarnya, hanya dalam pemahaman saya saja berdasarkan pengalaman kalau diajak ikut arisan bersama Ibu saya. Secara personal, saya mengerti arisan itu apa, keuntungannya dan manfaat yang bisa didapatkan. Tetapi setelah mengalami sendiri kegiatan arisan yang diadakan dari salah satu teman Ibu saya, entah mengapa arisan ini bahkan lebih condong ke sisi "negatif" tapi dalam arti yang tidak benar-benar membawa kerugian.

Arisan sendiri memiliki banyak keuntungan mulai dari pembayarannya yang mencicil sehingga bisa dijadikan ajang menabung atau mendapatkan uang pinjaman diawal. Selain itu arisan dapat mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan dalam ikatan anggota-anggotanya. Tetapi lagi-lagi dari pengalaman yang saya dapatkan, arisan yang kebanyakan saya temukan ternyata terdapat sisi negatif layaknya pedang bermata dua. Sekali lagi ini adalah sudut pandang saya yang coba saya ungkapkan berdasarkan pengalaman yang saya alami.

Dalam perkumpulan arisan, tidak etis kalau tidak ada jamuan-jamuan khusus yang ditawarkan kepada seluruh anggota. Disinilah problematika dari arisan tersebut, dimana arisan diadakan di salah satu rumah anggota dan mau tidak mau jamuan spesial harus ada. Jamuan makanan pun dikumpulkan dari patungan para anggota, sehingga iuran arisan menjadi bertambah dengan alasan untuk biaya konsumsi. Tidak apa-apalah toh itu untuk kepentingan bersama, kalau dalam kasus saya tambahan biasa konsumsi adalah Rp 50.000 peranggota dengan iuran arisan Rp 300.000.

Hal yang paling saya tidak suka dari arisan ini adalah dimana para anggota mengajak keluarga yang lain layaknya rombongan piknik. Kalau memang arisan keluarga, mungkin akan dimaklumi kalau para anggotanya membawa suami dan seluruh anak-anaknya. Sedangkan saya datang hanya bersama Ibu saya karena memang Ibu saya adalah anggota arisan tersebut. Alhasil semua jamuan habis disantap oleh keluarga-keluarga peserta arisan sebagai ajang aji mumpung. Saya hanya bisa melongo dan cuma menikmati segelas air putih dan satu potong gorengan risoles yang tersisa. Mereka tidak menyediakan makanan lebih atau bahkan tidak memesan makanan lain untuk yang tidak kedapatan. Dalam hal bercengkrama pun saya tidak ikut-ikutan gabung dengan pembicaraan karena sudah tahu bahwa yang dibicarakan adalah orang lain, alias gosip dan ghibah.

Disitu saya mulai berpikir kalau seperti ini faedah dari arisan itu apa? Total iuran setiap periode Rp 300.000 dengan bunga yang diatasnamakan biaya konsumsi sebesar Rp 50.000. Selama disana pun saya tidak menyantap hidangan utama apapu kecuali air putih dan gorengan, maaf saya bukan tipe orang yang aji mumpung.

Dengan alasan tersebut, akhirnya pada periode pengocokan selanjutnya saya dan Ibu saya memutuskan untuk tidak ikut datang. Untungnya iuran bisa dititipkan atau dibayarkan via transfer ke salah satu peserta. Tetapi hal ini menciptakan suatu problematika baru, dimana bahkan saya yang tidak ikut datang tetap diharuskan membayar biaya konsumsi sebesar Rp 50.000, padahal datang saja tidak, makan saja tidak. Akhirnya Ibu saya pun mengamalkan uang Rp 50.000 tersebut untuk biaya konsumsi mereka. Dan begitulah seterusnya, terkadang saya dan Ibu saya datang dalam acara pengocokan, terkadang tidak datang karena alasan malas.

Memang bukan kerugian yang fatal, tetapi saya mulai mempertanyakan apakah saya lebih baik menyarankan Ibu saya untuk tidak ikut arisan lagi? Dari situ saya kemudian menemukan sebuah video arisan barang secara online dimana arisan diadakan tanpa repot harus datang ke rumah peserta untuk pengocokan atau mengadakan jamuan besar-besaran.



Seru juga nih! Begitu pikir saya, karena setelah saya baca lebih lanjut, program arisan ini tidak mengharuskan pemenang yang dapat arisan untuk membayarkan iuran periode selanjutnya lagi. Dalam hati, 'Ya ampun untung banget dibandingkan ikut kumpulan ibu-ibu arisan biasa'. Jadi ini akhirnya arisan jaman now yang lebih menguntungkan?

Arisan eksklusif ini juga diadakan secara pengocokan jadi tidak ada penipuan dan manipulasi. Yang membuat saya kemudian tertarik adalah programnya dimana yang dapat arisan pertama hanya perlu membayar iuran periode pertama dan periode selanjutnya tidak perlu bayar lagi. Disitu juga dijelaskan bahwa yang dapat arisan periode terakhir juga tidak rugi-rugi banget karena dapat cashback.

Singkatnya, karena lebih menguntungkan dan sistemnya juga tidak jauh beda dengan arisan biasa, akhirnya saya beralih ke lumada.co.id sebuah marketplace baru yang juga menyediakan sistem pembayaran arisan tersebut. Jadi tidak hanya bisa berbelanja online, tetapi juga ikut arisan barang dengan keuntungan yang lebih banyak. Bahkan kelebihan-kelebihan arisan bisa didapatkan disini dimana pembayaran layaknya mencicil, tanpa tambahan bunga. Dan karena ini marketplace terpercaya dengan sistem transparansi yang sudah memiliki izin legal, jadi tidak ada bentuk penipuan.

Intinya, masing-masing arisan tradisional dan arisan online sendiri punya kelebihan-kelebihan yang hampir sama. Tetapi kalau memang ada yang lebih nyaman, transparan, dan menguntungkan, kenapa tidak beralih saja ke sistem yang lebih modern ini.