Kuliner

Si Putih dari Kota Palembang (BINUS)

6 Desember 2018   23:16 Diperbarui: 6 Desember 2018   23:18 156 0 0
Si Putih dari Kota Palembang (BINUS)
dokpri

Setiap provinsi di Indonesia pasti memiliki jajanan kuliner yang membuat para pengunjung tertarik untuk mencobanya. Kita sering kali penasaran akan keunikan cita rasa hidangan tersebut. Sudahkah kalian mencoba masakan Palembang ? Kota terkenal akan makanan yang berbahan dasar ikan , sama seperti tetangganya Pulau Bangka.

Tak sedikit pendatang yang berbondong-bondong untuk mencari salah satu jajanan yang populer di Palembang. Makanan ini bewarna putih , bertekstur kenyal dan berbentuk bulat-bulat bergerigi. Hidangan ini terbuat dari ikan tenggiri yang dimasak dengan cara direbus. Orang Palembang biasanya menyebut nama hidangan ini adalah tekwan. 

Singkat cerita jika di lihat dari sejarahnya tekwan berasal dari alkuturasi budaya Tionghoa dan Palembang.Saat ini, adanya makanan ini pedangang-pedangang Tionghoa menetap dahulu di Palembang hingga di adopsi menjadi status orang Palembang. Nama tekwan itu berasal dari gabungan kalimat yaitu "bekotek samo kawan" yang artinya mengobrol bersama kawan , kemudian akhirnya di singkat menjadi tekwan. Hal ini bermula dari suasana orang Palembang yang berkumpul sambil memakan hidangan ini. 

Tekwan merupakan tipe makanan yang berkuah atau bisa dibilang sup. Kuah dari masakan ini berwarna sedikit cokelat jika di tatap sekilas karena mengandung kaldu udang . Dimakan dengan tambahan jamur kuping , bengkoang , bihun dan bawang putih yang di cincang halus. Untuk memantapkan rasa jangan lupa memasukan asam jeruk nipis atau asam cuka , daun bawang dan cabe yang telah digiling. Dapat dibayangkan dalam imajinasi bukan bagaimana rasa dari hidangan ini? 

Cita rasanya mirip seperti empek - empek. Persamaannya adalah terbuat dari ikan dan cara masaknya yaitu direbus. Lalu perbedaan antara ke dua makanan tersebut adalah tekwan hanya satu tipe sedangkan empek-empek memiliki banyak tipe seperti empek-empek panjang , bulat , kulit dan kapal selam. Setelah itu empek-empek akan digoreng sedangkan tekwan tidak perlu. Biasanya orang awam bingung untuk membedakan dua jenis makanan asal Palembang ini. 

Bagaimana , apakah kalian sudah tertarik untuk membelinya ? Sekarang , masyarakat di luar kota Palembang terutama yang belum pernah mencoba tak usah khawatir tidak mendapatkannya , karena tekwan sudah tersebar luas di Indonesia , khususnya ibu kota Jakarta. Telah banyak pedagang - pedagang yang menjual makanan ini dengan harga yang cukup ekonomis. Di kaki lima berkisar 15-25 ribu rupiah. 

Jadi tunggu apalagi sehingga kalian menunda mencobanya?