Mohon tunggu...
Shofi nur hayati
Shofi nur hayati Mohon Tunggu... Mahasiswa - mahasiswa

membaca novel

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Apakah Ideologi Pancasila Menyalahi Agama Islam?

25 September 2022   15:10 Diperbarui: 25 September 2022   15:11 69 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Pancasila adalah ideologi negara kita. Pancasila ideologi yang dibuat oleh petinggi negara untuk menjadikan landasan negara ini, sebagai suatu landasan Untuk Masyarakat Indonesia Menjalankan kehidupan kesehariannya. 

Dengan tentram dan penuh kerukunan. Seperti yang kita ketahui bersama sila pertama yaitu ketuhanan yang maha esa, pada dasarnya ketuhanan yang maha esa ini dibuat, untuk menghargai umat beragama, dan bentuk toleransi sesama umat beragama. Karena proses kemerdekaan negara Indonesia ini tidak hanyadiperjuangkan, Oleh umat Islam saja, akan tetapi juga di Perjuangkan oleh umat selain agama Islam. 

Maka dari itu.Sila pertama Pancasila yang berbunyi ketuhanan yang maha esa, untuk men-universalkan arti atau mengumumkan bahwa sila ini berlaku Untuk semua agama. Jadi, sila pertama tidak membanding. Bandingkan dengan pemikiran-pemikiran agama lain.
 
Dan sebelumnya yang harus kita ketahui bersama bahwa Makna "maha" yakni berasal dari.Bahasa sansekerta atau bahasa pali yang bermakna mulia atau besar. Sementara itu, kata esa memiliki makna keberadaan yang mutlak. Jadi maha esa itu adalah suatu ketuhanan yang hanya satu, tidak ada dua ataupun tiga .

Bahkan jika ditinjau secara umum.Ketuhanan yang maha esa ini adalah tuhan yang satu, tidak menyembah tuhan yang lain. Yang dikonotasikan bahwa masyarakat Indonesia memiliki tuhan yang satu, tidak menyembah tuhan yang banyak.
 
Kita Yakini Bersama bahwa sila pertama ini adalah suatu kemutlakan, dimana orang terdahulu untuk menyatukan penduduknya untuk saling bertoleransi sesama hidup. Bahwa, mereka telah memikirkan jauh-jauh hari untuk penduduk Indonesia kedepannya. Jadi mereka tidak asal untuk membuat ideologi dengan sesuka hati mereka. Mereka juga memikirkan sesama agama penduduk Indonesia ini.

Beralih ke sila kedua yakni "kemanusiaan yang adil dan beradab" mohammad yamin juga merangkai sila ini dengan penuh perhitungan agar kedepanya penduduk Indonesia mendapatkan keadilan yang sesuai dengan haknya. 

Dari kata kemanusiaan yang adil saja kita sudah dapat menyimpulkan bahwa, sila ini mengedepankan suatu keadilan manusia yang harus diterapkan pada sistem pemerintah, agar hukum-hukum berlaku sesuai ketentuannya, dan tidak dilanggar semaunya sendiri. Arti kata beradab, yakni Mohammad Yamin menginginkan agar umat manusia memiliki adab yang baik, dan sesuai dengan norma-norma yang berlaku.

Sila ke tiga yang berbunyi "Persatuan Indonesia" sila ini juga memiliki arti yang sangat dalam. Kata persatuan yang digunakan, memiliki konotasi bahwa rakyat Indonesia harus Bersatu tidak boleh bercerai-berai. Dan ini menjunjukan bahwa persatuan itu sangat penting, bahkan dalam beragama kita juga harus Bersatu untuk mendapatkan kebaikan-kebaikan dan untuk menjalin silaturahmi. Dengan Bersatu kita akan kuat dalam bernegara, saling mempercayai dan demi mewujudkan cita-cita bangsa.

Sila ke tiga juga mengindikasikan atau menandakan bahwa persatuan merupakan gabungan yang terdiri atas beberapa bagian-bagian dari kepingan Panjang. Sebagaimana pada kenyataannya republik Indonesia merupakan negara kepulauan dengan berbagai macam agama, suku, dan kebudayaan. Makna pohon beringin yang terdapat pada lambang sila ke tiga yakni "persatuan Indonesia". Hal ini mengindikasikan bahwa persatuan merupakan suatu gabungan yang terdiri dari beberapa di dalamnya begian-bagian dari kepingan Panjang.

Demokrasi menjadi salah satu makna yang bisa kita ambil dari sila ke empat. Sila yang berbunyi "kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan" memiliki kandungan arti demokrasi. Dengan mewujudkan demokrasi dalam berbagai sisi kehidupan bermasyarakat.

Baik dalam bidang politik, hubungan ekonomi, ataupun penyelengaraan kebudayaan, dan sosial dalam bernegara. Arti kerakyatan yakni harus menjalankan tugas dan tanggung jawabnya yang sesuai dengan apa yang diaspirasikan oleh rakyat. 

Dan bahkan, bisa berarti harus bersih, suci, penuh kebenaran, dan kejujuran. Jika ditinjau dari agama islam sila ke empat ini sangat relevan, karena bertujuan untuk mendapatkan tujuan yang sama dan dilakukan secara mufakkat atau disetujui oleh semua anggota.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan