Mohon tunggu...
Shinta Harini
Shinta Harini Mohon Tunggu... Penulis - From outside looking in

Pengajar dan penulis materi pengajaran Bahasa Inggris di LIA. A published author under a pseudonym.

Selanjutnya

Tutup

Novel Pilihan

Cerber: Anugerah, Bukan Kutukan (Part 9)

10 Oktober 2021   10:13 Diperbarui: 10 Oktober 2021   10:18 152 16 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Anugerah, Bukan Kutukan (Sumber: Pixabay)

Bagian sebelumnya...

Ari sudah bilang mereka tidak akan sering-sering bertemu, dan memang lebih baik begitu. Dua orang, laki-laki dan perempuan, tidak ada hubungan keluarga, tidak baik untuk tinggal di satu rumah. Molly mau tak mau selalu berpikir tentang hal itu. 

Kalau orang tahu, kalau tetangga-tetangga pada tahu, mereka mungkin segera diseret ke penghulu untuk dinikahkan, yang dalam hal ini Molly tidak bisa dibilang terlalu berkeberatan. 

Hal yang sama juga dikatakan Fira ketika ia menceritakan segalanya pada temannya itu. Sambil ketawa-tawa tentunya. Karena, yah, Fira terdengar sangat kesengsem dengan Ari walau hanya mendengar cerita Molly dan ia menyayangkan mengapa Molly tidak mengambil foto Ari dengan kamera di telepon genggamnya.

"Kamu gila apa? Memang enak aku bisa mencuri-curi memotretnya?"

"Kenapa harus mencuri-curi? Kalian kan bisa foto dia dan kau juga sebagai pemilik bersama rumah itu."

Molly terdiam sesaat, berpikir. "Yah, tidak bisa dibilang pemilik bersama karena Ari tidak pernah mau mengakui hal itu. Dia terus bilang kalau aku pemilik rumah itu sedang ia hanya memiliki ijin untuk tinggal di sana."

"Kenapa bisa begitu?"

Molly mengangkat bahu. "Mana aku tahu?"

Tiba-tiba Fira menepuk meja warung di mana mereka makan siang membuat Molly terlompat kaget. "Yah, yang penting, kau dan Ari bertemu, itu seperti sudah digariskan di atas. Kalian pasti sudah ditakdirkan untuk bersama."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Novel Selengkapnya
Lihat Novel Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan