Mohon tunggu...
Sherly Telaumbanua
Sherly Telaumbanua Mohon Tunggu... Pace E Bene

Facebook: Sherly Telaumbanua Instagram : Sherly Telaumbanua Alamat: Jalan Nilam Gang Samadaya No. 09 Kelurahan Ilir, Gunungsitoli Sumatera Utara. Pekerjaan: Guru Honorer di SMPS Bunga Mawar Gunungsitoli (Yayasan Keuskupan Sibolga)

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Merayakan Ibadat Rabu Abu di Rumah Saja

18 Februari 2021   23:03 Diperbarui: 18 Februari 2021   23:21 183 5 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Merayakan Ibadat Rabu Abu di Rumah Saja
Dokumentasi Pribadi

Semua umat katolik di parokiku sudah sangat merindukan misa ekaristi bersama di hari rabu abu, biasanya di gereja kami misa rabu abu di rayakan 2 kali, pertama pada pagi hari khusus misa rabu abu bagi pelajar dan yang kedua di malam hari misa ekaristi rabu abu untuk semua umat. Namun karna masa pondemi covid 19 ini, pastor paroki memutuskan supaya umat merayakan ibadat di rumah saja bersama keluarga alasannya untuk menghindari kerumunan.  

Untuk memudahkan umat merayakan ibadat rabu abu di rumah maka paroki menyediakan tata ibadat dan abu untuk di bagikan kepada umat. Jujur saya sangat merindukan merayakan misa ekaristi malam itu dan juga sangat merindukan momen ketika pastor menaburkan abu di keningku. Abu mengingatkanku bahwa manusia (saya) berasal dari debu dan akan kembali pada debu. Saya rindu jika seorang pastor yang menabur abu itu di keningku, mengapa karna bagiku Tuhanlah yang menaburkan abu itu di keningku lewat pastor itu sendiri.

Ketika aku tahu bahwa di gerejaku tidak mengadakan misa rabu abu pada malam rabu itu saya segera menghubungi teman OMK yang bergereja di gereja katolik Laverna dan menanyakan apakah di gereja mereka diadakan Misa rabu abu, temanku itu mengatakan bahwa nanti malam gereja mereka akan mengadakan Misa rabu abu sekitar jam 20.00 Wib.

Mendengar hal itu saya sangat senang sekali dalam hati saya mengatakan bahwa nanti malam saya harus ikut Misa rabu abu di gereja temanku itu. Gereja temanku itu memang agak jauh dari rumahku tetapi kalau saya ke sana memakai kendaraan sepeda motor maka hanya memakan waktu di jalan selama 15-20 menit sampai ke sana.

Akhirnya niatku nanti malam untuk ikut Misa di gereja temanku itu kusampaikanlah kepada keluargaku di rumah tetapi mereka tidak setuju lalu ibuku mengatakan kepadaku bagaimana dengan kami? Kami juga ingin sekali merayakan Misa rabu abu. Tetapi karna gereja kita tidak mengadakan Misa dan kamu harus Misa ke gereja temanmu, siapakah yang akan memimpin ibadat di rumah malam ini bersama kami?

Ibuku mengatakan lagi kepadaku kalaupun kita merayakan ibadat di rumah Tuhan pun akan datang ke rumah kita. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam namaKu, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka (Mat. 18:20). Tuhan sendiri yang mengatakan itu, jadi berkat Tuhan akan tetap kita rasakan sekalipun kita tidak ikut Misa ekaristi di gereja. Kalau kamu yang pimpin ibadat malam ini dan yang memberikan abu di kening kami maka Tuhan ada di dalam dirimu. Tuhan lah yang menabur abu itu di kening kami lewat dirimu.

Ibuku benar, saya pun akhirnya memutuskan untuk ikut merayakan ibadat rabu abu malam itu bersama mereka. Saya disuruh memimpin ibadat sekaligus pembawa lagu. Walaupun ibadatnya sederhana tetapi kami sangat merasakan kehadiran Tuhan malam itu bersama kami dengan mengatakan "Bertobatlah dan percayalah kepada injil"

Kami juga merasakan berkat Tuhan di malam itu, kami merasa bahagia dan bersukacita sehingga kami mengambil momen foto bersama seusai ibadat malam itu. Rabu abu kali ini unik menurut saya karna dirayakan di rumah. 

Gara-gara pandemi covid 19 perayaan Misa rabu abu ditiadakan tahun ini di gereja sehingga umat hanya bisa merayakan ibadat rabu abu di rumah saja. Harapanku semoga pandemic covid 19 cepat berlalu biar tahun depan umat bisa merayakan Misa ekaristi rabu abu di gereja. Amin.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x