Mohon tunggu...
Shifa Az Zahra
Shifa Az Zahra Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa semester 4 jurusan Ilmu Komunikasi dengan fokus di jurnalistik.

Merupakan seorang mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi.

Selanjutnya

Tutup

Film

Menjumpai Unsur Kebudayaan dalam Film 'KKN di Desa Penari'

15 Juli 2022   00:38 Diperbarui: 15 Juli 2022   00:50 218 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Film. Sumber ilustrasi: PEXELS/Martin Lopez

Film KKN di Desa Penari yang disutradarai oleh Awi Suryadi berhasil menjadi film horror terlaris di tahun 2022 karena telah mencapai sebanyak 9.2 juta penonton. Pada mulanya, KKN di Desa Penari ini dikenal dan menarik perhatian para masyarakat karena ceritanya ditulis melalui sebuah utas di akun social media twitter @SimpleM81378523 pada tahun 2019 lalu, 

sebuah cerita yang ditulis melalui sebuah utas twitter itu trending sehingga semakin banyak orang yang membacanya dan tertarik dengan cerita tersebut. Cerita itu diketahui diangkat dari kisah nyata.

Pada awalnya, film ini akan ditayangkan pada Maret 2020, namun karena adanya pandemi Covid 19 yang merebak di Indonesia, maka jadwal panayangan pun diundur hingga 2 tahun. Namun, hal tersebut tidak menurunkan antusias para masyarakat untuk menonton film KKN di Desa Penari. Yang akhirnya, film KKN di Desa Penari resmi tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 30 April 2022.

Film KKN di Desa Penari sendiri menceritakan tentang petualangan mahasiswa dari sebuah universitas yang pergi untuk melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di suatu desa yang masih menjadi misteri sampai sekarang karena tempat tersebut dirahasiakan nama desanya. Yang masyarakat ketahui bahwa kejadian tersebut terjadi di daerah Banyuwangi, Jawa Timur.

Film merupakan sebuah hal yang memiliki peran untuk menyapaikan pesan yang dapat dikemas dalam bentuk memberikan informasi, edukasi, dan hiburan. Dalam film KKN di Desa Penari ini masih sangat banyak kearifan lokal yang ditampilkan dan di dalamnya juga terdapat budaya jawa yang sangat kental.

Dalam film KKN di Desa Penari ini, latar belakang tempat film nya terlihat masih sangat kuno dan jauh dari pemukiman kota. 

Budaya daerah yang ditampilkan dalam film yaitu adanya kegiatan sehari-hari masyarakat setempat yang masih sering membawa tarian adat, juga terdapat tempat yang diberi nama sinden yang merupakan sebuah tempat pemandian, tempat pagelaran kesenian dan terdapat beberapa alat musik tradisional yaitu kethuk, gong, kluncing dan kendhang, selain itu juga di dalam film ini menampilkan masyarakat yang masih sering menaruh sesajen di tempat-tempat tertentu.

Hal tersebut membuat para penonton memahami bahwa keyakinan animisme yang ada dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di desa tersebut masih ada karena mereka mereka menaruh sesajen di beberapa tempat tertentu seperti di bawah pohon, di depan gapura jalan menuju siden dan di sudut hutan, serta tempat-tempat lainnya.

Animisme merupakan sebuah kepercayaan bahwa benda apapun memiliki roh. Dengan menaruh sesajen di tempat tertentu yang tujuannya untuk memberikan penghormatan kepada makhluk gaib yang berada di tempat tersebut, menunjukkan bahwa hubungan masyarakat desa setempat dengan roh halus terlihat masih sangat melekat.

Suatu kebudayaan hakikatnya terbentuk melalui berbagai proses interaksi alam dan manusia. Oleh karena itu, perlu adanya sikap menghargai yang dimiliki oleh manusia yang tinggal di daerah tertentu apalagi jika orang tersebut adalah tamu pendatang. Jika manusia tidak memiliki sikap menghargai kebudayaan yang ada, maka akan merusak kebudayaan daerah tersebut.

Dalam film ini, sekelompok mahasiswa yang datang ke desa tempat mereka akan menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tampaknya tidak berjalan dengan baik karena ada 2 mahasiswa yang memiliki niat buruk sehingga menimbulkan konflik di tengah masyarakat desa yang mereka tempati. Konflik yang mereka timbulkan itu berhubungan dengan hal sakral yang ada di daerah tersebut dan itu termasuk dalam pelanggaran norma.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan