Mohon tunggu...
Shinta Harini
Shinta Harini Mohon Tunggu... Penulis - From outside looking in

Pengajar dan penulis materi pengajaran Bahasa Inggris di LIA. A published author under a pseudonym.

Selanjutnya

Tutup

Novel Pilihan

Cerber: Anugerah, Bukan Kutukan (Part 8)

3 Oktober 2021   09:58 Diperbarui: 3 Oktober 2021   10:01 153 16 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Anugerah, Bukan Kutukan (Sumber: Pixabay)

Bagian sebelumnya...

"Halo, Ma." Rizal membungkuk dan mencium pipi mamanya. Istrinya Nursanti berdiri di belakangnya menunggu giliran untuk menyapa ibu mertuanya. Tangannya yang lemah gemulai merangkul bahu Regina dan ia pun mencium pipi kiri dan kanan sang ibu mertua.

Kedua adik perempuan Rizal, Lovy dan Liz, sudah datang dari tadi bersama suami-suami mereka dan saat ini semua duduk melingkar di meja di restoran tempat mereka sekeluarga biasa bertemu.

"Hei." Rizal mengangguk ke arah adik-adiknya. "Sudah lama?"

"Belum," jawab Lovy singkat sebelum melanjutkan perbincangannya dengan Liz. Ia melirik sekilas ke arah Nursanti yang kelihatan agak salah tingkah di tengah mereka. Ia mengambil tempat di antara Rizal dan suami Lovy. Liz mengangkat alisnya sedikit. Tampak jelas bahwa perhatiannya lebih tertuju kepada Nursanti daripada segala omong-kosong yang diucapkan Lovy.

"Kami sedang memesan makanan, Rizal," Regina menjelaskan. "Ayo, kau dan istrimu mau pesan apa?"

Rizal mengambil buku menu dan memeriksa halaman demi halaman. Ia membisikkan sesuatu pada Nursanti yang mengangguk setuju. Kemudian Rizal mengangkat tangannya dan seorang pelayan datang mendekat. Rizal menyebutkan pesanannya dan istrinya, memberikan buku menu ke pelayan itu, dan duduk bersandar di kursi mewah berlapiskan kulit yang ia tempati.

Baru beberapa saat ia bersantai ketika tiba-tiba datang seorang pelayan lain membawa sebuah buket bunga mawar yang sangat besar. Wajah Regina berseri-seri dan ia duduk tegak di kursinya. Matanya menyapu semua orang yang hadir di meja itu untuk kemudian mengalihkan perhatiannya kepada si pelayan.

Tapi pelayan itu sama sekali tidak memperhatikannya. Ia malah langsung mendatangi Rizal.

"Bapak Rizal Septadibrata?"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Novel Selengkapnya
Lihat Novel Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan