Mohon tunggu...
Shinta Harini
Shinta Harini Mohon Tunggu... Penulis - From outside looking in

Pengajar dan penulis materi pengajaran Bahasa Inggris di LIA. A published author under a pseudonym.

Selanjutnya

Tutup

Novel Pilihan

Anugerah, Bukan Kutukan (Part 15)

28 November 2021   10:28 Diperbarui: 28 November 2021   10:31 130 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Anugerah, Bukan Kutukan (Sumber: Pixabay)

Bagian sebelumnya...

Sore itu Nursanti setengah berlari keluar restoran tapi ia tetap terlambat. Mobil Rizal sudah menghilang dari pelataran parkir. Ia langsung menghentikan taksi.

 "Jalan Kenanga," katanya segera, memberikan alamat rumahnya ke pengemudi taksi. Ia tahu menurut rencana mereka akan menghabiskan akhir pekan di rumah Regina, tetapi setelah apa yang terjadi ia tidak yakin Rizal masih ingin berada di sana.

 Dua puluh menit kemudian taksi meluncur memasuki kompleks perumahan elit di mana rumah Nursanti dan Rizal berada, dan tiga menit kemudian mereka sampai di depan satu rumah besar berpagar tinggi dan berhalaman luas. Seorang penjaga keamanan membukakan pintu gerbang dan taksi itu berjalan pelan memasuki halaman dan berhenti tepat di depan pintu. Nursanti membunyikan bel dan seorang gadis penjaga rumah membuka pintu itu.

 "Tuan sudah sampai? Di mana dia?" tanya Nursanti sambil melangkah masuk.

 "Tuan belum datang, Nyonya."

 Nursanti terhenti langkahnya dan ia memalingkan tubuh ke arah gadis itu. "Belum datang?"

 Gadis itu menggeleng menegaskan. Nursanti mengumpat pelan.

 "Kunci. Kunci mobil," katanya kemudian dengan nada mendesak. Gadis itu bergegas pergi ke belakang dan kembali dengan kunci di tangannya dalam waktu tidak sampai satu menit. Tanpa berkata apa pun Nursanti mengambil kunci itu dan meninggalkan rumah lagi.

 Mereka berangkat ke restoran dengan BMW Rizal yang masih dibawa suaminya itu entah ke mana, meninggalkan Mercedes yang biasa dipakai Nursanti dan sebuah mobil SUV untuk belanja sehari-hari. Nursanti mencoba alarm di tangannya yang ternyata membuka pintu di mobil kedua. Nursanti tidak ambil pusing. Ia segera memasuki mobil itu. Apa pun yang dapat membawanya untuk menemukan Rizal. Di taksi tadi ia sudah mencoba menghubungi suaminya tanpa ada hasil. Kali ini Nursanti mengarahkan mobilnya ke rumah Regina. Ia tetap tidak yakin Rizal ada di sana tapi ke mana lagi ia harus mencari?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Novel Selengkapnya
Lihat Novel Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan