Mohon tunggu...
Shendy Adam
Shendy Adam Mohon Tunggu... Dosen - ASN Pemprov DKI Jakarta

seorang pelayan publik di ibu kota yang akan selalu Berpikir, Bersikap, Bersuara MERDEKA

Selanjutnya

Tutup

Travel Pilihan

Mau Danau Toba Mendunia? Gunakan Strategi Place Branding yang Tepat

26 September 2021   23:04 Diperbarui: 26 September 2021   23:05 104 5 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Mau Danau Toba Mendunia? Gunakan Strategi Place Branding yang Tepat
Foto Danau Toba karya @marcst84 di unsplash.com

Indonesia adalah salah satu negara terluas di dunia, mencapai lebih dari 5,1 juta km2 mencakup daratan dan lautan. Terbentang dari ujung timur di Papua sampai ujung barat di Sumatera sejauh 3.977 mil. Memiliki lebih dari 17 ribu pulau. Wajar kalau negara ini memiliki kekayaan alam yang luar biasa besar. Hal ini merupakan potensi bagi sektor pariwisata.

Sayangnya, hanya Bali yang sudah amat mendunia. Bahkan ada anekdot kalau di luar negeri sana, Bali lebih familiar ketimbang Indonesia. Sedih sih. Tapi, itu harusnya kita lihat sebagai tantangan.

Sejak tahun 2016, Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata (saat itu belum digabung dengan Badan Ekonomi Kreatif-red) memperkenalkan program 10 Bali Baru. Program ini difokuskan pada 10 destinasi seperti Danau Toba di Sumatera Utara, Tanjung Kelayang Belitung, Candi Borobudur Jawa Tengah, Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur, Mandalika Nusa Tenggara Barat , Kepulauan Seribu, Morotai Maluku Utara, Wakatobi Sulawesi Tenggara, Bromo Tengger Semeru di Jawa Timur dan Tanjung Lesung di Banten.

Belakangan, Kemenparekraf memfokuskan pada 5 lokasi yang disebut destinasi super prioritas. Kelimanya adalah Danau Toba, Borobudur, Likupang, Mandalika dan Labuan Bajo. "Pak Presiden Jokowi menginstruksikan untuk fokus dalam pengembangan 5 Destinasi Super Prioritas terlebih dahulu. Pastikan di tengah pandemi kita berbenah. Bukan hanya dari infrastrukturnya, tapi juga dari sisi ekonomi kreatif," ucap Menparekraf Sandiaga Uno dikutip dari laman resmi Kemenparekraf.

sumber: kemenparekraf.go.id
sumber: kemenparekraf.go.id

Fokus memang penting. Kita awali dulu dari kelima destinasi super prioritas ini. Dari lokasi-lokasi tersebut nanti para turis kita perkenalkan dengan beragam pesona Indonesia lainnya.

Nah, sekarang kita ngomongin soal Danau Toba. Unik banget sih danau satu ini. Di tengah danau yang ada di Pulau Sumatera ini, ada Pulau Samosir. Di tengah Pulau Samosir sendiri, ada dua danau lagi yaitu Danau Sidihoni dan Danau Aek Natonang. Saking luasnya, Danau Toba (1.130 km2) ini termasuk ke dalam wilayah tujuh kabupaten (Simalungun, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Dairi, Karo dan Samosir).

Danau Toba memiliki luas 1.130 km2, dengan rincian panjang 87 km dan lebar 27 km. Nggak tau deh butuh waktu berapa lama kalau mau kelilingin area seluas itu. Jangan heran juga kalau di sini menyimpan banyak banget potensi keindahan alam, flora dan fauna yang unik serta keragaman budaya yang menawan. Benar-benar sebuah pusaka dari Tuhan untuk kita. The Heritage of Toba.

Well, dengan beragam potensi tersebut, seharusnya mudah dong ya 'menjual' Danau Toba supaya dilirik wisatawan mancanegara. Hmm, nggak gitu juga sih. Persaingan di sektor pariwisata amat ketat. Bukannya nggak nasionalis nih, tapi realistis aja negara-negara lain juga banyak yang memiliki keindahan alam nggak kalah dengan yang kita punya. So, perlu ada strategi yang matang untuk bisa memenangkan persaingan tersebut.

Place Branding, Barang Apa Ini?

Kali ini saya mau sumbang saran dari aspek penjenamaan tempat alias place branding. Beberapa tahun belakangan, fokus diskusi dari pemasaran tempat (place marketing) bergeser menjadi penjenamaan tempat (place branding) (Kavaratzis, 2008). Tumbuh kesadaran bahwa pengelola tempat semakin ingin memiliki asosiasi positif di benak konsumen dengan membangun dan mempromosikan brand yang dimilikinya. Umumnya, memang daerah perkotaan yang rajin membangun city branding.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...
Lihat Konten Travel Selengkapnya
Lihat Travel Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan