Mohon tunggu...
Shinta Harini
Shinta Harini Mohon Tunggu... Penulis - From outside looking in

Pengajar dan penulis materi pengajaran Bahasa Inggris di LIA. A published author under a pseudonym.

Selanjutnya

Tutup

Novel

Cerber: Anugerah, Bukan Kutukan (Part 6)

19 September 2021   02:52 Diperbarui: 19 September 2021   06:23 132 17 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Cerber: Anugerah, Bukan Kutukan (Part 6)
Anugerah, Bukan Kutukan (Sumber: Pixabay)

Bagian sebelumnya....

Sambil menggigit bibir, Molly memandangi dari balik counter-nya di kantor cabang Bank Nusantara kawannya Fira yang baru saja tiba. Fira selalu penuh dengan ritual setiap kali ia datang. Mula-mula ia akan mengeluarkan dari dalam tas tangannya segala yang akan ia perlukan sepanjang hari: serangkaian kunci, telepon genggam, dompet, satu paket tissue basah, hand lotion, dan satu tempat pensil kecil. Kemudian ia akan membuka laci atasnya untuk mengambil cangkir dan memberikannya kepada seorang office boy untuk dibuatkan kopi. Setelah itu Fira akan buka laci bawah di mana ia menyimpan sepatu setinggi tujuh senti dan mengganti sandal yang ia kenakan selama perjalanannya ke kantor. Baru setelah ia memastikan bahwa make-up nya sudah sempurna dengan melirik sebentar ke cermin kecil miliknya, Fira siap untuk bekerja, menghitung jumlah uang di laci setelah sebelumnya menyalakan computer, merapikan formulir-formulir dan menumpukkan mereka di laci-laci kecil di balik counter tempatnya menerima nasabah.

Molly mendecakkan lidah dengan tak sabar. Lama sekali Fira mempersiapkan dirinya sementara Molly hampir tak bisa lagi menahan dirinya untuk tidak menjerit padanya. Ia tidak tidur semalam tapi dia sama sekali tidak merasa ngantuk, seolah-olah adrenalin mengalir deras dalam tubuhnya. Molly juga belum sarapan tetapi ia tidak merasa lapar sama sekali. Bagaimana ia dapat merasa lapar saat selera makannya teralihkan seluruhnya ke makhluk luar biasa yang mondar-mandir di depannya seolah-olah memancing Molly untuk melakukan sesuatu padanya. Melakukan sesuatu? Hee, Molly nyengir sendiri. Sejak kapan ia punya pikiran-pikiran nakal seperti itu? Yah, ia sendiri tahu jawabannya. Tentu saja sejak...

"Ada apa sih denganmu?"

Molly tersentak kaget. Tiba-tiba Fira sudah berdiri di hadapannya.

"Ada apa?"

"Ya, kau sendiri kenapa? Kamu cengar-cengir sendiri di situ. Memang orang tidak heran melihatnya? Hati-hati, nanti nasabah pada kabur."

"Fira." Napas Molly agak tercekat karena emosi yang ia tahan. "Kau tahu apa yang terjadi padaku?"

"Ada hubungannya dengan hal misterius yang tak mau kau katakan sekitar seminggu yang lalu?"

Molly mengangguk cepat, senyumnya lebar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...
Lihat Konten Novel Selengkapnya
Lihat Novel Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan