Mohon tunggu...
Dyah Shofia F
Dyah Shofia F Mohon Tunggu... Guru - Mengajar di SMP Negeri 1 Jogonalan Kab, Klaten

Seorang guru yang terus belajar

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Implementasi Budaya Positif melalui Budaya Hadir Awal Waktu dan Pembiasaan Sarapan Pagi Bersama

24 Oktober 2021   20:30 Diperbarui: 24 Oktober 2021   22:28 82 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Guru menyambut kehadiran siswa di pintu gerbang/dokpri

Menurut Psikolog Tim Bandung/Jabar Masagi dalam program penguatan karakter sejak tahun 2016, Karakter manusia yang tampak dari luar, sesungguhnya merupakan perwujudan dari perilaku yang berulang-ulang yang dilakukan, sehingga menjadi sebuah kebiasaan. Kemudian kebiasaan-kebiasaan tersebut secara akumulatif tumbuh menjadi sebuah karakter. Karakter juga dipengaruhi oleh lingkungan dimana seseorang itu bertumbuh, sehingga lingkungan tersebut perlu kita maksimalkan pengaruhnya sehingga karakter yang tumbuh adalah karakter yang baik. Melalui pengkondisian dan pembiasaan dan melalui  jalan keteladanan dan sistem yang konsisten diharapkan pengaruh lingkungan dapat berjalan efektif dalam menumbuhkan karakter baik kepada seseorang. (Modul 1.4 Pendidikan Guru Penggerak)

Sekolah merupakan salah satu dari tiga pusat dalam pendidikan disamping keluarga dan masyarakat. Untuk itu sekolah memiliki peran yang cukup penting dalam menumbuhkan karakter baik kepada anak. Disini sekolah perlu menyediakan lingkungan yang positif, aman, dan nyaman agar murid-murid mampu berpikir, bertindak, dan mencipta dengan merdeka, mandiri, dan bertanggung jawab. Penanaman budaya positif di sekolah penting dilakukan sebagai upaya dalam mengkondisikan dan membiasakan peserta didik dalam berperilaku.

 Selama kondisi pandemi, peserta didik melaksanakan pembelajaran jarak jauh dari rumah. Salah satu hal yang paling terasa perubahannya adalah masalah kedisipinan. Karena terbiasa berada di rumah, maka sikap disiplin dari peserta didik semakin menurun. Hal tersebut dikarenakan selama pembelajaran dari rumah, kurang kontrol dari pihak orangtua dan dari pihak sekolah/guru sendiri. Sehingga saat pembelajaran kembali dilaksanakan secara tatap muka terbatas, sekolah perlu mengkondisikan kembali perilaku disiplin yang selama hampir 2 tahun ini sangat berkurang. Salah satu usaha untuk mengimplementasikan budaya positif, yang dilakukan adalah membudayakan berangkat sekolah di awal waktu, dan tidak terlambat. Pembiasaan ini sangat penting untuk memperbaiki perilaku disiplin diri pada peserta didik.

Kesehatan merupakan hal utama yang menjadi perhatian semua pihak saat ini. Demikian juga di sekolah. Selama sebelum pandemi, peserta didik memilih untuk jajan di kantin/di luar, sehingga menimbulkan kerumunan dan kurang terjamin kesehatannya. Pembiasaan sarapan pagi berguna untuk memberikan nutrisi penting bagi tubuh agar dapat menjalankan seluruh aktivitas dengan baik seharian dan menjaga imun tubuh. Peserta didik membawa bekal sarapan pagi dan minum dari rumah yang lebih terjamin dari segi kebersihan dan kesehatannya. 

Pelaksanaan Kegiatan

  • Budaya hadir awal waktu dikondisikan dengan penutupan pintu gerbang tepat pukul 07.00 WIB. Peserta didik dianjurkan untuk hadir  di sekolah paling lambat 10 menit sebelumnya. Standar Operasional saat peserta didik hadir di sekolah adalah dengan protokoler kesehatan. Pertama masuk gerbang dengan mengecek suhu dan dilakukan pengecekan pemakaian double masker, selanjutnya peserta didik mencuci tangan di tempat yang telah disediakan di depan kelasnya. Pembelajaran jam pertama di mulai pada pukul 07.30 WIB. Pada awal pelaksanaan, masih banyak peserta didik yang terlambat. Hal tersebut dikarenakan peserta didik masih terbiasa dengan pola yang lama, yaitu belajar dari rumah, sehingga perlu penyesuaian. Seiring waktu jumlah peserta didik yang hadir terlambat semakin berkurang.
  • Pembiasaan sarapan pagi bersama dilakukan sebelum pembelajaran dimulai. Setelah siswa memulai dengan berdoa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama, peserta didik melaksanakan kegiatan sarapan pagi didampingi oleh guru yang mengajar pada jam pertama. Kegiatan berlangsung selama 30 menit. Selama sarapan pagi berlangsung, peserta didik tetap dalam kondisi menjaga jarak antar teman. Pada awalnya peserta didik banyak yang lupa membawa bekal sarapan sendiri dari rumah. Melalui pendekatan dan pemberian pengertian kepada peserta didik, mereka semakin terbiasa melakukan kegiatan sarapan pagi. Tentu saja hal tersebut mengurangi keinginan untuk membeli jajanan tidak sehat, apalagi selama masa pandemi ini, sangat baik membawa bekal makanan sendiri.

Siswa melaksanakan kegiatan sarapan pagi bersama/dokpri
Siswa melaksanakan kegiatan sarapan pagi bersama/dokpri

Mohon tunggu...

Lihat Konten Edukasi Selengkapnya
Lihat Edukasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan