Mohon tunggu...
Ulfa Shovia
Ulfa Shovia Mohon Tunggu... Mahasiswa -

Seorang Mahasiswa Ekonomi Islam di IAIN Jember, Seorang Anggota LPEI IAIN Jember, Seorang Anggota Mata Indonesia Jember... yang ingin lebih fokus lagi dan lebih peduli terhadap perekonomian dan lingkungan...

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Peran Teknologi Informasi bagi Perusahaan

17 Mei 2016   09:39 Diperbarui: 17 Mei 2016   09:54 5458 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Peran Teknologi Informasi bagi Perusahaan
Ekonomi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Caruizp

Konsep Dasar Teknologi Informasi

Teknologi informasi adalah studi atau peralatan elektronika, terutama komputer, untuk menyimpan, menganalisis, dan mendistribusikan informasi termasuk kata, bilangan, dan gambar. (Kamus Oxford, 1995).

Teknologi informasi adalah seperangkat alat untuk bekerja dengan informasi dan melaksanakan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi (Haag & Keen, 1996).

Teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (software & hardware) yang digunakan untuk memproses atau menyimpan informasi, tetapi juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi (Martin, 1999).

Teknologi informasi adalah segala bentuk teknologi yang diterapkan untuk memproses dan mengirimkan informasi dalam bentuk elektronik (Lucas, 2000).

Teknologi informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara, dan video (William & Sawyer, 2003).

Dari beberapa pengertian para tokoh di atas, dapat disimpulkan bahwa teknologi informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, dan memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat, dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan. Selain itu, teknologi informasi merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.

Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan yang menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lain sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global.[1]

Istilah teknologi sistem informasi (TSI) atau information system technology (IST) juga menunjukkan teknologi yang digunakan oleh sistem informasi. Istilah teknologi sistem informasi mempunyai arti yang mirip dengan teknologi informasi (TI) atau information technology (IT).

Sistem komputer (computer system) merupakan teknologi informasi yang digunakan dalam sistem informasi. Teknologi informasi dapat berupa apapun yang dapat menghasilkan informasi, termasuk teknologi teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi. Dengan demikian, sistem komputer merupakan subsistem atau sistem bagian dari teknologi informasi.

Istilah teknologi sering tumpang tindih dengan istilah sistem informasi dan terkadang menjadi bahan perdebatan. Ada yang menggunakan istilah teknologi informasi untuk menjabarkan sekumpulan sistem informasi, pemakai, dan manajemen (diulas oleh Turban, McLean, dan Wetherbe, 1999). Pendapat ini menggambarkan teknologi dalam perspektif yang luas. Tetapi, jika didasarkan pada definisi sistem informasi menurut Alter, teknologi informasi hanya bagian dari sistem informasi. (Rusdiana dan Irfan, 2014:53).

Contoh teknologi informasi: mikrokomputer, komputer mainframe, pembaca barcode, perangkat lunak pemroses transaksi, perangkat lunak lembar kerha (spreadsheet), dan peralatan komunikasi dan jaringan.

Perkembangan Sistem Teknologi Informasi

Perkembangan sistem teknologi informasi dimulai pada tahun 1964 yaitu saat IBM memperkanlkan MT/ST (Magnetic Type/Selecttric Type) writer, yaitu mesin ketik elektronik yang dapat merekamkan ke pita magnetic. Tahun ini merupakan awal dari aplikasi pengolahan kata (word processing) yang sederhana dibandingkan OAS (Office Automation System). OAS tidak hanya terdiri dari aplikasi pengolahan kata, tetapi juga aplikasi desktop publishing, pembuatan skedul (scheduling), surat elektronik, surat suara, konferensi elektronik.

Perkembangan selanjutnya dari sistem teknologi informasi selalu bersamaan dengan perkembangan sistem komputer. Computer pertama adalah ENIAC (Electronic Numerical Integrator and Computer) pada tahun 1946. Aplikasi bisnis pada awal tahun ini masih menggunakan aplikasi untuk sistem pengolahan transaksi (SPT) atau TPS (Transaction Processing System), aplikasi ini digunakan untuk merekamkan data aplikasi bisnis ke dalam basis data (database) yang kemudian dapat dihasilkan laporan-laporan operasi bisnis. Laporan-laporan dari hasil basis data pada periode ini banyak berupa informasi pencatatan nilai (score-keeping information) untuk manajemen level bawah. Kemudian sistem tersebut berkembang seiring dengan kebutuhan para manajer tingkat menengah ataupun atas, beberapa sistem tersebut seperti SIM, SIPEM, SIAKU atau SIA, SIPRO dan SISDM.

Awal tahun 1970-1n teknologi juga mulai digunakan pada proses produksi. Teknologi ini adalah teknologi computer dan robot untuk mengendalikan proses produksi supaya efektif dan efisien. Penerapan teknologi pada proses produksi disebut dengan sistem pengendali proses (SPP) atau process control system (PCS), yang termasuk dalam PCS adalah CAM, CIM, robot, dan lain sebagainya.

Pada tahun 1980-an, suatu sistem  yang dikenal dengan nama SPK atau DSS mulai dikenalkan. SPK banyak diterapkan untuk manajemen tingkat menengah. Aplikasi lain yang dikenal pada tahun ini adalah ES. Selain kedua aplikasi ini, perkembangan teknologi infomasi juga semakin pesat salah satunya ada sistem otomatisasi kantor (SOK) atau OAS.

Pada tahun 1990-an sistem informasi eksekutif (SIE) atau EIS diperlukan oleh eksekutif puncak karena persaingan bisnis yang lebih tajam yang menuntut eksekutif didukung oleh sistem teknologi informasi yang interaktif. Pada tahun ini juga mulai digunakan GIS. Perkembangan terakhir dari sistem teknologi informasi adalah dikembangkannya jaringan saraf (neural) buatan atau ANN. ANN merupakan merupakan system teknologi informasi yang mencoba meniru kerja dari jaringan saraf otak. Namun ANN masih diragukan kemampuannya dibandingkan dengan otak manusia.

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membawa pengaruh positif dan negatif, seperti pedang bermata dua. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi disatu pihak memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan dan peradaban manusia. Dilain pihak kemajuan teknologi ITE tersebut dapat dimanfaatkan untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang bersifat melawan hukum, yang menyerang berbagai kepentingan hukum orang, masyarakat dan negara.

Peran Sistem Teknologi Informasi di dalam Organisasi

Sistem teknologi informasi memberikan lima peran utama di dalam organisasi atau perusahaan, yaitu untuk meningkatkan (1) efisiensi, (2) efektivitas, (3) komunikasi, (4) kolaborasi dan (5) kompetitif. Mula-mula sistem teknologi informasi digunakan untuk pengolahan transaksi (TPS) ang bertujuan untuk menggantikan pengolahan transaksi oleh manusia dengan teknologi sistem teknologi informasi. TPS berperan untuk meningkatkan efisiensi selain TPS terdapat pula PCS (Process Control Systems) keduanya berperan meningkatkan efisiensi yang menggantikan manusia dengan teknologi dip roses produksi.

Peran yang kedua yaitu meningkatkan efektifitas yang dapat dicapai dengan SIM, DSS, GSS, GIS, ES, EIS, dan ANN. Sistem-sistem teknologi informasi ini menyediakan informasi bagi manajer pada sebuah organisasi atau perusahaan untuk mendukung proses pengambilan keputusan dengan lebih efektif. Keefektifan pengambilan keputusan didasarkan dengan informasi yang akurat, tepat waktu dan relevan. Manfaat peningkatan efektifitas juga dicapai dengan PCS untuk mendapatkan hasil produksi yang akurat dan bebas dari cacat produksi sesuai dengan jumlah produksi yang diinginkan.
Peran ketiga dan keempat dari sistem teknologi informasi adalah untuk komunikasi dan kolaborasi yang dicapai dengan menerapkan OAS (Office Automation System) yang akan mengintegrasikan pengguna sistem teknologi informasi termasuk para manajer secara elektronik. Peningkatan komunikasi dicapai dengan e-mail dan chat. Peningkatan kolaborasi dicapai dengan menggunakan video conference dan teleconference.

Peran kelima dari sistem teknologi informasi adalah untuk meningkatkan daya kompetisi. Peran ini dapat dicapai dengan menggunakan strategic information systems (SIS). SIS merupakan sistem-sistem teknologi informasi dan teknologi informasi di dalam organisasi atau perusahaan untuk mengimplementasikan strategi untuk keunggulan kompetisi. (Jogiyanto, 2008:18)
 Dari kelima peran tersebut akan lebih mudah dipahami melalui sebuah bagan di bawah ini:

Peran teknologi informasi pada aktivitas manusia memang begitu besar. Teknologi informasi telah menjadi fasilitator utama bagi kegiatan-kegiatan bisnis, memberikan andil yang besar terhadap perubahan-perubahan yang mendasar pada struktur, operasi, dan manajemen organisasi.

Berkat teknologi ini, berbagai kemudahan dapat dirasakan oleh manusia. Misalnya adanya ATM dapat mempermudah pengambilan uang dan tidak mengharuskan kita ke bank, transaksi melalui internet dengan e-commerce atau perdagangan elektronik transfer uang melalui fasilitas e-banking, dan lain sebagainya.

Secara garis besar, teknologi informasi dapat menggantikan peran manusia. Dalam hal ini, teknologi memperkuat peran manusia, yakni dengan menyajikan informasi terhadap suatu tugas atau proses.

Teknologi informasi berperan dalam restrukturasi terhadap peran manusia. Dalam hal ini, teknologi berperan dalam melakukan perubahan-perubahan terhadap sekumpulan tugas atau proses.

Banyak peusahaan yang berani melakukan investasi yang sangat tinggi di bidang teknologi informasi. Alasan yang paling umum adalah adanya kebutuhan untuk mempertahankan dan meningkatkan posisi kompetitif, mengurangi biaya, meningkatkan fleksibilitas, dan tanggapan.

Peran yang dapat diberikan oleh teknologi informasi adalah mendapatkan informasi untuk kehidupan pribadi, seperti informasi tentang kesehatan, hobi, rekreasi, dan rohani. Sedangkan untuk perusahaan seperti profil perusahaan, kesehatan perusahaan, modal dan keuntungan perusahaan, dan lain sebagainya.

Peran teknologi informasi dapat dijadikan sarana kerja sama antara pribadi atau kelompok yang satu dengan pribadi atau kelompok yang lain tanpa ada batas jarak dan waktu, Negara, ras, kelas ekonomi, ideologi, atau faktor lainnya yang dapat menghambat pertukaran pikiran.

Menurut Alter (1992) dalam Rusdiana dan Irfan, mengemukakan berbagai kecenderungan teknologi yang berkaitan dengan sistem informasi, yaitu:

  • Peningkatan kecepatan dan kapasitas komponen-komponen elektronik.
  • Ketersediaan informasi dalam bentuk digital semakin banyak.
  • Portabilitas peralatan-peralatan elektronik semakin meningkat.
  • Konektivitas meningkat.
  • Kemudahan pemakaian meningkat.
  • Ketidakmampuan mengotomasikan logika masih berlanjut.

DAFTAR RUJUKAN

HM, Jogiyanto. 2008. Sistem teknologi Informasi pendekatan Terintegrasi: Konsep Dasar, Teknologi, Aplikasi, Pengembangan dan Pengelolaan. Yogyakarta. CV Andi Offset.

Davis, Gordon B. 1998. Kerangka Dasar Sistem Informasi Manajemen Cetakan ke-9. Jakarta Pusat. CV. Taruna Grafika.

Rusdiana, H.A dan Moch. Irfan. 2014. Sistem Informasi Manajemen. Bandung. Pustaka Setia.

Scott, George M. 2004. Prinsip-prinsip Sistem Informasi Manajemen Edisi 1 Cetakan ke-8. Jakarta. PT. Raja Grafindo Persada.

Siagian, Sondang P. 2006. Sistem Informasi Manajemen. Jakarta. Bumi Aksara.

[1] H. A. Rusdiana dan Moch. Irfan, Sistem Informasi Manajemen, Bandung, Pustaka Setia,: 2014, hal. 52-53.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...
Lihat Konten Ekonomi Selengkapnya
Lihat Ekonomi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan